Gunakan Browser Mozilla Firefox minimal versi 3 atau Internet Explorer minimal versi 6
  |   Selamat Datang   :   Tamu   |   Register   |   Login   
    
Parameter Pencarian
:
Program Nasional Perumusan Standar
No Judul No ICS

Jangka Waktu
(tahun)

Ruang Lingkup
Acuan
Merevisi No
Tahun Bidang
Adopsi
Normatif
1 Inspeksi dan pemeliharaan drainase jalan
. Baru 2004
2 Pedoman rekayasa sosial pembangunan bendungan
. Baru 2006 Sumber Daya Air
3 Penanganan tanah ekspansif untuk konstruksi jalan
. Baru 2004
4 Cara uji penetrasi lapangan dengan alat sondir 19.020
2
Metode ini digunakan untuk mendapatkan parameter-parameter perlawanan konus (qc), perlawanan geser (rf), dari suatu lapisan tanah di lapangan ASTM D 3441-86 SNI 03-2827-1992 2004 Sumber Daya Air
5 Cara uji cepat rambat ultrasonik dan konstanta elastis benda uji di laboratorium
2
Standar ini menetapkan cara uji cepat rambat ultrasonik dan konstanta elastis benda uji batu di laboratorium untuk memperoleh parameter cepat rambat gelombang ultrasonik dan menentukan konstanta elastis batu dengan menggunakan panjang benda uji ± 2 kali diameter Baru 2011 Sumber Daya Air
6 Spesifikasi aspal keras berdasarkan penetrasi 75.140
Spesifikasi ini mencakup ketentuan, persyaratan aspal keras pen 40, pen 60 yang digunakan sebagai acuan dalam menilai mutu aspal keras untuk pekerjaan perkerasan jalan beraspal. AASHTO M 20-70 Baru 2003 Rekayasa Jalan dan Jembatan
7 Spesifikasi baja berkekuatan tinggi dengan kadar alloy columbium vanadium rendah.
Spesifikasi ini mencakup empat mutu baja structural berkekuatan tinggi dengan campuran Colombium-Vanadium berkadar rendah, berbentuk pelat, turap dan batang baja dengan mutu 42 (290 Mpa) dan mutu 50 (345 Mpa) dimaksudkan untuk konstruksi bangunan yang menggunakan paku keling, baut atau las pada konstruksi jembatan, bangunan, dan konstruksi lainnya. Baja dengan mutu 60 (415 Mpa) dan 65 (450 Mpa) dimaksudkan untuk konstruksi jembatan yang menggunakan paku keeling atau baut, konstruksi lainnya yang menggunakan paku keling, baut atau las. Baru - Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
8 Metode pengujian penentuan presentasi butir pecah pada agregat kasar 91.080.30
2
Metode ini mencakup penentuan persentase berdasarkan massa dari contoh agregat yang mengandung butir pecah Baru 2009 Rekayasa Jalan dan Jembatan
9 Tata cara pengadaan, pemasangan dan pengujian pipa PVC untuk air limbah di dalam bangunan gedung
Tata cara ini memuat : a) cara pengadaan dan pemasangan pada jaringan pipa air limbah rumah tangga, air hujan dan fitingnya, tidak termasuk air limbah non rumah tangga; b) pemasangan pipa PVC dan fitingnya dapat disambungkan dengan bahan pipa jenis lain. Baru - Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
10 Perhitungan evapotranspirasi tanaman acuan dengan metode Penman Monteith (FAO). 07.060
Pedoman ini membahas tentang langkah perhitungan evapotranspirasi tanaman acuan metode Penman-Monteith, menjelaskan persyaratan data iklim, topografi yang diperlukan. Metode ini dimaksudkan sebagai acuan dan pegangan dalam menghitung evapotranspirasi tanaman acuan dengan tujuan terbatas untuk menentukan besarnya evapotranspirasi potential tanaman dengan menggunakan metode Penman-Monteith. Baru 2003 Sumber Daya Air
11 Tata Cara Perencanaan Rumah Sederhana Tahan Angin.
2
Tata cara ini digunakan sebagai dasar perancangan rumah sederhana yang tidak ber-tingkat secara praktis untuk memberi jaminan keselamatan bagi masyarakat penghuni rumah sederhana di daerah rawan angin SNI 03-2397-1991 2005 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
12 Metode uji sistem struktur rangka pemikul beton bertulang pracetak untuk bangunan gedung
2
Metoda uji ini memberikan kriteria penerimaan minimum untuk suatu sistem struktur rangka pemikul momen beton bertulang pracetak untuk bangunan gedung meliputi metode pengujian sambungan balok dan kolom yang dirancang untuk daerah rawan gempa berdasarkan peta gempa Indonesia dan/atau untuk struktur yang didesain memenuhi persyaratan tingkat daktilitas seperti tercantum dalam table 9 pada SNI 03-1726-02, tentang tata cara perencanaan gempa untuk bangunan gedung, dimana penerimaannya didasarkan atas bukti eksperimental dan analisis Baru 2009 Bahan, Sain, Struktur dan Konstruksi Bangunan
13 Tata Cara Pengerukan Muara Sungai dan Pantai Bagian 3 : Pemilihan Peralatan 93.010
2
Tata cara ini digunakan untuk memberikan acuan tentang pemilihan jenis kapal keruk yang umumnya digunakan sesuai dengan persyaratan kemampuan alat dan metodenya, mobilisasi alat, kerukan dan kondisi setempat, serta pemeliharaan program kerja pengerukan dan pembiayaannya BS 6349-1991 : Part 5 -BS 6349, part 5-1991 : Code of practice for dredging and land reclamation
-SK SNI M-11-1994-03 : Metode penentuan posisi titik perum menggunakan dua buah sextant
-SK SNI M-12-1994-03 : Metode penentuan posisi titik perum menggunakan trisponder
-Pd M-09-1998-03 : Metode pengujian kepadatan tanah di lapangan dengan cara selongsong
-Pd. M-14-1997-03 : Metode pengukuran tebal endapan gambut
-SNI 03-3417-1994 : Metode Penentuan Posisi Titik Perum Menggunakan Alat Penyipat Ruang.
-SNI 03-3241-1994 : Tata Cara Pemilihan Lokasi Tempat Pembuangan Akhir Sampah
SNI 19-6471.3-2000 2008 Sumber Daya Air
14 Cara uji perubahan berat aspal karena pemanasan dan oksidasi (thin film oven test) 75.140
2
Metode ini digunakan dalam pelaksanaan pengujian kehilangan berat minyak dan aspal dengan cara pemanasan dan tebal tertentu yang dinyatakan dengan berat semula. ASTM D 1754 -ASTM D 1754 : Standard test method for effect of head and air on asphaltic materials by thin film oven test, philadelphia, Pa.19103
SNI 06-2440-1991 2006 Rekayasa Jalan dan Jembatan
15 Tata Cara Pemasangan dan Pemantauan Pisometer Kawat Bervibrasi 93.140
2
Tata cara ini mencakup pemasangan dan pemantauan pisometer kawat bervibrasi yang meliputi pemasangan alat pisometer tipe kawat bervibrasi. Acuan 1983 -Acuan 1983 : Institution Manual Vibrating Wire Piezometer, Model 4500, Geokon Inc.March 1983
SNI 03-6461-2000 2008 Sumber Daya Air
16 Spesifikasi Beton Tahan Sulfat 91.100.30
2
" Spesifikasi ini memuat persyaratan minimum untuk beton yang berhubungan dengan lingkungan yang mengandung sulfat. " Spesifikasi ini dapat digunakan sebagai pegangan bagi para perencana dan pelaksana dalam merencanakan dan melaksanakan konstruksi beton yang dalam masa layannya berhubungan dengan lingkungan yang mengandung sulfat. " Spesifikasi ini bertujuan untuk mendapatkan beton yang mempunyai ketahanan dan keawetan terhadap sulfat. ACI 1984 SNI 03-2915-2002 2009 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
17 Metode Pengujian Kinerja Pengolah Lumpur Aktif 13.030.20
1
Metoda ini mencakup pengujian terhadap kinerja pengola lumpur aktif Metode ini digunakan untuk memisahkan benda tersuspensi dan benda terlarut yang sukar mengendap menjadi hasil olahan lumpur yang yang mudah mengendap, dengan pencampuran air buangan dan lumpur aktif yang merupakan agregat mikro organik aerobik melalui absorpsi bio-kimia, oksidasi atau asimilasi JIS B 7512 -JIS B 7512 : Steel tape measures
-SNI 06-2413-1991 : Metode Pengujian Kualitas Fisika Air.
-JIS Z 8762 : Measurement of "Fluid Flow by Means of Orifice Plates and Nozzles
-JIS Z 8763 : Measurement of Flid Flow by Means of Venturi Tubes
-JIS B 7522 : Textile measuring tapes
-JIS B 8530 : Glossary of terms for pollution control equipment
-JIS K 0094 : Sampling methods for industrial water and industrial waste water
-JIS K 0102- : Testing methods for industrial waste water
-JIS R 2572 : Testing methods for water content of high aluminios plastic refractories and fireclay plastic refractories
-JIS R 3505 : Volumetric Glassware
-JIS Z 8761 : Method of flow measurement by float type area flowmeter
-JIS Z 8764 : Method of flow measurement by electromagnetic flow meters
-JIS Z 8765 : Method of flow measurement by turbine meters
-JIS K 0102 : Metode pengujian timah
-SNI 06-2484-1991 : Metode Pengujian Kadar Nitrit dalam Air dengan Alat Spektrofotometer Secara Asam Sulfanilat.
-SNI 06-2504-1991 : Metode Pengujian Kadar Kebutuhan Oksigen Kimiawi dalam Air dengan Alat Refluks Tertutup
-SNI 06-2503-1991 : Metode Pengujian Kadar Kebutuhan Oksigen Bioki-miawi dalam Air.
-SNI 06-2523-1991 : Metode Pengujian Kadar Besi dalam Air dengan Alat Spektrofotometer Serapan Atom Secara Langsung.
-SNI 06-2524-1991 : Metode Pengujian Kadar Besi dalam Air dengan Alat Spektrofotometer Serapan Atom Secara Ekstraksi.
-SNI 06-2466-1991 : Metode Pengujian Kadar Kadmium dalam Air dengan Alat Spektrofotometer Serapan Atom Secara Langsung.
-SNI 06-2479-1991 : Metode Pengujian Kadar Amonium dalam Air dengan Alat Spektrofotometer Secara Nessler.
-SNI 06-2483-1991 : Metode Pengujian Kadar Ortofosfat dan Fosfat Total dalam Air dengan Alat Spektrofotometer Secara Asam Askorbat.
-SNI 06-2480-1991 : Metode Pengujian Kadar Nitrat dalam Air dengan Alat Spektrofotometer Secara Brusin Sulfat.
SNI 19-6447-2000 2008 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
18 Cara uji Lendutan Perkerasan Lentur dengan Alat Benkelman Beam 93.080.10
2
Metode ini digunakan untuk mendapatkan data lapangan yang akan digunakan dalam penilaian struktur perkerasan, peramalan perwujudan perkerasan, perencanaan teknik perkerasan atau lapis tambahan di atas perkerasan dengan menggunakan alat Benkelman Beam. AIMS 17.1969 (1983) -CGRA 1965 : Canadian Good Roads Association, A guide to the structural design flexible and rigid pavement in Canada, pavement evaluation commitee, September 1965, Ottawa.
-TRRL 1980 : Transport and Road Research Laboratory, Measurement of pavement deflection in tropical and sub tropical climates, TRRL Laboratory report 935, departement ot the environtment, Crowthorne, Berkshire.
-AI MS-17 1969 : Asphalt overlays for highway and street rehabilitation, the asphalt institute, USA
-AI MS-17 1983 : The Asphalt Institute, Asphalt overlays for highway and street rehabilitation, USA
-RRL 1964 : Road Research Laboratory, Deflection beam measurement of roads in Kenya, LN/508 KR.
-ARRB 1972 : Australian roadresearch board, Some effects of temperature of bitumenous layers on deflection, 6 th conference of ARRB, vol.6, part 4, ARRB, Victoria
SNI 03-2416-1991 2007 Rekayasa Jalan dan Jembatan
19 cara uji Pengendapan Aspal Emulsi 93.080.20
2
Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya persentase aspal emulsi yang mengendap (jenis anionik dan kationik dan tidak mengandung minyak) selama 1 hari atau 5 hari. AASHTO T 59-82 (1982) SNI 03-6828-2002 2009 Rekayasa Jalan dan Jembatan
20 Metode Pengujian Untuk Menentukan Tanah Ekspansif 13.080.05
2
Metode pengujian ini untuk menentukan tanah yang ekspansif dan untuk memperkirakan besarnya pengembangan. AASHTO T 258-90 SNI 03-6795-2002 2008 Rekayasa Jalan dan Jembatan
21 Sistem jaringan dan geometri jalan perumahan - Persyaratan Umum 93.080
2
Standar ini menguraikan istilah dan definisi yang berhubungan dengan bidang perumahan dan prasarana jalan, dan menguraikan persyaratan umum maupun teknis yang harus dipenuhi dalam setiap perencanaan sistem jaringan jalan perumahan. AASHTO 1996 SNI 03-6967-2003 2009 Rekayasa Jalan dan Jembatan
22 Metode pengujian lentur posisi tegak kayu dan bahan struktur banguna berbasis kayu
. Baru 2004
23 Spesifikasi beton struktural 91.080.40
2
Spesifikasi ini mencakup bahan dan proporsi beton, baja tulangan dan prategang, produksi pengecoran dan perawatan beton serta konstruksi cetakan. Ditetapkan pula perlakuan siar dan bagian-bagian tertanam, perbaikan permukaan beton, dan finising permukaan yang tercetak. Dalam beberapa pasal terpisah dibahas untuk konstruksi pelat dan finisingnya, beton arsitektural, beton masif, dan bahan beserta cara pelaksanaan konstruksi beton pasca tarik. Termasuk pula ketentuan mengenai pengujian, evaluasi dan penerimaan beton beserta strukturnya. ASTM A, C, D , E , ANSI, ASSHTO, CRD, ACI, CRSI SNI 03-6880-2002 2009 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
24 Metode Pembuatan dan Perawatan Benda Uji Beton di Lapangan 91.100.30
2
Metode ini digunakan untuk membuat dan merawat benda uji di lapangan ASTM Standard C 31-91 SNI 03-4810-1998 2009 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
25 Penyelidikan geoteknik untuk fondasi bangunan air vol. 1: penyusunan program penyelidikan, metode pengeboran dan deskripsi log bor
. Baru 2004
26 Penyelidikan geoteknik untuk fondasi bangunan air vol III: interpretasi hasil uji dan penyusunan laporan penyelidikan geoteknik
. Baru 2004
27 Operasi dan pemeliharaan bendung karet isi udara
. Baru 2004
28 Metode Perhitungan Debit Banjir. 17.120.20
Metode ini digunakan dalam menentukan debit banjir rencana yang andal dan terpercaya dalam perencanaan bangunan air. -SNI M-17-1989-F : Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka
SNI 03-2415-1991 2004 Sumber Daya Air
29 Tata Cara Perencanaann Hidrologi dan Hidraulik untuk Bangunan di Sungai. 93.160
Tata cara ini digunakan dalam mendesain Bangunan disungai (bangunan pemanfaatan, konservasi dan silang) agar memenuhi persyaratan persyaratan hidrologi dan hidraulik, dan bertujuan untuk melestarikan dan meningkatkan keandalan bangunan di sungai dan sungainya sendiri. SNI 03-1724-1989 2004 Sumber Daya Air
30 Tata Cara Perencanaan Umum Krib di Sungai. (sedang di revisi) 93.160
Tata cara Ini digunakan untuk menanggulangi kerusakan Sungai akibat arus dan dapat melestarikan bangunan di sungai. -SNI M - 17- 1989 -F : Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka
-SNI M 18 - 1989 - F : Metode Perhitungan Debit Banjir,
-SNI-S724-1989-F : Perencanaan Hidrologi dan Hidraulik untuk Bangunan di Sungai
SNI 03-2400-1991 2004 Sumber Daya Air
31 Metode perhitungan tiang pancang beton pada krib di sungai. judul direvisi menjadi : Tata cara perhitungan krib tiang pancang beton di sungai 17.120
Metode ini digunakan untuk mendesain tiang pancang beton pada krib di sungai yang aman dan berfungsi semestinya. -SNI-T-01-1990-F : Tata Cara Perencanaan Umum Krib di Sungai
-SNI M-18-1989-F : Metode Perhitungan Debit Banjir
-SNI M-17-1989-F : Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka
SNI 03-2829-1992 2004 Sumber Daya Air
32 Metode Pengujian Triaksial Untuk Tanah Kohesif Dalam Keadaan Tanpa Konsolidasi dan Drainase Judul di revisi menjadi :Cara uji triaksial untuk tanah kohesif dalam keadaan tidak terkonsolidasi dan tidak terdrainase (UU) 19.020
Metode ini digunakan untuk menentukan kekuatan contoh uji berbentuk silinder dalam keadaan tanpa konsolidasi dan drainase dari tanah kohesif baik tidak terganggu, cetak ulang maupun yang dipadatkan pada kecepatan deformasi yang tetap dari beban kompresi dimana benda uji tersebut diberi tekanan cairan semua arah di dalam sel triaksial. ASTM, 1987 D 2850 -ASTM, 1987 D 2850 : Standar method for unconsonlidated undrained compressive strength of cohesif soil in triaxial compression
SNI 03-4813-1998 2004 Sumber Daya Air
33 Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka dengan Pelampung Permukaan. 17.120
Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya debit sungai dan saluran terbuka yang tidak terpengaruh peninggian muka air langsung di lapangan. SNI 03-2820-1992 2004 Sumber Daya Air
34 Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka. Judul direvisi menjadi: Tata cara pengukuran debit aliran sungai dan saluran terbuka menggunakan alat ukur arus dan pelampung 17.120.20
Metode ini digunakan untuk menghitung debit sungai dan saluran terbuka yang tidak terpengaruh arus balik atau aliran lahar pada saat muka air rendah sampai tinggi, yang masih tertampung di dalam alur sungai atau saluran terbuka. -SNI M-18-1989-F : Metode Perhitungan Debit Banjir
SNI 03-2414-1991 2004 Sumber Daya Air
35 Spesifikasi baja berkekuatan tinggi dengan kadar alloy rendah yang mempunyai titik leleh minimum 345 mpa dan ketebalan 100 mm
Spesifikasi ini meliputi baja berkekuatan tinggi berkadar alloy rendah berbentuk profil, pelat dan batang untuk konstruksi yang menggunakan las, paku keeling atau baut terutama ditunjukan untuk digunakan pada jembatan dan bangunan yang dilas, dimana pengurangan berat dan penambahan durabilitas dianggap penting. Ketahanan korosi terhadap cuaca dari baja ini pada hamper segala jenis lingkungan relative lebih baik dari pada baja karbon structural dengan atau tanpa tambahan tembaga. Jika terekspos langsung terhadap cuaca, untuk beberapa pemakaian baja ini dapat digunakan tanpa dilapis cat. Spesifikasi ini dibatasi untuk material dengan ketebalan sampai dengan 200 mm. Baru 2004
36 Cara uji kadar sedimen layang secara gravimetri dengan penguapan dan penyaringan 13.060.45
Metode ini digunakan untuk mengetahui kadar sedimen layang dalam air secara Gravimetri dengan pengendapan ASTM D 3977-81 -ASTM 1981 : Annual Books of ASTM Standard part 31, Water, Philadelphia
-SNI 06-2412-1991 : Metode Pengambilan Contoh Uji Kualitas Air.
SNI 03-3961-1995 2004 Sumber Daya Air
37 Pedoman Tata Cara Pelaksanaan Penggunaan Semen Tanah Sebagai Komponen Utama Bangunan Sabo
2
Pedoman ini menetapkan cara pelaksanaan penggunaan semen tanah sebagai komponen utama bangunan Sabo. bangunan sabo semen tanah dibuat dengan mencampur material tanah dengan semen sebagai upaya stabilisasi dn perkuatan tanah Baru 2008 Sumber Daya Air
38 Tata cara pengerukan mura sungai dan pantai Bagian 1 : survei lokasi dan investigasi
2
Tata cara ini meliputi ketentuan-ketentuan survei dan investigasi untuk keperluan kegiatan pengerukan muara sungai dan pantai yang dilakukan dengan bantuan wahana apung Baru 2011 Sumber Daya Air
39 Metode uji kuat tekan silinder campuran tanah-semen (ASTM D 1633 - 00)
2
1.1 Standar ini mencakup metode atau cara menentukan kuat tekan campuran tanah-semen yang dipadatkan di dalam cetakan berbentuk silinder sebagai benda uji. 1.2 Dalam standar ini ditetapkan dua metode uji, sebagai berikut Baru 2009 Rekayasa Jalan dan Jembatan
40 Metode uji penentuan ukuran terkecil rata-rata (UKR) dan ukuran terbesar rata -rata (UBR) butir agregat
2
1.1 Standar ini menguraikan metode penentuan ukuran terkecil rata-rata (UKR) dan ukuran terbesar rata-rata (UBR) butir agregat, digunakan untuk menentukan kuantitas tingkat pemakaian aspal dan agregat yang diperlukan dan untuk menghitung koefisien bentuk butir yang selanjutnya digunakan untuk menilai bentuk butir agregat untuk pekerjaan laburan aspal satu lapis (Burtu) dan Laburan aspal dua lapis (Burda). 1.2 Standar ini berlaku untuk agregat yang mempunyai ukuran nominal maksimum lebih kecil dari 10 mm, dan 10 mm sampai dengan 20 mm. Baru 2009 Rekayasa Jalan dan Jembatan
41 Metode uji residu aspal emulsi dengan penguapan (ASTM D 6934–04)
2
1.1 Metode uji ini digunakan untuk menentukan residu secara kuantitatif pada aspal emulsi yang umumnya terdiri dari aspal semi padat atau aspal cair, air dan bahan pengemulsi. 1.2 Standar ini tidak mencantumkan semua yang berkaitan dengan keselamatan kerja, bila ada menjadi tanggung jawab pengguna standar ini untuk menentukan keselamatan dan kesehatan serta menentukan aplikasi batasan-batasan regulasi/ketentuan sebelum digunakan. Baru 2009 Rekayasa Jalan dan Jembatan
42 Metode penyiapan secara kering contoh tanah terganggu dan tanah agregat untuk pengujian
2
1.1 Standar ini menetapkan metode atau cara penyiapan secara kering contoh tanah dan tanah yang mengandung agregat yang diperoleh dari lapangan untuk pengujian analisis ukuran butir, berat jenis, batas cair, batas plastis, faktor susut, hubungan kadar air-densitas dan pengujian lainnya yang mungkin diperlukan. 1.2 Standar ini hanya memberikan informasi kualitatif sehingga hal yang menyangkut presisi tidak digunakan. 1.3 Nilai-nilai yang digunakan dalam standar ini dinyatakan dalam SI. Baru 2009 Rekayasa Jalan dan Jembatan
43 Metode uji angka pantul beton keras
2
1.1 Metode uji ini mencakup penentuan angka pantul beton keras dengan menggunakan palu pantul yang dikendalikan oleh pegas. 1.2 Satuan yang digunakan dalam standar ini adalah SI. 1.3 Standar ini tidak mencantumkan semua yang berkaitan dengan keselamatan kerja, bila ada menjadi tanggung jawab pengguna standar ini untuk menentukan keselamatan dan kesehatan serta menentukan aplikasi batasan-batasan regulasi/ketentuan sebelum digunakan. Baru 2009 Rekayasa Jalan dan Jembatan
44 Metode uji ketahanan beton keras terhadap penetrasi (ASTM C 803/C 803 M-03)
2
1.1 Metode uji ini meliputi cara pengujian ketahanan beton keras terhadap penetrasi dengan menggunakan probe atau pin baja. 1.2 Satuan yang digunakan dalam standar ini adalah SI atau satuan lain di pandang sebagai standar yang terpisah. Satuan yang dinyatakan dalam tiap sistem mungkin tidak tepat secara ekivalen, sehingga setiap sistem harus digunakan secara terpisah. Kombinasi satuan dari dua sistem ini dapat menghasilkan ketidaksesuaian dengan standar. 1.3 Standar ini tidak mencantumkan semua yang berkaitan dengan keselamatan kerja, bila ada, menjadi tanggung jawab pengguna standar ini untuk menentukan keselamatan dan kesehatan serta menentukan aplikasi batasan-batasan regulasi/ketentuan sebelum digunakan. Untuk pernyataan yang lebih spesifik mengenai resiko bahaya, lihat butir 7. Baru 2009 Rekayasa Jalan dan Jembatan
45 Metode uji kecepatan rambat gelombang melalui beton (ASTM C 597-02, IDT)
2
1.1 Metoda uji ini mencakup penentuan kecepatan rambat gelombang longitudinal melalui beton. Metode uji ini tidak dapat diterapkan untuk rambat gelombang jenis lain yang melalui beton. 1.2 Satuan yang digunakan dalam standar ini adalah SI. 1.3 Standar ini tidak mencantumkan semua yang berkaitan dengan keselamatan kerja, bila ada menjadi tanggung jawab pengguna standar ini untuk menentukan keselamatan dan kesehatan serta menentukan aplikasi batasan-batasan regulasi/ketentuan sebelum digunakan. Baru 2009 Rekayasa Jalan dan Jembatan
46 Tata cara pemasangan lembaran bitumen bergelombang untuk atap
2
Standar ini mencakup cara pemasangan lembaran bitumen bergelombang dan langkah-langkah pemasangan rangka atap, penyambungan antar lembaran dan bubungan, serta penyelesaian akhir untuk mendapatkan hasil pemasangan yang sempurna. Baru 2009 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
47 Spesifikasi produk dan metode pengujian lembaran bitumen bergelombang
2
Standar ini memuat uraian mengenai sifat-sifat teknis dan menetapkan metoda uji lembaran bitumen bergelombang serta dapat digunakan sebagai acuan untuk evaluasi mutu produk Baru 2009 Bahan, Sain, Struktur dan Konstruksi Bangunan
48 Metode uji kuat tekan-bebas tanah kohesif
2
1.1 Standar ini mencakup metode atau cara menentukan kuat tekan-bebas tanah kohesif dalam kondisi tidak terganggu, dicetak ulang, atau dipadatkan, selanjutnya dibebani beban aksial dengan pengaturan regangan. 1.2 Standar ini digunakan untuk menentukan suatu nilai perkiraan kekuatan tanah kohesif yang dinyatakan dalam tegangan total. 1.3 Standar ini berlaku hanya untuk material kohesif, seperti lempung dan tanah tersemen (cemented soil) yang tetap tegak tanpa tahanan keliling dan tidak mengeluarkan air selama pembebanan (air keluar dari tanah akibat deformasi/perubahan bentuk). Untuk pengujian yang menggunakan tahanan keliling, lihat catatan 1. Untuk tanah kering dan mudah hancur (rapuh), material yang retak, lanau, gambut dan pasir tidak dapat diuji dengan standar ini karena memperoleh nilai kuat tekan bebas yang tidak valid. CATATAN 1 - Penentuan kekuatan tanah kohesif tidak terkonsolidasi dan tidak terdrainase dengan diberikan tahanan keliling ditentukan melalui uji triaksial sesuai dengan SNI 03-4813-1998 (ASTM D 2850). 1.4 Standar ini tidak digunakan untuk menggantikan SNI 03-4813-1998 (ASTM D 2850). 1.5 Satuan yang digunakan dalam standar ini adalah SI. Satuan yang dinyatakan di luar SI hanya untuk membantu penjelasan. 1.6 Standar ini tidak mencantumkan semua yang berkaitan dengan keselamatan kerja, bila ada menjadi tanggung jawab pengguna standar ini untuk menentukan keselamatan dan kesehatan serta menentukan aplikasi batasan-batasan regulasi/ketentuan sebelum digunakan. Baru 2009 Rekayasa Jalan dan Jembatan
49 Metode uji waktu pengikatan campuran beton dengan ketahanan penetrasi (ASTM C 403/C 403M - 08)
2
1.1 Metode uji ini meliputi penentuan waktu pengikatan beton dengan slump yang lebih besar dari nol, dengan cara melakukan pengukuran ketahanan penetrasi pada mortar yang disaring dari campuran beton. 1.2 Metode uji ini hanya sesuai apabila pengujian yang dilakukan pada fraksi mortar dapat menyediakan informasi yang diperlukan. 1.3 Metode uji ini dapat diterapkan untuk mortar dan graut (berbasis semen) yang disiapkan (yang bukan disaring dari beton). 1.4 Metoda uji ini dapat diterapkan di laboratorium maupun di lapangan. 1.5 Satuan yang dinyatakan dalam satuan SI atau satuan lainnya harus dipandang sebagai standar yang terpisah. Satuan yang dinyatakan pada setiap sistem tidak mungkin akan sama persis. Oleh karena itu, setiap sistem harus digunakan secara terpisah dari yang lainnya tanpa mengombinasikan satuan tersebut. Pengombinasian dari satuan tersebut akan menghasilkan ketidaksesuaian dengan standar. 1.6 Standar ini tidak mencantumkan semua yang berkaitan dengan keselamatan kerja, bila ada, menjadi tanggung jawab pengguna standar ini untuk menentukan keselamatan dan kesehatan serta menentukan aplikasi batasan-batasan regulasi/ketentuan sebelum digunakan. Baru 2009 Rekayasa Jalan dan Jembatan
50 Spesifikasi Alat Ukur Debit Orifice 17.040.30
2
Spesifikasi ini memuat persyaratan-persyaratan dimensi, pemasangan, persyaratan umum dan ketentuan dari pelat orifice serta penyimpangan pengukuran debit dalam pipa dengan diameter dari 50 mm sampai 1200 mm dan bilangan Reynold untuk pipa kurang dari 3.150 SNI 05-6395-2000 2008 Sumber Daya Air
51 Metode Pengontrolan Sungai Selama Pelaksanaan Kons-truksi Bendungan Bagian 2 : Penutupan Alir Sungai dan Bendungan Pengelak 93.010
2
Metode ini membahas tentang metode pengontrolan sungai selama pelaksanaan bendungan untuk memberikan ruangan kerja yang bebas dari air dan aman terhadap banjir. Metode ini mencakup penutupan alur sungai dan tipe-tipe bendungan pengelak yang berkaitan dengan pelaksanaan konstruksi dan pengoperasiannya -SNI 03-3432-1994 : Tata Cara Penetapan Banjir Desain dan Kapasitas Pelimpah Untuk Bendung.
-SNI 03-1731-1989 : Tata Cara Keamanan Bendungan.
SNI 03-6456.2-2000 2009 Sumber Daya Air
52 Tata Cara Penghitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung 91.080.40
1
Tata cara ini digunakan dalam perencanaan dan pelaksanaan struktur beton untuk bangunan gedung, atau struktur bangunan lain yang mempunyai kesamaan karakter dengan struktur bangunan gedung ACI 318 M-83 (1) SNI 03-2847-1992 2010 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
53 spesifikasi semen tanah untuk bendungan urugan 19.020
2
spesifikasi ini membahas ketentuan-ketentuan sifat-sifat bahan dan uji laboratorium, konsep desain dan pertimbangan , metode konstruksi dan prosedur pengawasan konstruksi serta evaluasi kerja BS-5930, 1981 -SNI 03-2435-1991 : Metode Pengujian Laboratorium Tentang Kelulusan Air untuk Contoh Tanah Judul direvisi menjadi : Cara uji kelulusan air benda uji tanah di laboratorium dengan tekanan tetap
-Pd M-25-1998-03 : Metode Pengujian Sifat Hidraulik Akuifer Dengan Cara Theis
-SNI 03-2817-1992 : Metode Pengujian Akifer Tertekan dengan Pemompaan Papadopulos Cooper.
-BS-5930, 1981 : Site and Investigation
-SNI 03-2411-1991 : Metode Pengujian Lapangan Tentang Kelulusan Air Bertekanan.Judul direvisi menjadi :Cara Uji Kelulusan Air Bertekanan di Lapangan
SNI 03-6453-2000 2009 Sumber Daya Air
54 Cara Uji Kadar Semen Dalam Campuran Segar Semen-Tanah 19.020
2
Metode ini digunakan untuk penentuan kadar semen dalam contoh campuran segar tanah semen. ASTM D 2901-93 -ASTM E 11 : Specification For Wire-Cloth Sieves for testing Purposes
-ASTM D 4753 : Specification for Evaluating, Selecting and Specifying Balances and Scales for Use ini Soil and Rock Testing
-Pd. M-07-1998/037 : Metode Pengujian Kadar Semen pada Campuran Semen-Tanah dengan Analisis Kimia
-SNI 06-4161-1996 : Metode pengujian kadar kesadahan total dalam air dengan titrimetrik EDTA.
-ASTM D 2901-93 : Standard Test Method for cement Content of Freshly Mixed Soil-cement
SNI 03-6412-2000 2008 Sumber Daya Air
55 Metode Pengujian Kuat Lentur Batu Memakai Gelagar Sederhana Dengan Sistem Beban Titik Di Tengah. 19.020
2
Metode ini digunakan untuk memperoleh parameter kuat lentur dari hasil pengujian di Laboratorium. AASHTO T 177-1982 ASTM C 293-79 -AASHTO 1982 : Standard Specifications for Transportation Materials Of Sampling and Testing, Flexural Strength Of Concrete
-SK SNI 16-1991-03 : Tata cara pembuatan benda uji
SNI 03-2823-1992 2007 Sumber Daya Air
56 Tata Cara Penetapan Banjir Desain dan Kapasitas Pelimpah Untuk Bendung. 93.160
2
Tata Cara ini digunakan untuk merencanakan pelindung tebing sungai dari pasangan batu agar tahan terhadap serangan arus dan hal-hal lain yang menyebabkan kerusakan tebing -SNI 03-2415-1991 : Metode Perhitungan Debit Banjir. Judul direvisi menjadi Tata cara perhitungan debit banjir
-SNI 03-1731-1989 : Tata Cara Keamanan Bendungan.
SNI 03-3432-1994 2007 Sumber Daya Air
57 Tata Cara Perencanaan Umum Bendung. 93.160
2
Tata cara ini digunakan untuk mendapatkan desain bendung yang memenuhi persyaratan hidraulik dan struktur serta persyaratan pelaksanaan secara benar dan aman sesuai pola pembangunan berwawasan lingkungan. -SNI 1724-1989-F : Tata Cara Perencanaan Hidrologi dan Hidraulik untuk bangunaan di sungai
-SNI M 18-1989-F : Metode Pengukuran Debit Banjir,
-SNI M-17-1989-F : Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka
-UU RI 1945 : Undang-undang Dasar RI 1945
-UU RI No. 11 1974b : Tentang pengairan
-PP No. 22 1982 : Tentang tata pengaturan air
-PP No. 23 1982 : Tentang Irigasi
-PP No. 29 1986 : Tentang AMDAL
SNI 03-2401-1991 2007 Sumber Daya Air
58 Perencanaan stabilisasi tanah dengan bahan serbuk pengikat untuk konstruksi jalan 93.080.10
2
Tata Cara ini digunakan dalam pembuatan rencana komposisi dan mutu stabilisasi tanah dengan kapur sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hasil Litbang -SNI 03-1743-1989 : Metode Pengujian Kepadatan Berat untuk Tanah Judul direvisi menjadi :Cara Uji Kepadatan Berat untuk Tanah
-NAASRA 1984 : Principles and particle of bituminuos surfacing, vol. 1, sprayed work NAASRA
-SNI 03-1742-1989 : Metode Pengujian Kepadatan Ringan untuk Tanah Judul direvisi menjadi :Cara Uji Kepadatan Ringan untuk Tanah
SNI 03-3437-1994 2007 Rekayasa Jalan dan Jembatan
59 PEDOMAN perencanaan dan pelaksanaan jembatan gantung untuk pejalan kaki 93.040
2
Tata Cara ini digunakan untuk menetapkan pelaksanaan teknik Jembatan Gantung untuk lalulintas pejalan kaki. SNI 1724-1989-F -SNI 1724-1989-F : Tata Cara Perencanaan Hidrologi dan Hidraulik untuk bangunaan di sungai
-SNI - 1725 - 1989 - F : Tata cara pembebanan Jembatan untuk jalan raya.
SNI 03-3429-1994 2007 Rekayasa Jalan dan Jembatan
60 cara uji hubungan antara kadar air dan kepadatan pada campuran tanah - semen 93.020
2
1. Metode ini meliputi pengujian untuk mendapatkan hubungan antara kadar air dan kepadatan pada campuran tanah-semen yang dipadatkan sebelum hidrasi semen; 2. Metode pengujian terdiri dari metode A dan metode B, menggunakan cetakan dengan volume 944 cm3 dan penumbuk sebesar 2,49 kg dengan tinggi jatuh 304,8; 3. Metode A, digunakan untuk material tanah 100 % lewat saringan no. 4 (4,75 mm), metode B, digunakan untuk material tanah lewat saringan 19,00 mm tetapi ada sebagian yang tertahan pada saringan no. 4 (4,75 mm). cara uji ini meliputi pengujian untuk mendapatkan hubungan antara kadar air dan kepadatan pada campuran tanah semen yang dipadatkan sebelum hidrasi semen ASTM D 558-1994 -ASTM D 558-1994 : Standard Test Method for Moisture-Destiny Relations of Soil-Cement Mixtures
SNI 03-6886-2002 2009 Rekayasa Jalan dan Jembatan
61 Tata cara perencanaan geometri pemberhentian bis (Revisi SNI 03-2838-1992) 93.080.10
2
Tata cara ini digunakan untuk menyera-gamkan bentuk, ukuran dan lokasi teluk bis, sehingga dapat menjamin kelancaran lalu lintas, keselamatan dan kenyamanan bagi pemakai jalan. tata cara ini meliputi persyaratan-persyaratan, ketentuan-ketentuan dan langkah-langkah yang harus diikuti dalam merencanakan teluk bis pada ruas jalan raya UU Jalan No. 13 tahun 1980 SNI 03-2838-1992 2009 Rekayasa Jalan dan Jembatan
62 Pembuangan asap panas akibat kebakaran
. Baru 2004
63 cara uji Kadar Nitrat dalam Air dengan Alat Spektrofotometer ultra violet 13.060.01
Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar Nitrat dalam air secara Brusin dengan alat spektrofotometer pada panjang gelombang 410 nm. SM, 1985 part 419 D -APHA 1985 : Association, Water Pollution Control Federation, Standard Methods For the Examination Of Water Wastewater 16th EditionAPHA, Washington DC
-SK SNI M-02-1989-F : Metode Pengambilan Contoh Uji Kualitas Air, Yayasan LPMB, Bandung
SNI 06-2480-1991 2004 Sumber Daya Air
64 cara uji kadar Sulfat dalam Air menggunakan larutan buffer dengan Alat Spektrofotometer. 13.060.01
Metode ini digunakan untuk memperoleh besarnya kadar sulfat dalam air dengan Spektrofotometer. SM, 1985 part 427 C -APHA 1975 : Standard Methods for the Examination of Water and Wastewater, 14th Edition, APHA, Washington D.C
-SK SNI M-02-1989-F : Metode Pengambilan Contoh Uji Kualitas Air, Yayasan LPMB, Bandung
SNI 06-2426-1991 2004 Sumber Daya Air
65 Pelaksanaan pemasangan siar muai jenis asphaltic plug untuk jembatan
. Baru 2004
66 Pemeriksaan perlatan unit produksi campuran beraspal (aphalt mixing plant)
. Baru 2004
67 Penyelidikan air minum berbasis masyarakat (PAM BM) 1. Pedoman Penyelenggaraan
. Baru 2004
68 Penyelidikan air minum berbasis masyarakat (PAM BM) 5. Pelaksanaan pemantauan dan evaluasi
. Baru 2004
69 Perencanaan dan pemasangan tangki biofilter pengolah air limbah rumah tangga
. Baru 2004
70 Metode pengujian lentur posisi tidur kayu dan bahan struktur bangunan berbasis kayu dengan pembebanan titik ketiga
. Baru 2004
71 Metode pengujian lentur posisi tidur kayu dan bahan struktur bangunan berbasis kayu dengan beban terpusat di tengah benteng
. Baru 2004
72 Cara uji penetrasi lapangan dengan alat SPT 13.060.50
Metode ini digunakan untuk mengetahui kadar kalium dalam sedimen melayang yang berguna bagi semua pihak yang lingkup tugasnya meliputi penelitian dan pengukuran kualitas sedimen ASTM, 1981 C 114 -SNI 03-2413-1991 : Metode Pengujian Kualitas Fisika Air, Dep. PU, Jakarta
-SNI 03-3414-1994 : Metode Pengambilan Contoh Muatan Sedimen Melayang di Sungai Dengan Cara Integrasi Kedalaman Berdasarkan Pembagian Debit
-ASTM C 114-81 : Annual Books of ASTM Standard part 13, aement , lime gypsum
SNI 03-4152-1996 2007 Sumber Daya Air
73 Cara uji kelarutan aspal polimer dalam toquen alat sentrifus
. Baru 2007 Rekayasa Jalan dan Jembatan
74 Cara uji viskositas aspal pada temperatur tinggi dengan alat saybolt furol
. Baru 2007 Rekayasa Jalan dan Jembatan
75 Tata cara pengelolaan kebersihan bangunan dan lingkungan rumah susun sederhana sewa
. Baru 2007 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
76 Batang baja mutu tinggi tanpa pelapis untuk beton prategang
. Baru 2007 Rekayasa Jalan dan Jembatan
77 Metode pengujian berat isi beton 91.100.30
2
Metode ini mencakup pengujian terhadap berat isi beton untuk komponen struktur dan non struktur bangunan ASTM C 138-71 -ASTM C 138-71 : Test for Unit Weight,Yield and AIr Content (Granimetric) of Concrete. Philadelphia PA-19103
SNI 03-1973-1990 2007 Rekayasa Jalan dan Jembatan
78 Perencanaan umum penanggulangan bahaya longsoran
. Baru 2007 Sumber Daya Air
79 Metode Pengujian Kuat Tarik Belah Beton 91.080.30
2
Metode ini mencakup pengujian terhadap kuat tarik belah beton untuk komponen struktur dan non struktur bangunan ASTM Standard, 1996 -ASTM A 496-94 : Specification for Steel Wire, Deformed for Concrete Reinforcement
-ASTM C 42-90 : Methods of Obtaining and Test Drilled Cores and Sawed Beams of Concrete
-SNI 03-2493-1991 : Metode Pembuatan dan Perawatan Benda Uji Beton di Laboratorium judul direvis menjadi Tata cara pembuatan dan perawatan benda uji beton di laboratorium agar memenuhi syarat
-ASTM C 670 : Practice for Prevaping Precision and Bias Statements for Test Methods for Construction Materials
-ASTM C 39-39a : Test Method for Compressive Strength Of Cylindrical Concrete Specimens
-SNI 03-4810-1998 : Metode Pembuatan dan Perawatan Benda Uji Beton di Lapangan
SNI 03-2491-2002 2008 Bahan, Sain, Struktur dan Konstruksi Bangunan
80 Metode Pengujian Kekuatan Pipa PVC Untuk Air Minum Terhadap Tekanan Hidrostatik. 91.140.60
1
Metode ini digunakan untuk menentukan kekuatan pipa PVC terhadap tekanan hidrostatik KIWA No.49 -KIWA No.49 : Kunstofdrinkwaterbuizen van ongeplasticeerde poly vinyl chloride.
-ISO 3606 - 1976 ( E ) : Unplasticized Poly Vinly Chloride pipes.Tolerances on outside diameter and wall thickness
-ISO, 1167 - 1973 : Plastics pipes for the transport of fluids. Determination of the resistance to external pressure.
-SNI 0084 - A - 1987 : Pipa PVC untuk saluran air minum ,mutu dan cara uji
-ISO 161/1 - 1978 ( E ) : Thermoplastic pipes for the transport of fluid.Nominal out side diameters and nominal pressure.
-ISO 4065 - 1978 ( E ) : Thermoplastic pipes universal wall thickness table
-ISO 3126 - 1974 ( E ) : Plastic pipes measurements of dimension.
SNI 06-2549-1991 2008 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
81 Metode Pengujian Ketebalan Dinding Pipa PVC Untuk Air Minum 91.140.60
1
Metode ini digunakan untuk menentukan ketebalan dinding pipa PVC KIWA No.49 -ISO/DIS 4422/12, : Unplasticed Poly Vinly Chloride (uPVC ) pipes and fitting for watter supply Specification.
-ISO 3126 - 1974 ( E ) : Plastic pipes measurements of dimension.
-ISO 4065 - 1978 ( E ) : Thermoplastic pipes universal wall thickness table
-ISO 3606 - 1976 ( E ) : Unplasticized Poly Vinly Chloride pipes.Tolerances on outside diameter and wall thickness
-KIWA No.49 : Kunstofdrinkwaterbuizen van ongeplasticeerde poly vinyl chloride.
-ISO 161/1 - 1978 ( E ) : Thermoplastic pipes for the transport of fluid.Nominal out side diameters and nominal pressure.
SNI 06-2550-1991 2008 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
82 Metode Pengujian Perubahan Panjang Pipa PVC Untuk Air Minum Dengan Uji Tungku 23.040.20
1
Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya perubahan panjang pipa PVC dengan uji tungku KIWA No.49 -KIWA No.49 : Kunstofdrinkwaterbuizen van ongeplasticeerde poly vinyl chloride.
-ISO/DIS 4422/12, : Unplasticed Poly Vinly Chloride (uPVC ) pipes and fitting for watter supply Specification.
-ISO 2505 : Unplasticized PVC pipes Determination of longitudinal version - liquid bath immersion method.
SNI 06-2553-1991 2008 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
83 Pedoman perencanaan tata ruang sekitar TPA sampah
. Baru 2008 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
84 Metode Pengujian Dimensi Pipa Polietilen (PE) Untuk Air Minum 91.140.60
1
Metode ini membahas cara uji untuk menentukan diameter luar dan tebal dinding pipa PE SNI 06-4821-1998 2008 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
85 Metode Pengujian Koagulasi Flokulasi dengan Cara jar 13.060.01
1
Metode ini digunakan untuk mengevaluasi pengolahan dalam rangka mengurangi bahan-bahan terlarut, koloid dan yang tidak dapat mengendap dalam air dengan memakai bahan kimia dalam proses koagulasi flokulasi yang dilanjutkan dengan pengendapan secara gravitasi -ASTM D 1193 : Specification for Reagent Water
-ASTM D 1889 : Test Method for Turbidity of Water
-SNI 06-2413-1991 : Metode Pengujian Kualitas Fisika Air.
-ASTM D 1129 : Definitions of Term Relating to Water
-ASTM D 3370 : Practice for Sampling Water
-SNI 06-2420-1991 : Metode Pengujian Kelindian dalam Air dengan Titrimetrik.
-SNI 06-2412-1991 : Metode Pengambilan Contoh Uji Kualitas Air.
SNI 19-6449-2000 2008 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
86 Pedoman survai kondisi rinci jalan beraspal untuk jalan antar kota 93.080.01
2
Tata Cara ini digunakan untuk mendapatkan data jenis dan tingkat kerusakan yang terjadi pada perkerasan, bahu, trotoar, saluran samping dan lereng pada jalan beraspal. SNI 03-2844-1992 2005 Rekayasa Jalan dan Jembatan
87 Penataan ruang kawasan reklamasi pantai
1
Pedoman ini mencakup ketentuan tentang persyaratan, perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, pengendalian pemanfaatan ruang, peran masyarakat, dan tata cara pelaksanaan penataan ruang di kawasan reklamasi pantai. Pedoman ini diperuntukkan bagi penyusunan penataan ruang kawasan reklamasi pantai di perkotaan, baik yang akan maupun yang sudah direklamasi. Deliniasi ruang kawasan reklamasi pantai ditunjukkan pada Lampiran A, sedangkan definisi potongan pantai ditunjukkan pada Lampiran B -SNI 03-6981-2004 : Tata cara perencanaan Lingkungan Perumahan sederhana tidak bersusun di daerah perkotaan.
Baru 2005 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
88 Penyelidikan air minum berbasis masyarakat (PAM BM) 4. Pembangunan prasarana dan sarana
. Baru 2004
89 Perencanaan campuran lapis pondasi hasil daur ulang perkerasan lama dengan semen
. Baru 2004
90 Tata cara perencanaan dan pelaksanaan bangunan gedung menggunakan panel jaring kawat baja tiga dimensi (PJKB-3D) las pabrikan 91.080.01
Standar Tata cara perencanaan dan pelaksanaan bangunan gedung dengan menggunakan panel jaring kawat baja tiga dimensi (PJKB-3D) las pabrikan ini meliputi perencanaan struktur dan konstruksi serta pengawasan pelaksanaan di lapangan. Standar ini digunakan untuk bangunan 2 lantai dengan beban hidup 250 kg/m2. Bila digunakan untuk bangunan lebih tinggi dari dua lantai, maka kekuatan strukturnya harus dihitung oleh perencana struktur dan disetujui oleh pejabat yang berwenang. Baru 2007 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
91 Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Lantai untuk Bangunan Rumah dan Gedung judul direvisi menjadi : Tata cara perhitungan harga satuan penutup lantai untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan
Standar ini menetapkan indeks bahan bangunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan penutup lantai dan dinding yang dapat dijadikan acuan dasar yang seragam bagi para pelaksana pembangunan gedung dan perumahan dalam menghitung besarnya harga satuan pekerjaan penutup lantai dan dinding untuk bangunan gedung dan perumahan. Jenis pekerjaan penutup lantai dan dinding yang ditetapkan meliputi : a) pekerjaan pemasangan lantai keramik, ubin abu-abu, teraso dan marmer b) pekerjaan pemasangan vinyl dan karpet c) pekerjaan pemasangan pelapis dinding dengan bahan keramik d) pekerjaan pemasangan plint dari ubin keramik dan plint dari kayu -SNI 03-6861.1-2002 : Spesifikasi Bahan Bangunan Bagian A (Bahan Bangunan Bukan Logam)
-SNI 03-6862-2002 : Spesifikasi Peralatan Pemasangan Dinding Bata Dan Plesteran.
Pt-T-27-2000-C 2005 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
92 Spesifikasi Aspal Emulsi Anionik 93.080.20
2
Spesifikasi ini menetapkan persyaratan teknis aspal emulsi anionik yang digunakan dalam konstruksi perkerasan jalan. AASHTO M 140-88 -AASHTO M 140-88 : Standard specification for emulsified asphlt
SNI 03-6832-2002 2006 Rekayasa Jalan dan Jembatan
93 cara uji kemampuan penyelimutan dan ketahanan aspal emulsi terhadap air 75.140
2
Metode ini digunakan untuk mengetahui persentase pelekatan aspal emulsi terhadap agregat dan ketahanan terhadap air. AASHTO T 59-82 (1982) -ASTM D 244-83, 1916 race ST : Coating ability and water resistance test part 4, Philadelphia PA-19103
-AASHTO T 59-82 (1982) : Coaiting ability and water resistance test, washington D.C, 2001
SNI 03-3645-1994 2006 Rekayasa Jalan dan Jembatan
94 cara uji Berat Jenis Aspal keras 75.140
2
Metode ini untuk menentukan berat jenis aspal padat dan ter dengan piknometer. AASHTO T 288-9 -ASTM D 70-80 : Test for spesific gravity of semi solid bituminous material part II 1916 race St. Philadelphia, Pa.19103
-AASHTO T 228-79 : Specific gravity of semi solid bituminous material, washington D.C.2001
SNI 06-2441-1991 2006 Rekayasa Jalan dan Jembatan
95 cara uji CBR (California Bearing Ratio) lapangan 93.020
2
Metode ini digunakan untuk mengetahui nilai CBR (California Bearing Ratio) langsung di tempat (in place) atau bila diperlukan dapat dilakukan dengan mengambil contoh tanah asli dengan cetakan CBR (undisturb). AASHTO T-193-81 -ASTM 1989 Vol. 04, 08 : Soil and rock, building stones
-ASTM D 1452-80 (90) : Practice for soil investigation and sampling by auger
-ASTM D 4767-88 : Standard test method for consolidated-undrained Triaxial compression test on cohesive soils
-ASTM D 2435-80 : Test method for one-dimensional consolidation properties of soils
SNI 03-1738-1989 2006 Rekayasa Jalan dan Jembatan
96 Analisis daya dukung tanah fondasi dangkal bangunan air
. Baru 2004
97 Spesifikasi agregat ringan untuk beton isolasi
2
Spesifikasi ini mencakup agregat-agregat ringan yang direncanakan untuk penggunaan beton yang tidak terlindung terhadap cuaca, dimana beton yang dihasilkan mempunyai sifat mengisolasi panas ASTM C 332-97 Baru 2009 Bahan, Sain, Struktur dan Konstruksi Bangunan
98 cara uji Partikel Ringan dalam Agregat 91.100.20
2
Metode ini untuk menentukan besarnya kadar partikel ringan dalam agregat. AASHTO T 113-90 -ASTM C 123-69 : Light Weight Pieces in Aggregate
SNI 03-3416-1994 2009 Rekayasa Jalan dan Jembatan
99 Spesifikasi Bantalan Karet Untuk Perletakan Jembatan 93.040
2
Spesifikasi ini membahas persyaratan untuk bantalan karet jembatan, baik yang polos maupun yang berlapis dengan pelat penguat dan harus memiliki kemampuan untuk memuai dan menyusut akibat temperatur, berputar sudut, perubahan lawan lendut, rangkak dan susut. AASHTO M 251 - 90 -AASHTO M 251 - 90 : Standard Specification for Plain and laminated Elastomeric Bridge Bearings
SNI 03-4816-1998 2006 Rekayasa Jalan dan Jembatan
100 Metode Pengujian Tekanan Internal Rendah Sambungan Mekanik Pipa Polietilena (PE) dan sambungan 23.040.20
1
Metode ini mencakup pengujian tekanan internal rendah sambungan mekanik pipa PE dani sambungan untuk jaringan dan distribusi air minum SNI 19-6778-2002 2008 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
101 Spesifikasi Cincin Karet Sambungan Pipa Air Minum, Air Limbah dan Air Hujan 23.040.80
1
Spesifikasi ini mencakup sambungan pipa air minum, pipa air limbah, dan pipa air hujan dengan menggunakan cincin karet SNI 06-4828-1998 2008 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
102 Spesifikasi Pipa Polietilen (PE) dan Sambungannya Untuk Air Minum 23.040.20
1
Spesifikasi ini mencakup sambungan air minum dengan menggunakan pipa polietilena (PE) -ISO 161/I - 1978 : Thermoplastics Pipe For The Transparant of Fluids-Nominal Outside Diameters and Nominal Pressures, Part I : Metric Series
-ISO 138/WG 2 , DP 4427.3 E 1980 : Polyethylene (PE) Pipes and Fittings for Water Supply Specification. Part I Metric Series.
-ISO TC 138/SC 2 WG 4 N 33, DP 4427.4. : Polethylene (PE) Pipes for Water Supply Specification
SNI 06-4829-1998 2008 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
103 Spesifikasi Desinfeksi Perpipaan Air Bersih 23.040.01
1
Spesifikasi ini mencakup perpipaan air bersih melalui desinfeksi AWWA B 300 -AWWA B 300 : Standard for hypochlorifes.
-Pd. M-11-1997-03 : Metode Pengujian Kadar klorin Bebas dalam Air dengan Alat Sinar tampak secara Dietil Femilindiamin ( DFD )
-SNI 06-2413-1991 : Metode Pengujian Kualitas Fisika Air.
-SNI 85,3 : Metode Pengujian Kualitas Kimia Air
-SNI 06-2431-1991 : Metode Pengujian Klorida dalam Air dengan Argentometrik Mohr.
-SNI 06-2412-1991 : Metode Pengambilan Contoh Uji Kualitas Air.
-SNI 06-3957-1995 : Metode Pengujian Jumlah Bakteri Koli Tinja Dalam Air Dengan Tabung Fermentasi.
-SNI 06-3956-1995 : Metode Pengujian Jumlah Bakteri Koli Tinja Dalam Air Dengan Saringan Membran.
SNI 19-6783-2002 2008 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
104 Metode Perhitungan Debit Sungai Harian 17.120
2
Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya debit sungai harian pada lokasi yang tidak terpengaruh oleh peninggian muka air atau aliran lahar. SNI 03-3412-1994 2007 Sumber Daya Air
105 Metode Pengukuran Debit Puncak Sungai dengan Cara Tidak Langsung. 17.120
2
Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya debit puncak sungai pada lokasi yang tidak terpengaruh oleh peninggian muka air atau aliran lahar. SNI 03-3413-1994 2007 Sumber Daya Air
106 Metode Pengukuran Debit Puncak Sungai dengan Cara Tidak Langsung. 17.120
2
Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya debit puncak sungai pada lokasi yang tidak terpengaruh oleh peninggian muka air atau aliran lahar. SNI 03-3413-1994 2007 Sumber Daya Air
107 Tata Cara Pengukuran Lubang dan Permeabilitas Geotekstil sebagai Filter dan Transisi dalam Bendungan Urugan 93.010
2
Tata cara ini mencakup pengukuran diameter lubang dan permeabilitas geotekstil sebagai filter dan transisi dalam bendungan urugan untuk memenuhi persyaratan permeabilitas geotekstil sebagai filter ICOLD Bull 55-1986 -Pd T-25-1999-03 : Tata Cara Pengukuran Dimensi Lubang dan Permeabilitas Geotekstil sebagai Filter dan Transisi dalam Bendungan Urugan
-ACI Standard 318/318 R : Building Code Requirement for Reinforced Concrete and Commentary
SNI 03-6720.2-2002 2009 Sumber Daya Air
108 Spesifikasi Pengisi Siar Muai Siap Pakai Untuk Perkerasan Dan Bangunan Beton 91.100.30
2
Spesifikasi ini membahas bahan pengisi siap pakai, ukuran dan toleransi, dan sifat fisik. AASHTO M 213-81 (90) SNI 03-4815-1998 2007 Rekayasa Jalan dan Jembatan
109 cara uji Kekakuan Tekan dan Kekakuan Geser Bantalan Karet Jembatan 93.040
2
Metode ini digunakan untuk menentukan kekakuan tekan dan kekakuan geser bantalan karet jembatan. AS 1523-1981 SNI 03-3966-1995 2009 Rekayasa Jalan dan Jembatan
110 Tata Cara Pengerukan Muara Sungai dan Pantai Bagian 4 : Pelaksanaan dan Pengawasan 93.010
2
Tata cara ini bertujuan untuk menjaga kedalaman semula yang telah mengalami kedangkalan endapan dan dipergunakan dengan alat yang ringan dengan selang waktu beberapa minggu dan paling lama beberapa tahun. BS 6349-1991 : Part 5 -BS 6349, part 5-1991 : Code of practice for dredging and land reclamation
-SNI 03-3417-1994 : Metode Penentuan Posisi Titik Perum Menggunakan Alat Penyipat Ruang.
SNI 19-6471.4-2002 2008 Sumber Daya Air
111 Metode Pembuatan Lengkung Debit dan Tabel Sungai / Saluran Terbuka dengan Analisa Grafis. 17.040.01
2
Standar ini menetapkan cara pembuatan lengkung debit dan laporan perpanjangan lengkung debit pada metode ini menggunakan cara perhitungan luas kecepatan analisa grafis dalam metode ini menggunakan cara aritmatik pembuatan lengkung debt pada sungai/saluran terbuka yang mempunyai penampang kendali reltif stabil dan aliran tidak melimpah pembuatan lengkung debit pada sungai saluran terbuka yang tidak terpengaruh oleh peninggian muka air atau aliran lahar pembuatan tabel aliran berdasarkan lengkung debit USGS 1965, Book I, Chapter 12, -SNI M-17-1989-F : Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka
SNI 03-2822-1992 2010 Sumber Daya Air
112 Tata Cara desain Geotekstil sebagai Filter dan Transisi dalam Bendungan Urugan 93.010
2
Standar ini mencakup tata cara pemasangan geotekstil sebagai filter dan transisi dalam bendungan urugan dan meliputi permasalahan konstruksi geotekstil dan persyaratan kekuatan serta ketahanan geotekstil ICOLD Bull 55-1986 -Pd T-25-1999-03 : Tata Cara Pengukuran Dimensi Lubang dan Permeabilitas Geotekstil sebagai Filter dan Transisi dalam Bendungan Urugan
SNI 03-6720.3-2002 2009 Sumber Daya Air
113 Tata Cara Pengukuran Lubang dan Permeabilitas Geotekstil sebagai Filter dan Transisi dalam Bendungan Urugan 93.010
2
Tata cara ini mencakup pengukuran diameter lubang dan permeabilitas geotekstil sebagai filter dan transisi dalam bendungan urugan untuk memenuhi persyaratan permeabilitas geotekstil sebagai filter ICOLD Bull 55-1986 -Pd T-25-1999-03 : Tata Cara Pengukuran Dimensi Lubang dan Permeabilitas Geotekstil sebagai Filter dan Transisi dalam Bendungan Urugan
-ACI Standard 318/318 R : Building Code Requirement for Reinforced Concrete and Commentary
SNI 03-6720.2-2002 2007 Sumber Daya Air
114 Tata Cara Kalibrasi Manometer Bourdon dengan Alat Dead Weight Tester 93.010
2
Tata cara ini meliputi petunjuk pelaksanaan dalam melakukan kalibrasi alat pengukur tekanan (manometer) jenis Bourdon, manometer yang telah dikalibrasi akan memberikan koreksi terhadap pembacaan/pengukuran yang dilakukan -Acuan SNI 19-6463-2000 : Tata cara kalibrasi manometer ini, mengacu pada pelaksanaan kalibrasi yang saat ini dilakukan pada laboratorium Mekanika Tanah. Balai Bangunan Hidraulik dan Geoteknik Keairan, Pusat Litbang Teknologi Sumber Daya Air
SNI 19-6463-2000 2009 Sumber Daya Air
115 Tata Cara Pemilihan Metode Uji Sifat Hidraulik Akuifer Dengan Teknik Sumur. 93.010
2
Tata cara ini meliputi ketentuan, cara pemilihan, dan laporan. Pemilihan metode penentuan sifat hidraulik dari akuifer (yakni transmisivitas T dan koefisien kandungan S) dengan memakai data uji pemompaan dan data uji kolom air di lapangan. ASTM D 4043-96 (2004) SNI 19-6744-2002 2008 Sumber Daya Air
116 Cara Uji Sifat Hidraulik Akuifer Dengan Cara Theis. 19.020
2
Standar ini meliputi ketentuan, cara pengerjaan, dan laporan. Penentuan sifat hidraulik yaitu transmisivitas T dan koefisien kandungan S dari akuifer tertekan tunggal, yang tersusun dari batuan atau media berbutir yang tak padu dan bersifat menerus, dengan cara analisis Jacob (yang merupakan modifikasi dari cara Theis) terhadap data uji pemompaan atau data uji penginjeksian di lapangan. -ASTM D 4106-91.1994 : Standat Test Method (Analytical Procedure ) for Determining Transmissivity and Storage Coefficient of Nonleaky Confined aquifers by the Theis Nonequilibrium Method
SNI 19-6743-2002 2008 Sumber Daya Air
117 Metode Eksplorasi Awal Air Tanah dengan Cara Geolistrik Wenner. 93.010
2
Metode ini digunakan dalam pengukuran tahanan jenis perlapisan batu atau tanah di bawah permukaan tanah dengan susunan elektroda Wenner. ASTM D 19108, 14 -ASTM 1975 : Annual Book of ASTM Standard, PArt 14, Concrete and Mineral Agregates, 1916 Race St., Philadelphia, pa.19103
-DPU 1987 : Tata Cara Perancangan Penaggulangan Longsoran, SKBI No.2.3.06.1987, Yayasan Badan Penerbit PU, Jakarta
SNI 03-2528-1991 2009 Sumber Daya Air
118 Tata Cara Pelapisan Epoksi Cair untuk Bagian dalam dan Luar pada Perpipaan air dari Baja 87.020
2
Tata cara ini mencakup perpipaan air dari baja yang menggunakan pelapis luar dan dalam dengan epoksi cair Standar ini mencakup bahan dan persyaratan pelaksanaan pada sisitem pelapisan epoksi cair, hal ini sesuai untuk digunakan pada air bersih dan akan melindungi perpipaan terhadap korosi pada bagian dalam dan luar pada pipa baja, bagian khusus, sambungan las, dan sambungan yang dipasang di bawah tanah atau atau terendam air, pada kondisi konstruksi normal. Sistem Pelapisan ini tidak digunakan bagi pipa yang belum ditekuk dan terpasang. Sistem pelapisan terdiri dari satu lapisan dasar berupa dua lapisan epoksi, dan satu atau lebih lapisan penutup berupa dua lapis epoksi. Lapisan penutup ini dapat menggunakan ter batu bara sebagai pelapis epoksi, atau menggunakan pelapis epoksi yang tidak mengandung ter batu bara, tetapi memenuhi persyaratan standar ini. Sistem pelapisan dapat terdiri dari dua atau lebih lapisan epoksi yang sama tanpa menggunakan lapisan daasar. Sisitem pelapisam harus disesuai kan dengan persyaratan kinerja dalam standar ini. Sistem pelapisan dapat dilakukan di pabrik atau di lapangan, sedangkan untuk pengelasan sambungan dan kerusakan permukaan dilakukan di lapangan. Sistem pelapisan ini pada umumnya dilakukan untuk perpipaan air bersih SSPC PA 2 -SSPC PA 2 : Method for Measurement of Dry Paint Thickness with Magnetic Gages
-AWWA C 203 : Standard for Coal - Tar Protective Coating and linings for Steel Water Pipelines - Enamel and Tape Hot - Applied
-AWWA C 209 : Standard for cold Applied Tape Coating for the Exterior of Special Section. Connections, and Fitting for steel water Pipelines.
-ASTM G 8-79 : Test Cathodic Disbonding of Pipelines Coating
-ASTM G 17-83 : Test for Penetration Resistance of Pipeline Coating ( blum Road )
-NACE-TM-01-75 : Visual Standard for Susfaces of New Steel Air Blast Cleaned with Sand Abrasive
-SSPC SP 1 : Surface Preparation Specification No 1 Solvent cleaning
-SSPC SP 7 : Brush off Blast Cleaning
-SSPC SP 10 : Surface Preparation Specification No 10 Near - White Blast Cleaning
-APHA, AWWA, WPCF. : Standard Methods for the Examination of Water Wastewater,
SNI 07-6398-2000 2008 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
119 Tata cara Penentuan Posisi Titik Perum Menggunakan Alat sifat Ruang. 17.040
Metode ini digunakan untuk menentukan posisi titik perum di perairan pantai, sungai, danau, muara dan saluran navigasi menggunakan dua buah alat penyipat ruang SNI 03-3417-1994 2007 Sumber Daya Air
120 Cara uji kepadatan tanah dan batuan di lapangan dengan cara penggantian volume air pada sumur uji 93.020
2
Cara uji ini mencakup penentuan kepadatan tanah dan batuan di lapangan dengan cara menghitung berat isi material yang menggunakan air dalam mengisi sumur uni untuk menentukan volume sumur uji; Cara uji ini dipakai untuk menentukan berat isi material di lapangan yang dipadatkan pada konstruksi timbunan tanah, urugan jalan dan urugan bangunan. Untuk mengontrol konstruksi, metode ini dapat dipakai sebagai dasar untuk menilai material yang telah dipadatkan untuk mencapai berat isi tertentu atau prosentase berat isi maksimum yang telah ditentukan oleh cara uji di laboratorium; Cara uji ini dapat digunakan untuk menentukan berat isi material di lapangan dari endapan tanah alami, agregat, campuran tanah, atau material lain yang serupa; Cara uji ini mencakup dua prosedur yaitu prosedur – A (berat isi total material), dan prosedur – B (berat isi fraksi kontrol dan fraksi yang berbutir lebih besar). Cara ini mencakup penentuan kepadatan tanah dan batuan di lapangan dengan cara menghitung berat isi material menggnakan air dalam kondisi sumur uji untuk menentukan volume sumur uji. Cara uji ini dipakai untuk mennetukan berat isi material di lapangan o Cara uji ini dapat digunakan untuk menentukan berat isi material di lapangan dari endapan tanah alami, agregat, campuran tanah, atau material lain yang serupa; o Cara uji ini mencakup dua prosedur yaitu prosedur - A (berat isi total material), dan prosedur - B (berat isi fraksi kontrol dan fraksi yang berbutir lebih besar). ASTM D 5030-04 : -SNI 03-1976-1990 : Metode Koreksi untuk Pengujian Pemadatan Tanah yang Mengandung Butir Kasar Judul direvisi menjadi :Metode koreksi untuk pengujian pemadatan tanah yang mengandung butir kasar
-SNI 03-1965-1990 : Metode Pengujian Kadar Air Tanah Judul direvisi menjadi :Cara Uji Penentuan Kadar Air untuk Tanah dan Batuan di Laboratorium
-SNI 06-2423-1991 : Metode Pengujian Keasaman dalam Air dengan Potensiometrik
-SNI 03-1973-1990 : Metode Pengujian Berat Isi Beton Judul Di Revisi Menjadi : Cara Uji Berat Isi, Volume Produksi Campuran dan Kadar Udara Beton
-SNI 03-1964-1990 : Metode Pengujian Berat Jenis Tanah Judul direvisi menjadi :Cara Uji Berat Jenis Tanah
-SNI 03-1742-1989 : Metode Pengujian Kepadatan Ringan untuk Tanah Judul direvisi menjadi :Cara Uji Kepadatan Ringan untuk Tanah
-SNI 03-1971-1990 : Metode Pengujian Kadar Air Agregat Judul direvisi menjadi:Cara uji kadar air total agregat dengan pengeringan
SNI 03-6872-2002 2010 Sumber Daya Air
121 Cara uji kelulusan air di laboratorium untuk tanah berbutir kasar dengan tinggi tekan tetap (PNPS 2010) 19.120
2
Cara uji ini meliputi penentuan koefisien kelulusan air dengan metode tinggi tekan tetap untuk aliran laminar dari air tanah yang melalui lapisan tanah berbutir kasar. Prosedur ini menetapkan koefisien kelulusan yang mewakili tanah berbutir kasar yang mungkin terjadi di dalam alam seperti timbunan atau apabila digunakan sebagai pondasi perkerasan. Untuk membatasi pengaruh konsolidasi selama pengujian, prosedur ini dibatasi untuk tanah berbutir kasar terganggu tidak lebih dari 10 % yang melewati saringan ukuran 75 ?m (No. 200) ASTM D 2434 -ASTM D 2049 : Test Method for Relative Density of Cohesionless Soils
-SNI 03-2423-1994 : Cara Uji Analisa Ukuran Partikel Tanah
SNI 03-6871-2002 2010 Sumber Daya Air
122 Cara uji kelulusan air di laboratorium untuk tanah berbutir halus dengan tinggi tekan menurun 19.120
2
Cara uji ini mencakup cara uji kelulusan air di laboratorium untuk tanah berbutir halus yang mempunyai kelulusan air sedang sampai dengan rendah, misalnya tanah lanauan atau lempengan, baik contoh tanah tidak terganggu maupun contoh yang dipadatkan kembali. ASTM D 4320-04 : -Acuan 1981 : Manual of Soil laboratory testing, Vol.2, K.H. Head, Chapter 10,1981
SNI 03-6870-2002 2009 Sumber Daya Air
123 Cara Uji Kelulusan Hidraulik Khususnya Gambut Jenuh Air (Tinggi Tekan Tetap) 19.020
2
Metode ini digunakan untuk penentuan kelulusan hidraulik (permeabilitas) pada benda uji gambut dalam keadaan jenuh air (benda uji gambut berbentuk silinder untuk dengan kelulusan hidrauliknya lebih besar dari 1 x 10 -5 cm/detik ASTM D 4511-00 : -SNI 03-4148-1996 : Spesifikasi Tabung Dinding Tipis Untuk Pengambilan Contoh Tanah Berkohesi Tidak Terganggu.
-ASTM D 653 : Terminology Relating to Soil, Rock and Contained Fluids
-ASTM D 4220 : Practice for Preserving and Transporting Soil Samples
-ASTM D 2974 : Test Method for Moisture, Ash and Organic Matter of Peat and Other Organic Soils (RSNI) sedang disusun
-SNI 03-2435-1991 : Metode Pengujian Laboratorium Tentang Kelulusan Air untuk Contoh Tanah Judul direvisi menjadi : Cara uji kelulusan air benda uji tanah di laboratorium dengan tekanan tetap
-PTM : Dokumen "National Research Council of Canada" : Peat Testing Manual
SNI 03-6800-2002 2008 Sumber Daya Air
124 Cara Uji Kadar Semen pada Campuran Semen Tanah dengan Analisis Kimia 19.020
2
Standar ini menetapkan pengujian untuk mengetahui kadar semen dari semen tanah yang sudah mengeras dengan cara analisa kimia di laboratorium. ASTM D 806-89 SNI 03-6791-2002 2008 Sumber Daya Air
125 Tata cara perencanaan dan pemasangan Sprinkler otomatik 13.220.10
1
Digunakan untuk memberikan persyaratan minimum pada pemasangan springkler dalam upaya pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan rumah dan gedung FOC (design) 1974 -FOC (design) 1974 : Fire Offices Committe (Foreign)Rules for Automatic Sprinkler Installation, 1974
-NFPA 13 : Installation of Sprinkler System, 1994 Edition, National Fire Protection Association (sebagai pembanding)
SNI 03-3989-2000 2008 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
126 Tata Cara perencanaan dan pemasangan sistem pipa tegak dan slang kebakaran 13.220.20
1
Tata cara ini digunakan sebagai panduan dalam pemasangan sistem hidran untuk memberikan persyaratan minimum pada pemasangan sistem hidran dalam upaya pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan rumah dan gedung NFPA 14 -NFPA 14 : Standard for the Installation of Standpipe and Hose Systems, 1996 Edition
-Acuan SNI 03-1745-2000 : Fire Safety Bureau, Singapore Civil Defence Force, "Fire Precautions in Buildings 1997"
-NFPA 20 : Standar for the installation of stationary pumps for fire protection, 1999, edition, National Fire Protection Association
-ASTM E 380-93 : Practice for Use of the International System of Units (SI) (The Modernized Metric System)
-NFPA 24 : Standard for Instalation of Private Fire Service Mains and their appurtenances, 1995 edtion
-NFPA 25 : Standard for Inspection, testing and Maintenance of Water Based Fire Protection System, 1995 edition
-NFPA 22 : Standard for Water tanks for Privete Protection, 1996 edition
SNI 03-1745-2000 2008 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
127 Metode uji analisis stress pekerjaan konstruksi sistem penyediaan air minum 91.100
1
Metode ini mencakup pengujian stress pekerjaan terhadap sistem penyediaan air minum dan pekerjaan konstruksi jaringan air minum Baru 2008 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
128 Tata cara perancangan lingkungan permukiman aman terhadap kejahatan 91.100
1
Tata cara ini mencakup rancangan penataan bangunan dan penataan lingkungan permukiman yang andal serta memilik dampak psikologis dan pembentukan karakter lingkungan yang sehat Baru 2008 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
129 Tata cara identifikasi kebutuhan infrastruktur permukiman di kawasan perbatasan 91.100
1
Tata cara ini mencakup pola penanganan dan prioritas penanganan kebutuhan infrastruktur permukiman sesuai karakter kawasan Baru 2008 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
130 Tata cara perencanaan bangunan dan lingkungan rumah susun hemat energi 91.100
1
Tata cara ini mencakup perencanaan bangunan dan lingkungan dengan memperhatikan kaidah arsitektur dan konservasi energi pada bangunan rumah susun Baru 2008 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
131 Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk bangunan gedung 91.100
1
Tata cara ini meliputi persyaratan-persyaratan umum serta ketentuan teknis perencanaan dan pelaksanaan struktur beton pracetak dan prategang untuk bangunan gedung atau stuktur bangunan lain yang mempunyai kesamaan karakter dengan struktur bangunan gedung Baru 2009 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
132 Cara uji daktilitas aspal 75.140
2
Metode ini digunakan untuk menentukan daktilitas dari bahan-bahan aspal. AASATHO T 51-89 -ASTM D 113-69 : Ductility of bituminous materials vol. 11, philadelphia, Pa 19103
-AASHTO T 51-81 : Ductility of bituminous materials, washington D.C 2001
SNI 06-2432-1991 2006 Rekayasa Jalan dan Jembatan
133 Cara uji Titik Nyala dan Titik Bakar aspal dengan cleveland Open Cup. 75.140
2
Standar ini untuk mendapatkan besaran titik nyala dan titik bakar bahan aspal dengan cleveland open cup. AASHTO T 48-89 -ASTM D 92-78 : Standard methods for flash and fire points by cleveland open cup, philadelphia, Pa. 19103
-AASHTO Designation : T 48-81 : Standard method of test for flash and fire points by cleveland open cup, washington, D.C 2001
SNI 06-2433-1991 2006 Rekayasa Jalan dan Jembatan
134 Metode Pengujian Campuran Beraspal dengan Alat Marshall (RSNI M-01-2003) 75.140
Metode ini digunakan untuk pengujian campuran aspal dengan alat Marshall . AASHTO T 245-82 -AASHTO T 245-82 : Resistence to plastic flow of bituminous mixtures using marshall apparatus, standard methods of sampling and testing, part II, washington D.C
SNI 06-2489-1991 2002 Rekayasa Jalan dan Jembatan
135 Cara uji Potensi Pengembangan atau Penurunan Satu Dimensi Tanah Kohesif 19.020
Metode ini mencakup 3 alternatif metode pengujian laboratorium untuk penentuan besarnya pengembangan atau penurunan tanah kohesif yang relatif tak terganggu atau yang dipadatkan ASTM D 4546-03 -ASTM D 3550 : Practice for Ring-Lined Barrel Sampling of Soils
-ASTM D 4546-03 : One dimensions swell or settlement potential of cohesive soil.
-ASTM D 653 : Terminology Relating to Soil, Rock and Contained Fluids
-ASTM D 4220 : Practice for Preserving and Transporting Soil Samples
-ASTM D 3877 : Test Method for One-Dimensional Expansion, Shrinkage, and Uplift Pressure of Soil-Lime Mixtures
-SNI 03-3423-1994 : Metode Pengujian Analisis Ukuran Butir Tanah Dengan Alat Hidrometer. Judul direvisi menjadi :Cara Uji Analisis Ukuran Butir Tanah
-SNI 03-2812-1992 : Metode Pengujian Konsolidasi Tanah Satu Dimensi. Judul direvisi menjadi :Cara uji konsolidasi tanah satu dimensi
-SNI 03-1742-1989 : Metode Pengujian Kepadatan Ringan untuk Tanah Judul direvisi menjadi :Cara Uji Kepadatan Ringan untuk Tanah
-SNI 03-1743-1989 : Metode Pengujian Kepadatan Berat untuk Tanah Judul direvisi menjadi :Cara Uji Kepadatan Berat untuk Tanah
-SNI 03-1966-1990 : Metode Pengujian Batas Plastis Tanah Judul direvisi menjadi :Cara Uji Penentuan Batas Plastis dan Indeks Plastisitas Tanah
-SNI 03-1967-1990 : Metode Pengujian Batas Cair dengan Alat Casagrande Judul direvisi menjadi :Cara Uji Penentuan Batas Cair untuk Tanah
SNI 13-6424-2000 2006 Sumber Daya Air
136 Tata cara Pembuatan dan Perawatan Benda Uji Beton di Laboratorium 91.100.30
Metode ini digunakan untuk pembuatan dan perawatan benda uji beton di laboratorium agar memenuhi syarat ASTM C 192-90a -Dir. Penyelidikan Masalah Bangunan 1971 : Peraturan Beton Bertulang Indonesia (PBI)
-ASTM Standard 1988 : Standard Practice For Making and Curing Test Specimens in The Laboratory Nb.C-192-88 Philadelphia
SNI 03-2493-1991 2007 Rekayasa Jalan dan Jembatan
137 Cara uji kuat tekan beton dengan benda uji silinder yang dicetak 91.100.30
Metode ini digunakan untuk menentukan kuat tekan (compressive Strength) beton dengan benda uji berbentuk silinder yang dibuat dan dimatangkan (curring) di laboratorium maupun di lapangan. ASTM C 192-90a -ASTM C 138-71 : Test for Unit Weight,Yield and AIr Content (Granimetric) of Concrete. Philadelphia PA-19103
-ASTM T C 191-69 : Making and Curing Concrete Tst Specimens in the Laboratory
SNI 03-1974-1990 2008 Rekayasa Jalan dan Jembatan
138 Koreksi untuk butiran kasar dalam uji kepadatn tanah 93.020
Metode ini digunakan untuk mengoreksi nilai kepadatan maksimum yang didapat dari pengujian pemadatan yang dilakukan berdasarkan: SNI 03-1743-1989 dan SNI 03-1741-1989, yaitu jika bahan berbutir kasar yang tertahan saringan No. 4 berbeda dengan pengujian kepadatan di lapangan. AASHTO T 224-86 -AASHTO T 224-67 : Standard Methods of Sampling and Testing, Correction for Coarse Particles in The Soil Compaction Test, Washington D.C., 2001
SNI 03-1976-1990 2007 Rekayasa Jalan dan Jembatan
139 Tata Cara Pelaksanaan Stabilisasi Tanah dengan semen portland untuk jalan 93.080.10
Tata cara ini digunakan untuk mendapatkan hasil pelaksanaan stabilisasi tanah dengan kapur di lapangan yang sesuai dengan perencanaan. SNI 1942-1989-F -SNI 1724-1989-F : Tata Cara Perencanaan Hidrologi dan Hidraulik untuk bangunaan di sungai
SNI 03-3439-1994 2008 Rekayasa Jalan dan Jembatan
140 Tata cara Pengambilan Contoh Muatan Sedimen Melayang di Sungai Dengan Cara Integrasi Kedalaman Berdasarkan Pembagian Debit 13.060.45
Metode ini digunakan untuk pengambilan contoh muatan sedimen layang di sungai untuk memperoleh contoh air yang mengandung muatan sedimen melayang di sungai SNI 03-3414-1994 2006 Sumber Daya Air
141 Cra uji Kuat Lentur Beton Normal Dengan Dua Titik Pembebanan 19.020
Metode ini digunakan untuk memperoleh nilai kuat lentur beton normal guna keperluan perencanaan dan pelaksanaan. JIS A 1106-1964 -JSA A 1106-1964 : Method Of Test For Flexural Strength Of Concrete
-SNI 03-2493-1991 : Metode Pembuatan dan Perawatan Benda Uji Beton di Laboratorium judul direvis menjadi Tata cara pembuatan dan perawatan benda uji beton di laboratorium agar memenuhi syarat
SNI 03-4431-1997 2007 Sumber Daya Air
142 Cara uji abrasi beton di Laboratorium. 19.020
Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya koefisien abrasi beton di Laboratorium yang akan dipakai sebagai pembanding dengan nilai abrasi pada bangunan air akibat aliran nilai sedimen. JIS C 418, 1963 -JSA A.1128-1975 : Method of Test For Air Content Of Fresh Concrete by Preasure Method
-SNI 03-2493-1991 : Metode Pembuatan dan Perawatan Benda Uji Beton di Laboratorium judul direvis menjadi Tata cara pembuatan dan perawatan benda uji beton di laboratorium agar memenuhi syarat
-SNI 1969-1990-F : Metode Pengujian Tentang Analisis Saringan Agregat Halus dan Kasar
-SNI 03-2458-1991 : Metode Pengambilan Contoh untuk Campuran Beton SegarJudul direvisi menjadi :Tata Cara Pengambilan Contoh Uji Beton Segar
-JSA A.1123-1963 : Method of Making and Curing Concrete Specimens
SNI 03-3419-1994 2006 Sumber Daya Air
143 Tata cara perencanaan struktural baja canai dingin
2
Tata cara ini mengatur persyaratan minimum untuk mendesain komponen struktur yang dibentuk secara canai dingin dari bahan baja karbon atau low alloy berbentuk lembaran strip pelat atau pun batangan dengan ketebalan tidak lebih dari 25 mm serta digunakan untuk memikul beban pada bendungan Baru 2009 Bahan, Sain, Struktur dan Konstruksi Bangunan
144 Spesifikasi bahan kering bersifat semen cepat mengeras dalam kemasan untuk perbaikan beton
2
Standar ini mencakup campuran kering bahan-bahan bersifat semen dari mortar atau beton yang cepat mengeras untuk perbaikan lapisan beton semen hidrolis dan struktur yang telah mengeras. Bahan-bahan yang mengandung senyawa organis seperti bitumen, epoksi resin, dan polyester tidak termasuk sebagai bahan pengikat Baru 2009 Bahan, Sain, Struktur dan Konstruksi Bangunan
145 Cara Uji Berat Jenis Aspal Padat 75.140
2
Metode ini untuk menentukan berat jenis aspal padat dan ter dengan piknometer. AASHTO T 288-9 -ASTM D 70-80 : Test for spesific gravity of semi solid bituminous material part II 1916 race St. Philadelphia, Pa.19103
-AASHTO T 228-79 : Specific gravity of semi solid bituminous material, washington D.C.2001
SNI 06-2441-1991 2007 Rekayasa Jalan dan Jembatan
146 Tata cara pencegahan serangan rayap pada bangunan rumah dan gedung 91.120.99
1
Tata cara ini mencakup tindak pencegahan serangan rayap terhadap komponen struktur dan non struktur yang menggunakan bahan bangunan kayu Australian Standard 1981 -Australian Standard 1981 : Soil Treatment For Building Under Construction For Protection Againts Subterranean Termites
SNI 03-2405-1991 2008 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
147 Tata Cara Pencegahan Rayap Pada Pembuatan Bangunan Rumah dan Gedung 91.120.99
1
Tata cara ini bertujuan untuk melindungi bangunan rumah dan gedung yang akan didirikan terhadap serangan rayap, agar keseragaman dan upaya efektifitas dapat tercapai SNI 03-2404-1991 2008 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
148 Spesifikasi Beton Siap Pakai 91.010
1
Spesifikasi terhadap komponen struktur dan non struktur yang menggunakan bahan bangunan beton siap pakai SNI 03-4433-1997 2008 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
149 Metode Pengujian Slump Beton 91.100.30
2
Metode ini mencakup pengujian terhadap beton untuk komponen struktur dan non struktur bangunan ASSHTO T 119-74 -ASSHTO T 119-74 : Slump of Portland Cement Concrete. Washington, D.C.
-ASTM 143-71 : Test for Slump of Portland Cement Concrete. Philadelphia PA-19103
SNI 03-1972-1990 2007 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
150 Spesifikasi Karet Spon Sebagai Bahan Pengisi Siar Muai Pada Perkerasan Beton dan Konstruksi Bangunan 83.140.99
2
Spesifikasi ini digunakan untuk menilai mutu karet spon dan bertujuan untuk mendapatkan mutu karet spon yang memenuhi persyaratan fisik yang digunakan sebagai bahan pengisi siar muai pada perkerasan beton dan konstruksi bangunan. AASHTO M 153-84 SNI 03-4432-1997 2007 Rekayasa Jalan dan Jembatan
151 Spesifikasi Tiang Pancang Beton Pracetak Untuk Ponda-si Jembatan, Ukuran (30x30, 35x35, 40x40) cm2 Panjang 10-20 meter Dengan Baja Tulangan Bj 24 dan BJ 40 93.040
2
Spesifikasi ini digunakan dalam membuat pondasi tiang pancang beton untuk pondasi jembatan yang bertujuan untuk memudahkan bagi perencana dan pelaksana pembangunan jembatan sehingga tercapai efisiensi waktu, bahan dan keseragaman mutu konstruksi. Hasil Litbang SNI 03-4434-1997 2007 Rekayasa Jalan dan Jembatan
152 Spesifikasi Bahan Penutup Sambungan Beton Tipe Elastis Tuang Panas 91.100.30
2
Spesifikasi ini digunakan sebagai bahan penutup sambungan beton tipe elastis tuang panas yang digunakan untuk menutup celah sambungan pada jalan beton, jembatan, dan bangunan lainnya. AASHTO M 173-84 SNI 03-4814-1998 2007 Rekayasa Jalan dan Jembatan
153 Pedoman teknis pemeriksaan keselamatan kebakaran bangunan gedung
. Baru 2004
154 Tata Cara Pengklasifikasian Tanah Dengan Cara Unifikasi Tanah 93.020
2
Tata cara ini menguraikan sistem klasifikasi tanah mineral dan mineral organik untuk keperluan teknik. Klasifikasi ini berdasarkan hasil pengujian laboratorium tentang penentuan karakteristik ukuran butir, batas cair dan indeks plastisitas ASTM D 2487-93 -ASTM D 1140 : Test Method for Emount of Material in Soils Finner than the No. 200 (75-Um) Sieve
-ASTM D 2216 : Test Method for Laboratory Determination of water (Moisture) Content of Soil and Rock
-ASTM C 117 : Test Method for Material Finner Than 75-Um (No. 200) Sieve in Mineral Agregats By Washing
-ASTM C 136 : Method for Sieve Analysis of Fine and Coarse Agregates
-ASTM D 421 : Practice for dry Preparation of Soil Sample for Particel-Size Analysis and Determination of soil constans
-ASTM D 2488 : Practice for Description and identification of Soils (Visual-Manual Procedure)
-ASTM D 2217 : Practice for Wet preparation of Soil Samples for Partcel-Size Analysis and Determination of Soil Constants
-ASTM D 4083 : Practice for Description and Identification of Soils (Visual-Manual Procedure)
-ASTM D 4318 : Test Method for Liquid Limit, Plastic Limit, and Plasticity Index of Soils
-ASTM D 4427 : Clasification of Peat Samples by Laboratory Testing
-ASTM, 1987 D 420, 2488, 2607,4083 : - Guide for investigating and sampling soil and ock - Practice for description and identification of soil (visual-manual procedure) -
-ASTM D 653 : Terminology Relating to Soil, Rock and Contained Fluids
-ASTM E 11 : Specification For Wire-Cloth Sieves for testing Purposes
-ASTM D-422-72, 1916 : American Society for Testing and Materials 1972, Particle Size Analysis of Soils, Race st. Philadelphia, Pa. 19103
-ASTM C 702 : Practice For Reducing Field Samples Of Aggregate To Testing Size 2
SNI 03-6371-2000 2007 Rekayasa Jalan dan Jembatan
155 Spesifikasi Agregat Lapis Pondasi Bawah, Lapis Pondasi Atas dan Lapis Permukaan 91.100.20
2
Spesifikasi ini meliputi mutu dan gradasi campuran lempung berpasir, kerikil, batu atau slag hasil penyaringan, atau pasir, sirtu pecah yang terdiri atas kerikil, batu pecah atau slag dengan atau tanpa tanah pengikat atau kombinasi dari bahan tersebut untuk digunakan pada bahan lapis pondasi bawah, lapis pondasi, dan lapis permukaan. AASHTO M 147-65 (1990) -AASHTO M 147-65 (1990) : Material for aggregate and soil-aggregate subbase, base and surface courses
-SNI 03-2417-1991 : Metode Pengujian Keausan Agregat dengan Mesin Abrasi Los Angeles Judul direvisi menjadi :Cara Uji Keausan Agregat dengan Mesin Abrasi Los Angeles
-SNI 06-4170-1996 : Spesifikasi Kalsium Khlorida untuk mempercepat penegrasan beton
SNI 03-6388-2000 2007 Rekayasa Jalan dan Jembatan
156 Tata Cara Pengambilan Contoh Aspal 93.080.20
2
Tata cara ini digunakan untuk pengambilan contoh aspal di Pabrik, tempat penyimpanan atau saat pengiriman. ASTM D 140 -ASTM D 346 : Practice for Collection and Preparation of Coke Samples for Laboratory Analysis
-ASTM D140 : Practice for sampling bituminous materials
SNI 03-6399-2000 2007 Rekayasa Jalan dan Jembatan
157 Spesifikasi Pipa Beton untuk Saluran Air Limbah, Saluran Air Hujan dan Gorong-Gorong 91.140.80
1
Spesifikasi ini mencakup saluran air limbah, air hujan, dan gorong-gorong dengan pipa beton Spesifikasi ini meliputi pipa beton yang tidak bertulang untuk mengalirkan air limbah rumah tangga, limbah industri, air hujan dan untuk gorong-gorong. Spesifikasi ini berlaku untuk pabrik dan perdagangan dan tidak termasuk persyaratan untuk lapisan dasar pipa, penimbunan atau hubungan antara kondisi lapangan dengan klasifikasi kekuatan pipa. SNI 03-6368-2000 2008 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
158 Spesifikasi untuk air pencampur yang digunakan dalam produksi semen hidraulik
2
Spesifikasi ini mencakup persyaratan komposisi dan kinerja air yang digunakan sebagai air pencampur dalam beton semen hidraulik Baru 2009 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
159 "Getar mekanik dan kejut - Evaluasi dari paparan manusia an pad seluruh badan Bagian 1 : Persyaratan umum "
2
Standar ini mendefinisikan metoda untuk pengukuran getaran seluruh badan secara periodik, acak, dan transien Baru 2009 Bahan, Sain, Struktur dan Konstruksi Bangunan
160 Spesifikasi material konstruksi beton pracetak dan prategang untuk bangunan gedung
Spesifikasi material ini dimaksudkan sebagai acuan standar material utama dan tambahan dalam pembuatan konstruksi beton pracetak dan prategang untuk bangunan gedung Baru 2009 Bahan, Sain, Struktur dan Konstruksi Bangunan
161 "Getaran mekanik dan kejut - Evaluasi dari paparan manusia terhadap getaran pada seluruh badan Bagian 2 : Getaran pada bangunan gedung ( 1 Hz sampai 80 Hz). "
2
Standar ini menyangkut paparan manusia terhadap getaran dan kejut dari seluruh badan pada bangunan gedung berkenaan dengan kenyamanan dan gangguan terhadap penghuninya Baru 2009 Bahan, Sain, Struktur dan Konstruksi Bangunan
162 Akustik - Penentuan paparan kebisingan di tempat kerja dan perkiraan kemunduran pendengaran karena kebisingan
2
Standar ini menetapkan metoda untuk menghitung pergeseran ambang batas permanen terinduksi – kebisingan yang terjadi pada tingkat ambang batas pendengaran populasi dewasa yang disebabkan berbagai tingkat dan durasi paparan kebisingan Baru 2009 Bahan, Sain, Struktur dan Konstruksi Bangunan
163 Spesifikasi sentent untuk sambungan pada perkerasan beton semen
2
Spesifikasi ini mencakup tipe elastometer penguapan panas daya tahan terhadap pelapukan joint sealant digunakan untuk mengisi sambungan dan celah pada perkerasan beton semen Baru 2010 Rekayasa Jalan dan Jembatan
164 Cara Uji Kuat Tekan Beton Ringan Isolasi 91.100.30
2
Metode ini digunakan untuk menentukan kuat tekan beton isolasi ringan di lapangan Cara uji ini mencakup persiapan benda uji dan prosedur pengujian kuat tekan beton ringan isolasi dengan berat isi dalam kondisi kering oven tidak lebih dari 800 kg/m3. Cara uji ini mencakup persiapan dan pengujian untuk benda uji berbentuk silinder dengan ukuran 75 mm x 150 mm. SNI 03-3421-1994 2005 Bahan, Sain, Struktur dan Konstruksi Bangunan
165 Penggunaan agregat slag besi dan baja untuk campuran beraspal panas
. Baru 2004
166 Penyelidikan air minum berbasis masyarakat (PAM BM) 3. Pembiayaan
. Baru 2004
167 Pedoman pelaksanaan pekerjaan beton untuk jalan dan jembatan
. Baru 2004
168 Cara Uji Penyelimutan dan pengelupasan pada campuran agregat aspal 75.140
2
Standar ini menetapkan cara untuk menguji ketahanan penyelimutan film aspal pada permukaan suatu agregat. Pengujian ini diterapkan pada aspal cair, aspal emulsi, dan aspal semi padat. AASHTO T 182-84 SNI 03-2439-1991 2005 Rekayasa Jalan dan Jembatan
169 Tata Cara Pengoperasian dan Perawatan Instalasi Saringan Pasir Lambat.
Tata cara ini digunakan untuk memperoleh lama masa operasi saringan yang optimum, kuantitas dan kualitas air olahan sesuai perencanaan SNI 03-3982-1995 2005 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
170 Pedoman Pengunaan Asbuton Campuran dingin dengan Aspal emulsi 93.080.10
Tata cara ini bertujuan untuk menyeragamkan cara pelaksanaan LASBUTAG agar diperoleh penggunaan bahan dan waktu yang efisien serta memenuhi mutu yang ditentukan. SNI 03-2852-1992 2005 Rekayasa Jalan dan Jembatan
171 Standar Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Jembatan 93.040
2
Standar ini digunakan untuk merencanakan struktur jembatan tahan gempa sehingga kerusakan terjadi setempat dan mudah diperbaiki, struktur tidak runtuh dan dapat dimanfaatkan kembali. NZS 4203 -SNI 03-2833-1992-4 : Americana Assosiation of State Highway & Transportation Official Standard Spesifications for Highway Bridges
-SNI 03-2833-1992-1 : Code of Practice for General Structural Design & Design Loadings. Part 4 Earthquake Propinsions, New Zealand Standard NZS 4203
-SNI 03-2833-1992-5 : Standar Perencanaan Tahan Gempa Indonesia untuk Gedung
-SNI 03-2833-1992-2 : Specification for Earthquake Resistant Design of Highway Bridges
-SNI 03-2833-1992-3 : California State Departement of Transportation Seismic Design Criteria for Bridges
SNI 03-2833-1992 2005 Rekayasa Jalan dan Jembatan
172 Kriteria Teknis Penataan Ruang Kawasan Budidaya
1
Pedoman ini dimaksudkan untuk menunjang penerapan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten dan Kota dalam hal pengelolaaan kawasan budidaya. Ruang lingkup materi pedoman ini membahas tentang pengelolaan kawasan budidaya di kawasan perdesaan dan kawasan perkotaan beserta fasilitas penunjangnya. Kawasan budidaya yang diatur dalam pedoman ini meliputi: 1) kawasan hutan produksi (termasuk hutan rakyat); 2) kawasan pertanian; 3) kawasan pertambangan; 4) kawasan peruntukan industri; 5) kawasan pariwisata; 6) kawasan permukiman; 7) kawasan perdagangan dan jasa. Fasilitas penunjang meliputi fasilitas sosial dan fasilitas fisik -SNI 03-1733-1989 : Tata Cara Perencanaan Kawasan Perumahan Kota.
-SNI 19-2454-1991 : Tata Cara Pengelolaan Teknik Sampah Perkotaan
-SNI 03-3241-1994 : Tata Cara Pemilihan Lokasi Tempat Pembuangan Akhir Sampah
-SNI 03-3242-1994 : Tata Cara Pengelolaan Sampah di Permukiman Judul Di Revisi Menjadi : Pengelolaan sampah di permukiman
-SNI 03-6981-2004 : Tata cara perencanaan Lingkungan Perumahan sederhana tidak bersusun di daerah perkotaan.
Baru 2005 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
173 Cara uji Sumur Injeksi dan Pemompaan untuk Penentuan Sifat Hidraulik untuk Sistem Akuifer (Prosedur Lapangan) 19.020
2
Metode ini digunakan untuk memilih lokasi sumur, pengendalian laju debit keluar atau laju debit injeksi dan pengukuran muka air untuk menganalisis sifat hidraulik suatu akuifer atau beberapa akuifer dan lapisan-lapisan pengungkungnya. ASTM D 4050-91 -ASTM D 2488 : Practice for Description and identification of Soils (Visual-Manual Procedure)
-ASTM D 653 : Terminology Relating to Soil, Rock and Contained Fluids
-ASTM D 4043-96 (2004) : Standard guide for selection of aquifers-test method in determining of hydraulic properties by well techniques
-ASTM D 4105-91 (1994) : Standard test method (analytical procedure) for determining transmissivity and storage coefficient of nonleaky confined aquifers by the modified theis nonequilibrium method
-ASTM D 4750 1993 : Determining subsurface liquid levels in borehole or monitoring well (observation well).
SNI 03-6436-2000 2008 Sumber Daya Air
174 Tata Cara Pemasangan pipa Transmisi dan distribusi serta bangunan pelintas pipa sistem penyediaan air minum perkotaan 91.140.60
1
Tata Cara Ini mencakup ketentuan-ketentuan dan tata cara pemasngan pipa distribusi serta bangunan pelintas pipa sistem penyediaan air minum Baru 2007
175 Cara Uji Untuk Penentuan Kapasitas Jenis Dan Penaksiran Transmisivitas Pada Sumur Uji. 19.020
2
Metode ini untuk menentukan angka kapasitas jenis sumur uji dan menaksir angka transmisivitas pada sekitar tempat sumur uji tersebut. ASTM D 5472-93 -ASTM D 5472-93 : Determining Specific Capacity and Estimating Transmissivity at the Control Well
SNI 19-6739-2002 2008 Sumber Daya Air
176 Tata cara perencanaan ruang dan aksesibilitas bangunan bagi pengguna kursi roda
Standar ini memuat persyaratan perencanaan dan perancangan bangunan dan fasilitasnya untuk memberikan pelayanan bagi pengguna kursi roda. Persyaratan bangunan sesuai fungsi ruang dan perletakan benda-benda di dalamnya. Ruang bangunan dapat memberikan kemudahan jangkauan vertical, horizontal dan memutar, serta memberikan keleluasaan gerak atau sirkulasi antara pengguna kursi roda dengan pengunjung lainnya. Baru 2004
177 Tata Cara Pengerukan Muara Sungai dan Pantai Bagian 2 : Pertimbangan yang Mem-pengaruhi Pekerjaan Pengerukan 93.010
2
Tata cara ini digunakan untuk memberikan acuan tentang pemilihan jenis kapal keruk yang umum digunakan sesuai dengan persyaratan kemampuan alat dan modelnya, mobilisasi alat keruk dan kondisi setempat, serta pemeliharaan program kerja pengerukan dan pembiayaannya BS 6349-1991 : Part 5 -T-20-2000 : Tata Cara Pengerukan Muara Sungai dan Pantai, Bagian 1. Survei Lokasi dan Investigasi
-T-22-2000 : tata Cara Pengerukan Muara Sungai dan Pantai Bagian 3. Pemilihan Peralatan
SNI 19-6471.2-2000 2010 Sumber Daya Air
178 Tata cara keamanan dan keselamatan kerja pembuatan terowongan untuk konstruksi sipil (PNPS 2010) 93.060
2
Tata cara ini mencakup rekomendasi tentang petunjuk praktis mengenai penerowongan yang memenuhi syarat-syarat keamanan penerowongan, tidak termasuk rekomendasi tentang penerowongan dengan pemotongan dan penutupan ataupun penerowongan dengan pipa yang dibenamkan maupun yang diterapkan dalam konstruksi dengan tujuan penambangan BS 6164-1982 : -BSI, 1982 : Safety in tunneling in the Construction Industry, British Standard Code of Practice No. BS 6164 : 1982
SNI 03-6460.1-2000 2010 Sumber Daya Air
179 Tata Cara Keamanan Penerowongan Bagian 2 : Bahaya Darurat dan Lingkungan Kerja (digabung dengan 6460.1 dan 6460.2) 93.060
2
Tata cara ini digunakan sebagai pedoman dalam melakukan kegiatan pekerjaan terowongan, terutama yang menggunakan peralatan mekanis dengan memperhatikan keselamatan dan keamanan kerja BS 6164-1982 : -BS-5930, 1981 : Site and Investigation
SNI 03-6460.2-2000 2010 Sumber Daya Air
180 Tata Cara Keamanan Penerowongan Bagian : 3 Komunikasi, Kebisingan dan Transportasi (PNPS 2010 digabung dengan 6460.1 dan 6460.2) 93.060
2
Tata cara ini menguraikan dan memberikan rekomendasi supaya penerowongan dapat dilaksanakan dengan aman BS 6164-1982 : SNI 03-6460.3-2000 2010 Sumber Daya Air
181 Tata Cara Pengontrolan Sedimentasi pada Waduk 93.010
2
Standar ini menetapkan Tata cara pengontrolan sedimen pada waduk yang meliputi pengendalian sedimen pada waduk berhubungan dengan desain bendungan, pengelolaan dan pemeliharaan bendungan. ICOLD 56-1989 SNI 19-6459-2000 2008 Sumber Daya Air
182 Cara uji Kadar Air Tanah dengan Alat Speedy 93.020
2
Metode ini digunakan untuk menentukan kadar air tanah menggunakan alat speedy AASHTO D T 217-87 SNI 03-1965.1-2000 2007 Rekayasa Jalan dan Jembatan
183 Cara uji Analisa Saringan Agregat Halus dan Kasar 91.100.20
2
Metode ini digunakan untuk menentukan pembagian butir (gradasi) agregat halus dan agregat kasar menggunakan saringan. -AASHT T 27-82 : Sieve Analysis Of Fine and Coarse Aggregates
SNI 03-1968-1990 2009 Rekayasa Jalan dan Jembatan
184 Spesifikasi Bangunan Pengaman Tepi Jalan 93.080.30
2
Spesifikasi ini digunakan dalam membuat bangunan pengaman tepi jalan agar kenda-raan tidak keluar dari jalurnya, dan menghin dari kemungkinan terjadinya tabrakan frontal antara sesama kendaraan dari arah berlawanan AASHTO T 180-90 SNI 03-2446-1991 2007 Rekayasa Jalan dan Jembatan
185 Cara uji pemulihan elastis aspal dengan alat daktilitas
. Baru 2004
186 Pedoman teknis penyusunan rencana tindak darurat kebakaran pada bangunan gedung
. Baru 2004
187 Cara Uji Untuk Penentuan Transmisivitas Akuifer Tertekan Dengan Cara Uji Kolom Air. 19.020
2
Standar ini menetapkan metode pengujian penentuan transmisivitas akuifer tertekan dengan cara uji kolom air akibat suatu perubahan muka air di dalam sumur secara tiba-tiba. ASTM D 4104-91 -BS 6349, part 5-1991 : Code of practice for dredging and land reclamation
-SK SNI M-11-1994-03 : Metode penentuan posisi titik perum menggunakan dua buah sextant
-SNI 03-3417-1994 : Metode Penentuan Posisi Titik Perum Menggunakan Alat Penyipat Ruang.
-Pd M-09-1998-03 : Metode pengujian kepadatan tanah di lapangan dengan cara selongsong
-SK SNI M-12-1994-03 : Metode penentuan posisi titik perum menggunakan trisponder
SNI 19-6741-2002 2008 Sumber Daya Air
188 Cara Uji Kolom Air Di Lapangan Untuk Penentuan Sifat-Sifat Hidraulik Akuifer. 19.020
2
Standar ini menetapkan metode pengujian penentuan kolom air di lapangan untuk penentuan sifat-sifat hidraulik akuifer yang membahas prosedur lapangan untuk melakukan pengujian kolom air dan sifat hidraulik akuifer yang ada hubungannya dengan prosedur analitis; SNI 19-6742-2002 2008 Sumber Daya Air
189 Tata Cara Pengukuran Lubang dan Permeabilitas Geotekstil sebagai Filter dan Transisi dalam Bendungan Urugan 93.010
2
Tata cara ini mencakup pengukuran diameter lubang dan permeabilitas geotekstil sebagai filter dan transisi dalam bendungan urugan untuk memenuhi persyaratan permeabilitas geotekstil sebagai filter ICOLD Bull 55-1986 -Pd T-25-1999-03 : Tata Cara Pengukuran Dimensi Lubang dan Permeabilitas Geotekstil sebagai Filter dan Transisi dalam Bendungan Urugan
-ACI Standard 318/318 R : Building Code Requirement for Reinforced Concrete and Commentary
SNI 03-6720.2-2002 2007 Sumber Daya Air
190 Metode pengujian kekuatan tekan aksial kayu dan bahan struktur bangunan berbasis kayu
. Baru 2004
191 Cara uji penentuan persentase kepadatan secara cepat 19.020
2
Cara uji ini menjelaskan mengenai prosedur penentuan persentase kepadatan secara cepat dan variasinya terhadap kadar air optimum dari tanah untuk digunakan dalam pengendalian pelaksanaan pekerjaan kepadatan tanah di lapangan. Nilai dari persentase kepadatan didapatkan dari pembuatan kurva kepadatan yang mlealui tiga titik pada kadar air yang sama dari tanah di lapangan tanpa harus mengetahui nilai kadar airnya. Contoh tanah yang digunakan untuk pembuatan kurva kepadatan biasanya sama dengan contoh tanah yang digunakan pada uji kepadatan di lapangan. -ASTM D 653 : Terminology Relating to Soil, Rock and Contained Fluids
-ASTM D 2167 : Test Method for Density and Unit Weight of Soil In Place by the Rubber Ballon Method
-ASTM D 2937 : Test Method for Density of Soil In Place by The Drive Cylinder Method
-ASTM E 11 : Specification For Wire-Cloth Sieves for testing Purposes
-ASTM D 2922 : Test Method for Density of Soil and Soil Aggregate in Place by Nuclear Methods (Swallow Depth)
-ASTM D 4718 : Practice for Correction of unit Weight and Water Content for Soils Containing Oversize Particles
-SNI 03-3637-1994 : Metode Pengujian Berat Isi Tanah Berbutir Halus dengan Cetakan Benda Uji
-SNI 03-2828-1992 : Metode Pengujian Kepadatan Lapangan Dengan Alat Konus Pasir Judul direvisi menjadi :Cara uji kepadatan lapangan dengan alat konus pasir
-SNI 03-1965-1990 : Metode Pengujian Kadar Air Tanah Judul direvisi menjadi :Cara Uji Penentuan Kadar Air untuk Tanah dan Batuan di Laboratorium
-SNI 03-1742-1989 : Metode Pengujian Kepadatan Ringan untuk Tanah Judul direvisi menjadi :Cara Uji Kepadatan Ringan untuk Tanah
-SNI 03-1743-1989 : Metode Pengujian Kepadatan Berat untuk Tanah Judul direvisi menjadi :Cara Uji Kepadatan Berat untuk Tanah
SNI 03-6873-2002 2008 Sumber Daya Air
192 Metode Perhitungan Awal Laju Sedimentasi Waduk. 93.010
2
Standar ini menetapkan metode perhitungan awal laju sedimentasi waduk yang membahas; persyaratan, ketentuan-ketentuan, cara perhitungan dan laporan, perhitungan awal laju sedimentasi waduk khususnya berdasarkan data volume aliran dan volume sedimen sungai yang masuk ke waduk. -SNI 03-3412-1994 : Metode Perhitungan Debit Sungai Harian
SNI 03-6737-2002 2008 Sumber Daya Air
193 Tata cara perencanaan pengolahan air limbah rumah tangga yang menggunakan media kontak 13.030.40
2
Tata cara ini memuat istilah dan definisi, persyaratan tangki septik dan sistem resapan yang berlaku bagi pembuangan air limbah rumah tangga untuk daerah air tanah rendah dan jumlah pemakai maksimal 10 Kepala keluarga (1 Kepala Keluarga sama dengan 5 jiwa) SNI 03-2398-2002 2009 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
194 Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Atap Untuk Bangunan dan Gedung 91.060.20
2
Tata cara ini bertujuan untuk memperoleh keseragaman dasar perhitungan harga satuan pekerjaan penutup atap SNI 03-3436-1994 2006 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
195 Cara uji sifat dispersif tanah lempung dengan hidrometer ganda. 19.020
2
Standar ini menetapkan cara uji sifat dispersif tanah lempung dengan hidrometer ganda untuk menentukan sifat dispersif tanah, cara uji tersebut harus dievaluasi bersama-sama dengan “crumb test”, pinhole test dan analisis ekstrak air pori ASTM D 4221-99 SNI 03-6874-2002 2010 Sumber Daya Air
196 Metode uji kuat tarik permukaan beton dan kuat letak atau atau kuat tarik bahan perbaikan dan pelapisan beton dengan cara tarik langsung (metode pull-off)
2
. Baru 2010 Rekayasa Jalan dan Jembatan
197 Metode uji basah dan uji kering campuran tanah-semen dipadatkan 0
2
Metode ini meliputi prosedur penentuan kehilangan campuran tanah semen, perubahan kadar air dan perubahan volume (kembang dan susut) yang disebabkan oleh proses pembasahan dan pengeringan berulang pada benda uji campuran tanah semen yang telah mengeras. AASHTO T 135-76 (1990) SNI 13-6427-2000 2010 Rekayasa Jalan dan Jembatan
198 Petunjuk praktis dalam pekerjaan jalan untuk para surveyor
2
. Baru 2010 Rekayasa Jalan dan Jembatan
199 Pedoman perencanaan daur ulang campuran beraspal dingin lapisan fondasi dengan foam bitumen
2
. Baru 2010 Rekayasa Jalan dan Jembatan
200 Pedoman pelaksanaan daur ulang campuran beraspal dingin lapisan fondasi dengan foam bitumen
2
. Baru 2010 Rekayasa Jalan dan Jembatan
201 Metode uji destilasi aspal emulsi (Revisi SNI 03-3642-1994, AASHTO T 59-90ASTM D 244-83a,1916) padanan baru ASTM D.6997 75.140
2
Metode ini digunakan untuk mengetahui persentase kadar residu aspal emulsi ASTM D.6997 SNI 03-3642-1994 2009 Rekayasa Jalan dan Jembatan
202 Metode Pengujian Kadar Residu Aspal Emulsi Dengan Cara Penguapan. 93.080.20
2
Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar residu aspal emulsi (aspal yang diuji jenis kationik dan anionik) dengan cara pengendapan. AASHTO T 59-82 (1982) SNI 03-6829-2002 2010 Rekayasa Jalan dan Jembatan
203 Metode Pengujian Kerusakan Campuran Aspal Emulsi Dengan Semen. 93.080.20
2
Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya persentase kerusakan campuran aspal emulsi dengan semen (aspal emulsi kationik dan anionik tipe lambat mengendap CSS dan SS) AASHTO T 59-82 (1982) SNI 03-6830-2002 2010 Rekayasa Jalan dan Jembatan
204 Tata cara perencanaan plambing
Tata Cara Perencanaan ini mencakup : 1) sistem plambing yang baru untuk air minum, air buangan, ven dan air hujan pada gedung sampai dengan pipa persil; 2) sistem plambing yang baru direncanakan untuk perubahan atu penambahan terhadap sistem plambing pada gedung yang sudah dibangun sebelum SNI ini diberlakukan. Baru 2003
205 Tata Cara Penghitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung 91.080.40
5
Tata cara ini digunakan dalam perencanaan dan pelaksanaan struktur beton untuk bangunan gedung, atau struktur bangunan lain yang mempunyai kesamaan karakter dengan struktur bangunan gedung ACI 318 M-83 (1) SNI 03-2847-1992 2002 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
206 Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan pemasangan rangka atap baja ringan
2
Tata cara ini mencakup perhitungan harga satuan terhadap komponen struktur dan nonstruktur yang menggunakan bahan bangunan baa Baru 2008 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
207 Cara uji Kuat Tekan Beton Silinder dengan Cetakan Silinder di dalam Tempat Cetakan 91.100.30
2
Metode ini digunakan untuk penentuan kuat tekan benda uji silinder beton menggunakan teknik pemasangan cetakan uji pada pelat beton pada waktu pengecoran dan dibatasi untuk tebal beton dari 125 mm sampai 300 m. ASTM C 873-94 -SNI 03-4168-1996 : Metode Perhitungan Hilang Pijar Bahan Belerang Untuk Kaping
-ASTM C 470 : Specification for Molds for Forming Concrete Test Cylinders Vertically
-SNI 03-1974-1990 : Metode Pengujian Kuat Tekan Beton Judul direvisi menjadi :Cara uji kuat tekan beton
-SNI 03-2492-1991 : Metode Pengambilan dan Pengujian Beton Inti
-ASTM C 670 : Practice for Prevaping Precision and Bias Statements for Test Methods for Construction Materials
SNI 03-6429-2000 2007 Rekayasa Jalan dan Jembatan
208 Cara uji Bahan Termoplastik untuk Marka Jalan 93.080.30
2
Metode ini digunakan untuk pengujian bahan termoplastik untuk marka jalan antara lain kadar manik-manik kaca dan analisa saringan, daya pantul dan indeks kekuningan, kadar titanium dioksida (TiO2 ), kemampuan alir (% sisa) dengan pemanasan yang lebih lama AASHTO T 250 -AASHTO Designation : T 250-77 (1986) : Standard method of test for thermaplastic traffic line material
SNI 03-6450-2000 2007 Rekayasa Jalan dan Jembatan
209 Tata Cara Pemulihan Aspal dari Larutan dengan Cara Abson 91.100.50
2
Tata cara ini meliputi ketentuan dan prosedur cara pemulihan aspal dari larutan yang berasal dari hasil ekstraksi dengan cara Abson. AASHTO T 170-90 -AASHTO T 170-90 : Standard Method of Test for Recovery of Asphalt from Solution by Abson Method
-AASHTO T 170-90 : Standard Method of Test for Recovery of Asphalt from Solution by Abson Method
SNI 03-6895-2002 2007 Rekayasa Jalan dan Jembatan
210 Cara uji Pemulihan Aspal dengan Alat Penguap Putar. 75.140
2
Metode ini adalah untuk memisahkan aspal dari bahan pelarut, sehingga dapat digunakan kembali. BS, 1991 BSD 1993/1991 -BS DD 193 (1991) : Draft for development, recovery of bitumen binders by dichloromethance extraction (rotary film evaporator method) DD 193
SNI 03-4797-1998 2007 Rekayasa Jalan dan Jembatan
211 Spesifikasi Campuran Cat Marka Jalan Siap Pakai Warna Putih dan Kuning 87.040
2
Standar ini menetapkan persyaratan teknis cat marka jalan yang siap pakai warna putih dan kuning dari jenis alkyd resin sebagai bahan untuk membuat marka jalan pada perkerasan aspal dan beton semen. AASHTO M 248-90 -AASHTO M 248-90 : Ready-Mixed white and Yellow traffic paints M 248-90 Washington DC 1001
SNI 06-4825-1998 2007 Rekayasa Jalan dan Jembatan
212 Spesifikasi Cat Termoplastik Pemantul Warna Putih dan Warna Kuning Untuk Marka Jalan (Bentuk Padat ) 87.040
2
Standar ini membahas persyaratan teknis cat termoplastik pemantul, berwarna putih dan warna ling yang digunakan sebagai bahan untuk marka jalan AASHTO M 249-79 (1991) -AASHTO M 249-79 (1991) : Standard specification for white and yellow reflective thermoplastic striping materials (solid form), Washington DC 2001
SNI 06-4826-1998 2007 Rekayasa Jalan dan Jembatan
213 Cara uji Kuat Tarik Baja Beton 77.140.20
2
Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya nilai kuat tarik baja beton dan parameter lainnya yang dapat digunakan dalam pengendalian mutu baja. AASHTO T 68-82 (1976) -AASHTO T 68-82 (1976) : Standard methods of tension testing of metalic materials, Philadelphia, PA-19103
-ASTM E 8-80a : Standard methods of tension testing of metalic materials, Phiadelphia, PA-19103
SNI 07-2529-1991 2007 Rekayasa Jalan dan Jembatan
214 Tata Cara Penyiapan Benda Uji dari Contoh Agregat 91.100.01
2
Tata cara ini membahas ketentuan dan cara penyiapan benda uji agregat dari suatu contoh agregat benda uji yang dihasilkan mempunyai sifat sama dengan contohnya. AASHTO T 248-98 -AASHTO T 248-98 : Standard Method Of Reducing Field SamplesOf Aggregate To Testing Size
SNI 13-6717-2002 2007 Rekayasa Jalan dan Jembatan
215 Cara Uji kelulusan air bertekanan di lapangan 93.020
Metode ini digunakan untuk menentukan nilai koefisien kelulusan air dan nilai Lugeon batu dan tanah. ASTM D 2113-99 SNI 03-2411-1991 2005 Sumber Daya Air
216 Metode Pengukuran Debit Puncak Sungai dengan Cara Tidak Langsung. 17.120
Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya debit puncak sungai pada lokasi yang tidak terpengaruh oleh peninggian muka air atau aliran lahar. SNI 03-3413-1994 2005 Sumber Daya Air
217 Spesifikasi dan cara uji bantalan elastometer tipe polos dan tipe berlapis untuk perletakan jembatan 93.040
Standar ini meliputi peralatan pengujian, benda uji, persiapan benda uji, perhitungan , cara uji dan laporan uji. AASHTO M 251 - 90 SNI 03-4801-1998 2005 Rekayasa Jalan dan Jembatan
218 Metode Pengujian Indek Kekuatan Batu dengan Beban Titik. 19.020
Metode ini digunakan dalam uji konsolidasi satu dimensi pada benda uji tanah, yang bertujuan untuk mendapatkan parameter kompressibilitas dan kecepatan konsolidasi tanah. ISRM, 1985 Abstr. Vol. 22, No. 2 SNI 03-2814-1992 2005 Sumber Daya Air
219 Cara uji Kuat Tekan Uniaxial Batu 19.020
2
Metode ini digunakan untuk memperoleh besarnya kuat tekan uniaxial suatu contoh batu dan untuk mengetahui nilai kuat tekan benda uji batu. ASTM D 2938-95 SNI 03-2825-1992 2005 Sumber Daya Air
220 Cara uji Geser Langsung Batu. 19.020
2
Metode ini digunakan untuk memperoleh parameter kuat geser batu. ISRM, 1981 SNI 03-2824-1992 2005 Sumber Daya Air
221 Cara uji Laboratorium Kuat Tarik Benda Uji dengan Cara Tidak Langsung. 19.020
2
Metode ini digunakan untuk mendapatkan parameter kuat tarik dari hasil pengukuran di laboratorium secara cepat dan mudah ASTM D 3967-92 SNI 06-2486-1991 2005 Sumber Daya Air
222 Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Rumah dan Gedung. 0
0
Tata cara ini digunakan untuk mengarahkan terciptanya pekerjaan perencanaan dan pelaksanaan baja yang memenuhi ketentuan minimum serta mendapatkan hasil pekerjaan struktur yang aman, nyaman dan ekonomi. Indonesian earthquake study, beca carter holling ferner, new zealand 1983, volume 1-7 Baru 0 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
223 Pedoman penyambungan tiang pancang pipa baja untuk pondasi jembatan dengan metode las tumpul
. Baru 2007 Rekayasa Jalan dan Jembatan
224 Tata cara perhitungan tinggi muka air sungai dengan cara pias berdasarkan rumus manning. 17.120
Tata cara ini digunakan dalam menghitung tinggi muka air sungai sepanjang daerah hitungan tertentu berdasarkan debit yang telah ditentukan. ASTM 1989 Vol. 04, 08 SNI 03-3444-1994 2005 Sumber Daya Air
225 Metode Eksplorasi Air Tanah dengan Geolistrik Susunan Schlumberger. 93.010
Metode ini digunakan dalam pengukuran tahanan jenis pelapisan batu atau tanah di bawah permukaan tanah dengan susunan elektroda Schlumberger, khususnya untuk eksplorasi awal air tanah dengan geologi bawah permukaan dan menduga air tanahnya berdasarkan anomali tahapan jenis. ASTM D 19103-14 -ASTM D 19103-14 : Annual book of ASTM standards part 4, concretw and mineral agregrats, 1916 rase ST,..........
SNI 03-2818-1992 2009 Sumber Daya Air
226 Tata cara penentuan jenis unit pengolahan air berdasarkan kualitas sumber air 91.140.60
1
Tata Cara ini mencakup ketentuan-ketentuan umum dan teknis serta cara pengerjaan yang perlu dilakukan bagi keperluan pemilihan jenis unit pengolahan air minum berdasarkan klasifikasi sumber air baku Baru 2007
227 Metode Pengujian Berat Jenis Sedimen Layang Dengan Piknometer 13.060.45
Standar ini membahas tentang ketentuan-ketentuan dan cara uji serta pengertian yang berkaitan dengan pengujian. ASTM, 1981 SNI 03-4145-1996 2005 Sumber Daya Air
228 Metode Perhitungan Tinggi Muka Air Sungai Dengan Cara Pias Berdasarkan Rumus Manning. 17.120
2
Tata cara ini digunakan dalam menghitung tinggi muka air sungai sepanjang daerah hitungan tertentu berdasarkan debit yang telah ditentukan. SNI 03-2830-1992 2005 Sumber Daya Air
229 Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal dengan menggunakan semen portland komposit 91.100.30
2
Tata cara ini digunakan untuk merencanakan proporsi campuran beton tanpa menggunakan bahan tambahan dan bertujuan untuk mendapatkan proporsi campuran yang dapat menghasilkan mutu beton sesuai dengan rencana BSI 1973 SNI 03-2834-2000 2009 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
230 Tata Cara Perencanaan dan Pemasangan Sarana Jalan Keluar untuk Penyelamatan Terhadap Bahaya Kebakaran pada Gedung 13.220.20
1
Perencanaan ini mencakup sistem penempatan dan pemasangan sarana jalan keluar pada bangunan -NFPA 101 : Life safety code, 1997 edition, National Fire Protection Association
SNI 03-1746-2000 2008 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
231 Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung 0
0
Tata cara ini digunakan untuk menentukan syarat-syarat perencanaan struktur gedung secara umum dan untuk penentuan pengaruh gempa rencana untuk struktur-struktur bangunan rumah dan gedung Standar ini menetapkan ketentuan, perencanaan umum struktur gedung, perencanaan struktur gedung tak beraturan, kinerja struktur gedung, pengaruh gempa pada struktur bawal, pengaruh gempa pada unsur sekunder, unsur arsitektur dan instalasi mesin listrik. Syarat-syarat perencana struktur gedung tahan gempa yang ditetapkan dalam standar ini tidak berlaku untuk bangunan sebagai berikut: 1)gedung dengan sistem struktur yang tidak umum atau yang masih memerlukan pembuktian tentang kelayakannya; 2) gedung dengan sistem isolasi landasan (hase isolation) untuk meredam pengaruhi gempa terhadap struktur atas; 3) Bangunan Teknik Sipil seperti Jembatan, bangunan air, dinding, dan dermaga pelabuhan, anjungan lepas pantai dan bangunan non gedung lainnya; 4).Rumah tinggal satu tingkat dan gedung-gedung non-teknis lainnya. SNI 03-1726-2002 0 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
232 Metode Pengujian Susut Kering Mortar yang Mengandung Semen Portland 19.020
2
Metode ini digunakan untuk penentuan pengaruh semen portland pada susut kering mortar menggunakan pasir yang bergradasi standar, yang diakibatkan oleh kondisi suhu, kelembaban relatif, dan laju penguapan lingkungannya. ASTM C 596-89 -ASTM Standard C-157 : Test Method For Length Change Of Hardened Hydroulic-Cement Mortar and Concrete
-ASTM C 305 : Practice for Mechanical Mixing of Hydraulic Cement Paste for Plastic Consistency
-ASTM Standard E 117 : Practice for use of the terms precision and Bias in ASTM test Method
-ASTM Standard C 1005 : Soecification for Weigths and Weighing Device for use in the physical testing of hydraulic cement
-ASTM Standard C 490 : Practice for use of apparatuse for determination og length change of hardened cement paste, mortar and concrete
-ASTM Standards C 511 : Specification for Moist Cabinets, Moist Rooms and Water Storage Tanks Used in The testing of Hydraulic Cement and Concretes
SNI 03-6823-2002 2007 Sumber Daya Air
233 Metode Pengujian Kuat Lentur Adukan Semen Hidraulik. 19.020
2
Standar ini menetapkan Metode pengujian Kuat lentur adukan semen hidraulik yang mencakup peralatan, bahanbahan, prosedur pengujian dan perhitungan. ASTM C348-93 -ASTM C 190 : Test Method for Tensile Strength of Hydraulic Cement Mortars
-ASTM C 230 : Spesification for Flow table for Use in Tests of Hydraulic Cement
-ASTM C 349 : Test Method for Compressive Strength of Hydraulic Cement Mortars
-ASTM C 670 : Practice for Prevaping Precision and Bias Statements for Test Methods for Construction Materials
-ASTM C 778 : Specification for Standard Sand
SNI 03-6451-2000 2010 Sumber Daya Air
234 Tata Cara Penyiapan Benda Uji Tanah yang di Graut Bahan Kimia di Laboratorium untuk mendapatkan Parameter Kuat Desain 93.020
2
Tata cara ini mencakup penyiapan benda uji tanah yang digraut dengan bahan kimia di laboratorium untuk digunakan pada uji laboratorium guna menentukan parameter kuat desain ASTM D 4219 -ASTM D 4320 : Test Method for Laboratory Preparation of Chemically Grouted Soil Specimens for Obtaining Design Strength Parameters
-ASTM D 4219 : Test Method for Unconfined Compressive Strenght Index Test of Chemical-Grouted Soil
-ASTM D 5202 : Test Method for Determining Triaxial Compressive Creep Strength of Chemical Groutet Soil
SNI 03-6804-2002 2008 Sumber Daya Air
235 Spesifikasi Bahan Pencampur untuk Beton Semprot 91.100
2
Standar ini menetapkan spesifikasi bahan-bahan yang digunakan sebagai campuran adukan semen Portland lunak, supaya dapat mengubah sifat campuran. -ASTM C 138-92 : Test Method for Unit Weight, Yield and Air Content (Gravimetric) of Concrete
-ASTM C 231-91b : Test Method for Air Content of freshly Mixed Concrete by the Pressure Method
-ASTM C 1059-91 : Specification for Latex Agents for Bonding Fresh to Hardened Concrete
-ASTM C 136 : Method for Sieve Analysis of Fine and Coarse Agregates
-ASTM C 183-83a : Methods of Sampling and Acceptance Hydraulic Cement
-ASTM C 618 (1986) : Fly Ash and Raw or Calcined Pozzo Land for Use Portland Cement Concrete
-ASTM C.494-1977 : Standard specification for chemical admitures for concrete
-ASTM C.260 : Spesification for Air Entiarming Admixtures for concrete(Spesifikasi Campuran Tambahan Beton Isap Udara
-ASTM C.266 : Test Method for time of Setting of Hydraulic cement Paste by Gillmore Needles (Metode Pengujian waktu peletakan Semen Hidrolik dengan Penyuntikan Gillmore)
-ASTM C.979 : Spesification For Pigments for Integrally Colored Concrete (Spesifikasi Bahan Cat untuk Beton Berwarna Integral
-ASTM D.98 : Spesification for Calcium Chloride (Spesifikasi untuk Kalsium Khlorida
-ASTM C 125 : Terminilogy Relating To Concrete And Concrete Aggregates
-ASTM Standard C 173 : Test Method For Air Content of Freshly Mixed Concrete by The Volumetric Method
SNI 03-6811-2002 2008 Sumber Daya Air
236 Metode pengujian Berat Volume Kapasitas Mengikat Air dan Kapasitas Udara Bahan Gambut Jenuh Air 19.020
2
Metode ini digunakan untuk mengevaluasi sifat, terasi, penetrasi air, kemampuan menahan air dari bahan gambut sesuai kondisi lapangan dalam keadaan jenuh air ASTM D 2980-04 : -Pd M-12-1998-03 : Metode Pengujian Kadar Air, Kadar Abu dan Bahan Organik dari Tanah Gambut dan Tanah Organik lainnya
SNI 03-6801-2002 2010 Sumber Daya Air
237 Pedoman pelasanaan stabilisasi bahan jalan langsung ditempat dengan bahan serbuk pengikat 93.080.10
Tata cara ini digunakan untuk mendapatkan hasil pelaksanaan stabilisasi tanah dengan kapur di lapangan yang sesuai dengan perencanaan. SNI 1942-1989-F -SNI 1724-1989-F : Tata Cara Perencanaan Hidrologi dan Hidraulik untuk bangunaan di sungai
SNI 03-3439-1994 2006 Rekayasa Jalan dan Jembatan
238 Tata cara pemasangan batu kosong untuk perlindungan lereng tanggul bagian luar
. Baru 2007 Bahan, Sain, Struktur dan Konstruksi Bangunan
239 Pedoman perencanaan dan pelaksanaan jembatan gantung untuk pekjalan kaki 93.040
Tata Cara ini digunakan untuk menetapkan dasar-dasar perencanaan teknik Jembatan Gantung untuk lalu lintas pejalan kaki. SNI 1724-1989-F SNI 03-3428-1994 2005 Rekayasa Jalan dan Jembatan
240 Pemeriksaan peralatan pemecah batu (stone crusher)
2
Buku petunjuk ini berisi persyaratan-persyaratan umum dan ketentuan-ketentuan teknis pemeriksaan peralatan pemecah batu dan meliputi dua masalah pokok, yaitu : 1) mengenai jenis-jenis peralatan pemecah batu beserta mekanisme cara pemecahannya. 2) Mengenai tata cara pemeriksaan yang meliputi pemeriksaan komponen-komponen peralatan batu dengan lebih terinci 030/T/BM/1996 2007
241 Buku pemeriksaan peralatan pemecah batu
Buku ini membahas ketentuan-ketentuan pemeriksaaan peralatan pemcah batu 030A/T/BM/1996 2007
242 Tata Cara Pencucian Sumur 93.010
2
Tata cara ini membahas tentang prosedur pekerjaan pencucian sumur, untuk menghilangkan atau melepaskan material halus seperti lanau, pasir halus dan lumpur pemboran yang melekat pada dinding sumur, selimut kerikil dan saringan. SNI 03-6377-2000 2009 Sumber Daya Air
243 Spesifikasi Bangunan Ukur Debit Cippoletti 93.010
2
Spesifikasi ini membahas tentang bentuk dan ukuran, fungsi, struktur dan persyaratan, kinerja dan debit persatuan lebar dari bangunan ukur debit cipoletti -KP-04 : Bangunan
-SNI 03-2414-1991 : Metode Pengukuran debit sungai dan Saluran Terbuka
SNI 03-6381-2000 2008 Sumber Daya Air
244 Tata cara perhitungan harga satuan bahan
2
Tata cara ini mencakup perhitungan harga satuan bahan terhadap komponen struktur dan non struktur bangunan Baru 2008 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
245 Tata cara perhitungan debit andalan air sungai dengan analisis lengkung kekerapan 17.120
Standar ini menetapkan Metode perhitungan debit andal air sungai dengan analisis lengkung kekerapan yang meliputi ketentuan-ketentuan, cara perhitungan besarnya potensi debit air di sungai. SNI 19-6738-2002 2004 Sumber Daya Air
246 Metode Pengukuran Kecepatan Aliran pada Model Fisik dengan Alat Ukur Arus Tipe Baling-Baling. judul direvisi menjadi:Tata cara pengukuran kecepatan aliran pada uji model hidraulik fisik (umh-fisik) dengan alat ukur arus tipe baling-baling 17.120
Metode ini digunakan untuk menentukan kecepatan aliran pada model fisik dengan dasar tetap menggunakan alat ukur arus tipe baling-baling. -SNI M-17-1989-F : Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka
-SNI 1724-1989-F : Tata Cara Perencanaan Hidrologi dan Hidraulik untuk bangunaan di sungai
SNI 03-3408-1994 2004 Sumber Daya Air
247 Metode Pengujian Triaxial A Judul direvisi menjadi :Cara uji triaksial untuk tanah dalam keadaan terkonsolidasi tidak terdrainase (CU) dan terkonsolidasi terdrainase (CD) 93.010
Metode ini digunakan sebagai acuan dalam uji geser trisumbu tekan terkonsolidasi tanpa drainase untuk tanah berkohesi ASTM D 4767-88 -ASTM Standards 1989 : Soil and Rock building Stones Vol. 04.08 Annual Book of ASTM Standards
-Acuan 1986 Vol.3 : Manual of Soil Laboratory Testing. Effective Stress Tests, HEAD K.H. A Halsted Press Book Division of John Willey & Sons, Inc., New York
SNI 03-2455-1991 2004 Sumber Daya Air
248 Penyelidikan geoteknik untuk fondasi bangunan air vol. II : pengujian lapangan dan laboratorium
. Baru 2004
249 Analisis resiko inventarisasi jalan tol
. Baru 2004
250 Perhitungan biaya operasi kendaraan
. Baru 2004
251 Cara Uji penetrasi dengan SPT 19.020
2
Metode ini adalah untuk memperoleh jumlah pukulan terhadap penetrasi dari splitbarrel sampler dan untuk keperluan identifikasi. ASTM D 1586-84 SNI 03-4153-1996 2005 Sumber Daya Air
252 Pedoman perencanaan stabilisasi tanah untuk bahan jalan dengan bahan pengikat serbuk 93.080.10
Tata cara ini digunakan dalam pembuatan rencana komposisi dan mutu stabilisasi tanah dengan semen sesuai dengan ketentuan yang berlaku. SNI 1942-1989-F SNI 03-3438-1994 2006 Rekayasa Jalan dan Jembatan
253 Spesifikasi lahan urug terkendali di tempat pemrosesan akhir sampah
2
Spesifikasi ini mencakup persyaratan teknis mengenai bentuk, ukuran, bahan/elemen/komponen, fungsi dan kekuatan dari area penimbunan sampah dengan sistem lahan urug terkendali, minimal pelayanan 5 tahun. Pt S-07-2000-C 2009 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
254 Pedoman perencanaan campuran lapis fondasi agregat semen (LFAS)
Pedoman ini mengatur tata cara perencanaan campuran lapis fondasi agregat semen untuk lapis fondasi dan lapis fondasi bawah sistem perkerasan jalan beraspal. Dalam pembuatan rancangan campuran lapis fondasi agregat semen menggunakan bahan agregat kelas A atau agregat kelas B untuk lapis fondasi atau agregat kelas C untuk lapis fondasi bawah. Campuran lapis fondasi agregat semen merupakan campuran agregat dengan menambahkan semen dan air. Penggunaan semen yang diatur dalam pedoman ini adalah sebagai bahan tambah untuk memperbaiki kekuatan (daya dukung) lapis fondasi. -SNI-1743-1989-F : Metode Pengujian Kepadatan Berat untuk Tanah. Departemen Pekerjaan Umum, Jakarta.
-SNI 03-1976-1990 : Metode Koreksi untuk Pengujian Pemadatan Tanah yang Mengandung Butir Kasar Judul direvisi menjadi :Metode koreksi untuk pengujian pemadatan tanah yang mengandung butir kasar
-SNI 03-1968-1990 : Metode Pengujian Tentang Analisis Saringan Agregat Halus dan Kasar
-SNI 06-2421-1991 : Metode Pengujian Kelindian dalam Air dengan Potensiometrik.
-SNI 03-1744-1989 : Metode Pengujian CBR Laboratorium
-SNI 03-1966-1990 : Metode Pengujian Batas Plastis Tanah Judul direvisi menjadi :Cara Uji Penentuan Batas Plastis dan Indeks Plastisitas Tanah
-SNI 03-1967-1990 : Metode Pengujian Batas Cair dengan Alat Casagrande Judul direvisi menjadi :Cara Uji Penentuan Batas Cair untuk Tanah
-SNI 03-2417-1991 : Metode Pengujian Keausan Agregat dengan Mesin Abrasi Los Angeles Judul direvisi menjadi :Cara Uji Keausan Agregat dengan Mesin Abrasi Los Angeles
Baru 2005 Bahan, Sain, Struktur dan Konstruksi Bangunan
255 Spesifikasi Pilar dan Kepala Jembatan Sederhana Bentang 16 meter dengan Pondasi Tiang Pancang 93.040
2
Standar ini menetapkan Spesifikasi pilar dan kepala jembatan sederhana bentang 16 m dengan pondasi tiang pancang yang meliputi : bentuk, dimensi serta persyaratan mutu bahan konstruksi, pilar dan kepala jembatan sederhana. Pilar jembatan sederhana dengan bentang 16,00 m. AASHTO, 1976 -AASHTO, 1976 : American Assosiation of State Highway and Transportation Official
-SNI - 1725 - 1989 - F : Tata cara pembebanan Jembatan untuk jalan raya.
-SNI 03-2537-1991-1 : Japan Road Assosiation Specification for highway Bridges
SNI 03-2537-1991 2005 Rekayasa Jalan dan Jembatan
256 Spesifikasi Manik-manik Kaca (Glass Bead) Untuk Marka Jalan 93.080.30
2
Spesifikasi ini membahas persyaratan teknis manik-manik kaca untuk dicampurkan di dalam cat, ditabur atau disemprotkan pada cat marka jalan sehingga mampu memantulkan cahaya. AASHTO M 247-90 (1990) -AASHTO M 247-90 (1990) : Glass beads used in traffic paint, Washington D.C. 2001
SNI 15-4839-1998 2007 Rekayasa Jalan dan Jembatan
257 Tata Cara Perencanaan Teknik Pelindung Tebing Sungai Dari Pasangan batu. 93.160
2
Tata cara ini digunakan untuk merencanakan pelindung tebing sungai dari pasangan batu agar tahan terhadap serangan arus dan hal-hal lain yang menyebabkan kerusakan tebing. -SNI 1962-1990-F : Perencanaan Penanggulangan Longsoran
-SNI 1724-1989-F : Tata Cara Perencanaan Hidrologi dan Hidraulik untuk bangunaan di sungai
-SNI 03-2400-1991 : Tata Cara Perencanaan Umum Krib di Sungai. (sedang di revisi)
SNI 03-3441-1994 2005 Sumber Daya Air
258 Perencanaan Penanggulangan Bahaya Longsoran 93.010
2
Tata cara ini digunakan untuk penanganan longsoran setempat pada khususnya dan meliputi daerah yang luas pada umumnya. SNI 03-1962-1990 2005 Sumber Daya Air
259 Metode Pengujian Kuat Tarik Baja Beton 77.140.20
Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya nilai kuat tarik baja beton dan parameter lainnya yang dapat digunakan dalam pengendalian mutu baja. AASHTO T 68-82 (1976) -AASHTO T 68-82 (1976) : Standard methods of tension testing of metalic materials, Philadelphia, PA-19103
-ASTM E 8-80a : Standard methods of tension testing of metalic materials, Phiadelphia, PA-19103
SNI 07-2529-1991 2005 Rekayasa Jalan dan Jembatan
260 Tata Cara Pemasangan Inklinometer dan Pemantauan Pergerakan Horisontal Tanah 93.020
Standar ini menetapkan tata cara pemasangan inklinometer dan pemantauan deformasi/pergerakan horisontal lapisan tanah/batuan dan atau lapisan tanah urugan suatu tanggul, tubuh bendungan, tembok penahan tanah, pangkal jembatan serta bangunan teknik sipil lainnya untuk menjamin pemasangan inklinometer dan pengukuran/pembacaan yang benar agar diperoleh data pergerakan horisontal tanah atau batuan yang teliti. SNI 03-3404-1994 2005 Sumber Daya Air
261 Spesifikasi Pilar dan Kepala Jembatan Sederhana Bentang 11 meter dengan Pondasi Tiang Pancang 93.040
Spesifikasi ini bertujuan untuk memudahkan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan jembatan serta penghematan pada jembatan sederhana bentang 11 m AASHTO, 1976 SNI 03-2532-1991 2005 Rekayasa Jalan dan Jembatan
262 Spesifikasi Pilar dan Kepala Jembatan Sederhana Bentang 12 meter dengan Pondasi Tiang Pancang 93.040
2
Spesifikasi ini bertujuan untuk memudahkan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan jembatan serta penghematan pada jembatan sederhana bentang 12 m AASHTO, 1976 -AASHTO, 1976 : American Assosiation of State Highway and Transportation Official
-SNI - 1725 - 1989 - F : Tata cara pembebanan Jembatan untuk jalan raya.
-SNI 03-2533-1991-1 : Japan Road Assosiation Specification for Highway Bridges
SNI 03-2533-1991 2005 Rekayasa Jalan dan Jembatan
263 Pedoman pelaksanaan lapis campuran beraspal panas 93.080.10
Tata cara ini dimaksudkan untuk mendapatkan suatu permukaan atau lapis antara pada perkerasan jalan raya yang mampu memberikan sumbangan daya dukung yang terukur serta berfungsi sebagai lapisan kedap air yang dapat melindungi konstruksi di bawahnya. UDC : 625.74 (02) SNI 03-1737-1989 2005 Rekayasa Jalan dan Jembatan
264 PEDOMAN tata cara pelaksanaan survai titik referensi jalan 93.080.01
2
Tata cara ini digunakan untuk menda-patkan data mengenai lokasi jenis dan jarak antara titik-titik referensi pada suatu ruas jalan serta menentukan titik awal dan titik akhir dari ruas jalan tersebut yang akan digunakan pada survai-survai jalan berikutnya atau untuk keperluan lain dalam pembinaan jaringan jalan. SNI 03-2842-1992 2005 Rekayasa Jalan dan Jembatan
265 Metode Pengujian Bliding dari Beton Segar Judul Di Revisi Menjadi : Cara Uji Bliding dari Beton Segar 91.100.30
2
Metode ini digunakan untuk menentukan tingkat bliding dari beton segar untuk keperluan perencana dan pelaksana dalam pengendalian mutu beton Cara uji ini mencakup penentuan jumlah kandungan air pencampur yang akan terpisah dari contoh uji beton segar. Cara uji ini terdiri dari 2 cara yang dibedakan atas derajat pemadatan sesuai kondisi contoh beton. ASTM Standard C 232-87 -ASTM Standard C 232-87 : Test Methods For Bleeding Of Concrete
SNI 03-4156-1996 2005 Bahan, Sain, Struktur dan Konstruksi Bangunan
266 Spesifikasi Manik-manik Kaca (Glass Bead) Untuk Marka Jalan 93.080.30
Spesifikasi ini membahas persyaratan teknis manik-manik kaca untuk dicampurkan di dalam cat, ditabur atau disemprotkan pada cat marka jalan sehingga mampu memantulkan cahaya. AASHTO M 247-90 (1990) -AASHTO M 247-90 (1990) : Glass beads used in traffic paint, Washington D.C. 2001
SNI 15-4839-1998 2005 Rekayasa Jalan dan Jembatan
267 PEDOMAN survai kondisi rinci jalan beraspal untuk jalan antar kota 93.080.01
2
Tata cara ini digunakan untuk mendapatkan data jenis dan tingkat kerusakan yang terjadi pada perkerasan, bahu, saluran samping dan lereng untuk segmen jalan tanah dan kerikil. Hasil Litbang SNI 03-2843-1992 2005 Rekayasa Jalan dan Jembatan
268 Spesifikasi Bangunan Pengaman Tepi Jalan 93.080.30
2
Spesifikasi ini digunakan dalam membuat bangunan pengaman tepi jalan agar kenda-raan tidak keluar dari jalurnya, dan menghin dari kemungkinan terjadinya tabrakan frontal antara sesama kendaraan dari arah berlawanan AASHTO T 180-90 SNI 03-2446-1991 2005 Rekayasa Jalan dan Jembatan
269 Spesifikasi Trotoar 93.080.20
2
Spesifikasi ini digunakan dalam peren-canaan teknis, pelaksanaan, dan pengawasan lapangan dalam menentukan dimensi, kemiringan, elevasi, dan bentuk trotoar. AASHTO 444 North Capitol SNI 03-2443-1991 2005 Rekayasa Jalan dan Jembatan
270 Spesifikasi Pilar dan Kepala Jembatan Sederhana Bentang 13 meter dengan Pondasi Tiang Pancang. 93.040
2
Spesifikasi ini bertujuan untuk memudahkan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan jembatan serta penghematan pada jembatan sederhana bentang 13 m AASHTO, 1976 -SNI 03-2534-1991-1 : Japan Road Assosiation Specification for Highway Bridges.
-SNI - 1725 - 1989 - F : Tata cara pembebanan Jembatan untuk jalan raya.
-AASHTO, 1976 : American Assosiation of State Highway and Transportation Official
SNI 03-2534-1991 2005 Rekayasa Jalan dan Jembatan
271 Analisa harga satuan pekerjaan manual pada jaringan irigasi tersier
. Baru 2004
272 Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan beton pracetak untuk konstruksi bangunan gedung
2
Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan beton pracetak disusun sebagai acuan dasar yang seragam bagi para pelaksana pembangunan gedung dan perumahan dalam menghitung besarnya harga satuan berbagai pekerjaan beton pracetak untuk bangunan gedung dan perumahan Baru 2009 Bahan, Sain, Struktur dan Konstruksi Bangunan
273 Spesifikasi Pilar dan Kepala Jembatan Sederhana Bentang 15 meter dengan Pondasi Tiang Pancang 93.040
2
Spesifikasi ini bertujuan untuk memudahkan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan jembatan serta penghematan pada jembatan sederhana bentang 15 m AASHTO, 1976 -SNI - 1725 - 1989 - F : Tata cara pembebanan Jembatan untuk jalan raya.
-AASHTO, 1976 : American Assosiation of State Highway and Transportation Official
-SNI 03-2536-1991-1 : Japan Road Assosiation Specification for Highway Bridges
SNI 03-2536-1991 2005 Rekayasa Jalan dan Jembatan
274 Peran perkumpulan petani pemakai air (P3A) dalam penerapan teknologi tepat guna (TTG) bidang irigasi
. Baru 2007 Sumber Daya Air
275 PEDOMAN perencanaan dan pelaksanaan jembatan gantung untuk pejalan kaki 93.040
2
Tata Cara ini digunakan untuk menetapkan pelaksanaan teknik Jembatan Gantung untuk lalulintas pejalan kaki. SNI 1724-1989-F -SNI 1724-1989-F : Tata Cara Perencanaan Hidrologi dan Hidraulik untuk bangunaan di sungai
-SNI - 1725 - 1989 - F : Tata cara pembebanan Jembatan untuk jalan raya.
SNI 03-3429-1994 2007 Rekayasa Jalan dan Jembatan
276 Pengukuran aliran air dalam saluran tertutup untuk meter air minum (Bagian 2: Persyaratan pemasangan meter air minum)
. Baru 2008 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
277 Pengukuran aliran air dalam saluran tertutup untuk meter air minum (Bagian 3: Metode dan peralatan pengujian meter air minum)
. Baru 2008 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
278 Spesifikasi Pilar dan Kepala Jembatan Sederhana Bentang 17 meter dengan Pondasi Tiang Pancang 93.040
2
Spesifikasi ini bertujuan untuk memudahkan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan jembatan serta penghematan pada jembatan sederhana bentang 17 m AASHTO, 1976 -SNI - 1725 - 1989 - F : Tata cara pembebanan Jembatan untuk jalan raya.
-AASHTO, 1976 : American Assosiation of State Highway and Transportation Official
-SNI 03-2538-1991-1 : Japan Road Assosiation Specification For Highway Bridges
SNI 03-2538-1991 2005 Rekayasa Jalan dan Jembatan
279 Spesifikasi Pilar dan Kepala Jembatan Sederhana Bentang 18 meter dengan Pondasi Tiang Pancang 93.040
2
Spesifikasi ini bertujuan untuk memudahkan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan jembatan serta penghe-matan pada jembatan sederhana bentang 18 m AASHTO, 1976 -AASHTO, 1976 : American Assosiation of State Highway and Transportation Official
-SNI - 1725 - 1989 - F : Tata cara pembebanan Jembatan untuk jalan raya.
-SNI 03-2539-1991-1 : Japan Road Assosiation Specification for Highway Bridges
SNI 03-2539-1991 2005 Rekayasa Jalan dan Jembatan
280 Spesifikasi Pilar dan Kepala Jembatan Sederhana Bentang 19 meter dengan Pondasi Tiang Pancang 93.040
2
Spesifikasi ini bertujuan untuk memudahkan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan jembatan serta penghematan pada jembatan sederhana bentang 19 m AASHTO, 1976 -SNI 03-2540-1991-1 : Japan Road Assosiation Specification for Highway Bridges
-AASHTO, 1976 : American Assosiation of State Highway and Transportation Official
-SNI - 1725 - 1989 - F : Tata cara pembebanan Jembatan untuk jalan raya.
SNI 03-2540-1991 2005 Rekayasa Jalan dan Jembatan
281 Spesifikasi Pilar dan Kepala Jembatan Sederhana Bentang 20 meter dengan Pondasi Tiang Pancang 93.040
2
Spesifikasi ini bertujuan untuk memudahkan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan jembatan serta penghematan pada jembatan sederhana bentang 20 m AASHTO, 1976 -SNI 03-2541-1991-1 : Japan Road Assosiation Spesification for Highway Bridges
-SNI 03-1725-1989 : Tata Cara Perencanaan Pembebanan Jembatan Jalan Raya.
-AASHTO, 1976 : American Assosiation of State Highway and Transportation Official
SNI 03-2541-1991 2005 Rekayasa Jalan dan Jembatan
282 Spesifikasi Pilar dan Kepala Jembatan Sederhana Bentang 21 meter dengan Pondasi Tiang Pancang 93.040
2
Spesifikasi ini bertujuan untuk memudahkan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan jembatan serta penghematan pada jembatan sederhana bentang 21 m AASHTO, 1976 -SNI - 1725 - 1989 - F : Tata cara pembebanan Jembatan untuk jalan raya.
-SNI 03-2542-1991-1 : Japan Road Assosiation Specification for Highway Bridges
-AASHTO, 1976 : American Assosiation of State Highway and Transportation Official
SNI 03-2542-1991 2005 Rekayasa Jalan dan Jembatan
283 Spesifikasi Pilar dan Kepala Jembatan Sederhana Bentang 22 meter dengan Pondasi Tiang Pancang 93.040
2
Spesifikasi ini bertujuan untuk memudahkan perencanaan dan pelaksanaan pembangunanjembatan serta penghematan pada jembatan sederhan bentang 22 m AASHTO, 1976 -SNI - 1725 - 1989 - F : Tata cara pembebanan Jembatan untuk jalan raya.
-SNI 03-2543-1991-1 : Japan Road Assosioation Specification for Highway Bridges
-AASHTO, 1976 : American Assosiation of State Highway and Transportation Official
SNI 03-2543-1991 2005 Rekayasa Jalan dan Jembatan
284 Penyelidikan air minum berbasis masyarakat (PAM BM) Pedoman umum 2. kelembagaan
. Baru 2004
285 Pedoman pemeriksaan Jembatan
2
. Baru 2010 Rekayasa Jalan dan Jembatan
286 Spesifikasi Pilar dan Kepala Jembatan Sederhana Bentang 23 meter dengan Pondasi Tiang Pancang 93.040
2
Spesifikasi ini bertujuan untuk memudahkan perencanaan dan pelaksanaan pe-mbangunan jembatan serta penghematan pada jembatan sederhana bentang 23 m AASHTO, 1976 -AASHTO, 1976 : American Assosiation of State Highway and Transportation Official
-SNI 03-2544-1991-1 : Japan Road Assosiation Specification for highway bridges
-SNI - 1725 - 1989 - F : Tata cara pembebanan Jembatan untuk jalan raya.
SNI 03-2544-1991 2005 Rekayasa Jalan dan Jembatan
287 Spesifikasi Pilar dan Kepala Jembatan Sederhana Bentang 24 meter dengan Pondasi Tiang Pancang 93.040
2
Spesifikasi ini bertujuan untuk memudahkan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan jembatan serta penghematan pada jembatan sederhana bentang 24 m AASHTO, 1976 -AASHTO, 1976 : American Assosiation of State Highway and Transportation Official
-SNI 03-2546-1991-1 : Japan Road Assosiation Specification for Highway Bridges
-SNI - 1725 - 1989 - F : Tata cara pembebanan Jembatan untuk jalan raya.
SNI 03-2545-1991 2005 Rekayasa Jalan dan Jembatan
288 Tata Cara Keamanan Bendungan. 93.010
Tata cara ini digunakan dalam melaksanakan kegiatan desain, konstruksi, operasi dan pemeliharaan, serta penghapusan bendungan dengan tujuan untuk menjamin keamanan bendungan dan lingkungannya. ICOLD 1987 SNI 03-1731-1989 2008 Sumber Daya Air
289 Operasi dan pemeliharaan bendung karet isi udara
. Baru 2004
290 Tata cara pengukuran aliran air pada saluran terbuka secara tidak langsung dengan metode kemiringan luas 0
2
Standar ini menetapkan tata cara pengukuran aliran air pada saluran terbuka secara tidak langsung dengan metode kemiringan luas untuk perhitungan debit (laju volume aliran) air pada saluran terbuka atau sungai dengan menggunakan karakteristik penampang yang representatif, kemiringan muka air, dan koefisien kckasaran saluran, sebagai masukan pada perhitungan aliran berubah lambat laut. Tata cara ini menghasilkan pengukuran debit tidak langsung untuk satu kejadian, biasanya banjir tertentu. Hasil perhitungan debit ini bisa digunakan untuk membentuk segmen banjir hubungan antara debit terhadap tinggi muka air (lengkung debit). ASTM D 5130-90 -ASTM D 3558 : Practice for Open Channel Flow Measurement of Water by Velocity-Area Method
-ASTM D 5130 - 90 : Standard test Method For Open Channel Flow-Measurement of Water Indirectly by Slope-Area Methd
-ISO 748 : Liquid Flow Measurement in open Channels Velocity-Area Method
-ISO 1070 : Liquid Flow Measurement in Open Channel Slope-Area Method
-ASTM D 2777 : Practice for Determination of Precision and Bias of Applicable Methods of Committee D-19 on Water
-ASTM D 1129 : Definitions of Term Relating to Water
SNI 03-6467.2-2000 2010 Sumber Daya Air
291 Spesifikasi bangunan pelengkap unit paket IPA dan sarana penunjang 91.140.60
1
Spesifikasi ini mencakup standar penetapan komponen, ukuran, bahan, dari bangunan pelengkap dan sarana penunjang SNI 07-0071-1987 Baru 2007
292 Spesifikasi Material Fiber Reinforce Plastic untuk unit paket IPA 91.140.60
1
Spesifikasi Ini berisi mengenai persyaratan umum dan ketentuan-ketentuan serta tahapan perencanaan yang diperlukan dalam menetapkan ukuran, bahan, dan struktur dari paket unit instalasi pengolahan air SNI 06-0112-1987 Baru 2007
293 Spesifikasi Material baja untuk tahan karat untuk unit paket IPA 91.140.60
1
Spesifikasi ini berisi mengenai persyaratan umum dan ketentuan-ketentuan serta tahapan perencanaan yang diperlukan dalam menetapkan ukuran, bahan dan SNI 07-1335-1989 Baru 2007
294 Spesifikasi Material baja untuk unit paket IPA 91.140.60
1
Spesifikasi ini berisi mengenai persyaratan umum dan ketentuan-ketentuan serta tahapan perencanaan yang diperlukan dalam menetapkan ukuran, bahan dan struktur dari material baja unit instalasi pengolahan air SNI 07-0070-1987 Baru 2007
295 Tata Cara Perencanaan unit Pengolah Lumpur Buangan Unit IPA 91.140.60
1
Standar Ini mencakup ketentuan-ketentuan mengenai komponen ukuran, bahan peralatan, struktur, dan kinerja kelengkapan dari unit pengolahan lumpur yang berupa Sludge Drying Bed dan Sludge Lagoon Japan Water Works Association, Design Criteria for Waterworks Facilities 1990 Baru 2007
296 Spesifikasi perbaikan beton dengan mortar epoksi
2
Spesifikasi ini mencakup perbaikan cacat dalam beton semen Portland yang telah mengeras dengan mortar epoksi yang dicampur pasir Baru 2009 Bahan, Sain, Struktur dan Konstruksi Bangunan
297 Tata Cara Perancangan Teknik Unit Distribusi dan Pelayanan 91.140.60
1
Tata Cara Ini mencakup ketentuan-ketentuan dan tata cara perancangan teknik unit distribusi dan pelayanan, yang terdiri dari reservoir, perpompaan, pipa transmisi dan pipa distribusi SNI 06-4828-1998 Baru 2007
298 Deformed and Plain Billet steel bars for concrete reinforcement 91.080.30
2
.. Baru 2006
299 Pra studi kelayakan proyek jalan dan jembatan
. Baru 2004
300 Metode Pengukuran Tebal Endapan Gambut 17.040
2
Standar ini menetapkan pengukuran perkiraan tebal endapan gambut di permukaan yang menutupi tanah mineral atau lapisan batuan dasar dengan menggunakan teknik pendugaan stang baja. ASTM D 4544-86 -ASTM D 4544-86 : Standard Practice for Estimating Peat Deposit Thickness
SNI 03-6789-2002 2008 Sumber Daya Air
301 cara uji Ketegaklurusan Sumur. (PNPS 2008)(usulan PNPS 2010) 19.020
2
Metode ini digunakan untuk pemeriksaan ketegaklurusan sumur. SNI 03-6454-2000 2010 Sumber Daya Air
302 spesifikasi profil, plat dan batang baja struktural paduan carbon rendah yang bermutu tinggi dan pelat baja strukturan tempa dingin untuk jembatan 91.100
2
. Baru 2006
303 Pedoman Penyambungan Tiang Pancang Beton Pracetak untuk pondasi jembatan 93.040
2
Tata cara ini bertujuan untuk memperoleh keseragaman dalam pelaksanaan penyambungan tiang pancang beton pracetak serta mendapatkan mutu sambungan yang bersifat monolitik. ASTM C 882-78 -JIS A 1106-1964 : Method of test for flexural strength of concrete
-SNI 03-2493-1991 : Metode Pembuatan dan Perawatan Benda Uji Beton di Laboratorium judul direvis menjadi Tata cara pembuatan dan perawatan benda uji beton di laboratorium agar memenuhi syarat
SNI 03-3448-1994 2007 Rekayasa Jalan dan Jembatan
304 Metode pengujian kekuatan tarik aksial kayu dan bahan struktur bangunan berbasis kayu
. Baru 2004
305 Metode pengujian, kadar lempung dalam agregat
. Baru 2004
306 Tata cara pembangunan sumur produksi dengan pengeboran sistem sirkulasi langsung 0
2
Tata cara ini membahas tentang ketentuan dan prosedur pengerjaan, pelaporan hasil pemboran dan pembangunan sumur produksi SNI 03-6469-2000 2010 Sumber Daya Air
307 Metode Pengontrolan Sungai selama Pelaksanaan Konstruksi Bendungan Bagian 1 : Pengendalian Sungai selama Pelaksanaan Konstruksi Bendungan 93.010
2
Metode ini membahas tentang metode pengendalian sungai selama pelaksanaan konstruksi bendungan untuk memberikan ruangan kerja yang bebas dari air dan aman terhadap banjir -SNI 03-3432-1994 : Tata Cara Penetapan Banjir Desain dan Kapasitas Pelimpah Untuk Bendung.
-SNI 03-3412-1994 : Metode Perhitungan Debit Sungai Harian
-SNI 03-1731-1989 : Tata Cara Keamanan Bendungan.
SNI 03-6456.1-2000 2009 Sumber Daya Air
308 Cara uji Pengukuran pH Pasta Tanah-Semen untuk Stabilisasi 93.020
2
Metode ini digunakan untuk pengukuran pH pasta tanah-semen untuk mendeteksi keberadaan bahan organik dalam tanah yang dapat mempengaruhi proses hidrasi semen portland. BS 1924 : 1975 -BS 1924 : 1975 : British Standards Institution, Detection of the precense in soils of organic matter able to interfere with the hydraulic of portland cement (measurement of the pH of a soil-cement paste), Section 7.2, Test 18, Methods of Test for Stabilized Soils BS 1924 : 1975
SNI 19-6426-2000 2008 Rekayasa Jalan dan Jembatan
309 Cara uji Kadar Air Aspal Emulsi. 75.140
2
Metode ini digunakan untuk menentukan persentase kadar air aspal emulsi. AASHTO T 59-82 (1982) -AASHTO T 59-82 (1982) : Coaiting ability and water resistance test, washington D.C, 2001
-ASTM D 244-83a 1916 PA-1903 : Water content, part 4 1983
SNI 03-3641-1994 2007 Rekayasa Jalan dan Jembatan
310 Cara uji Aspal Emulsi Tertahan Saringan No.20. 75.140
2
Metode ini digunakan untuk menentukan bagian aspal emulsi yang tertahan saringan No. 20. AASHTO T 59-82 (1982) -ASTM D 244-83, 1916 race ST : Coating ability and water resistance test part 4, Philadelphia PA-19103
-AASHTO T 59-82 (1982) : Coaiting ability and water resistance test, washington D.C, 2001
SNI 03-3643-1994 2009 Rekayasa Jalan dan Jembatan
311 Cara uji Jenis Muatan Partikel Aspal Emulsi. 75.140
2
Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya partikel aspal emulsi. AASHTO T 59-82 (1982) -AASHTO T 59-82 (1982) : Coaiting ability and water resistance test, washington D.C, 2001
-ASTM D 244-83, 1916 race ST : Coating ability and water resistance test part 4, Philadelphia PA-19103
SNI 03-3644-1994 2007 Rekayasa Jalan dan Jembatan
312 Tata Cara Pelaksanaan Beton Aspal Campuran Dingin dengan Aspal Emulsi untuk Perkerasan Jalan 93.080.10
2
Tata cara ini digunakan untuk menyeragamkan cara pelaksanaan campuran dingin dengan aspal emulsi agar diperoleh lapis perkerasan yang memenuhi persyaratan dan ketentuan serta dapat menghemat waktu pelaksanaan dan pemakaian bahan. Hasil Litbang SNI 03-3978-1995 2007 Rekayasa Jalan dan Jembatan
313 Metode pengujian berat jenis semen portland (Revisi SNI 15-2531-1991, ASTM C 188-84) 91.100.10
2
Metode pengujian ini digunakan untuk menentukan nilai berat isi semen portland dan untuk pengendalian mutu semen. ASTM C 188-84 -ASTM C 158-84 : American Society for Density of Hydraulic Cement, Philadelphia, PA-19103
SNI 15-2531-1991 2010 Rekayasa Jalan dan Jembatan
314 Spesifikasi Bantalan Karet Untuk Perletakan Jembatan 93.040
2
Spesifikasi ini membahas persyaratan untuk bantalan karet jembatan, baik yang polos maupun yang berlapis dengan pelat penguat dan harus memiliki kemampuan untuk memuai dan menyusut akibat temperatur, berputar sudut, perubahan lawan lendut, rangkak dan susut. AASHTO M 251 - 90 -AASHTO M 251 - 90 : Standard Specification for Plain and laminated Elastomeric Bridge Bearings
SNI 03-4816-1998 2007 Rekayasa Jalan dan Jembatan
315 Cara uji CBR Laboratorium 93.020
2
cara uji ini digunakan untuk menetukan CBR (caifornia bearing ratio) tanah dan campuran tanah agregat yang dipadatkan di laboratorium pada kadar air tertentu AASHTO T-193-81 SNI 03-1744-1989 2009 Rekayasa Jalan dan Jembatan
316 Cara uji Berat Isi Tanah Berbutir Halus dengan Cetakan Benda Uji 93.020
2
Metode ini digunakan untuk menentukan berat isi tanah halus dengan cetakan benda uji. ASTM D 2937 -SNI 1965-1990-F : Metode Pengujian Kadar Air Tanah, Depertemen PU, Jakarta
-ASTM D 2937 : Test Method for Density of Soil In Place by The Drive Cylinder Method
SNI 03-3637-1994 2009 Rekayasa Jalan dan Jembatan
317 Cara uji Kelekatan Aspal Emulsi dan Ketahanan Terhadap Air. 75.140
2
Metode ini digunakan untuk mengetahui persentase pelekatan aspal emulsi terhadap agregat dan ketahanan terhadap air. AASHTO T 59-82 (1982) -AASHTO T 59-82 (1982) : Coaiting ability and water resistance test, washington D.C, 2001
-ASTM D 244-83, 1916 race ST : Coating ability and water resistance test part 4, Philadelphia PA-19103
SNI 03-3645-1994 2007 Rekayasa Jalan dan Jembatan
318 Spesifikasi Aspal Emulsi Anionik 93.080.20
2
Spesifikasi ini menetapkan persyaratan teknis aspal emulsi anionik yang digunakan dalam konstruksi perkerasan jalan. AASHTO M 140-88 -AASHTO M 140-88 : Standard specification for emulsified asphlt
SNI 03-6832-2002 2007 Rekayasa Jalan dan Jembatan
319 Tata Cara Pengambilan Contoh Tanah Dengan Tabung Dinding Tipis 93.020
2
Tata cara ini mencakup prosedur penggunaan tabung logam dinding tipis dalam pengambilan contoh tanah tak terganggu untuk pengujian sifat fisik dan mekanik di laboratorium. ASTM D. 1587-83 -SNI 03-4148-1996 : Spesifikasi Tabung Dinding Tipis Untuk Pengambilan Contoh Tanah Berkohesi Tidak Terganggu.
-ASTM D 3550 : Practice for Ring-Lined Barrel Sampling of Soils
-ASTM D 2488 : Practice for Description and identification of Soils (Visual-Manual Procedure)
-ASTM D 4220 : Practice for Preserving and Transporting Soil Samples
SNI 03-4148.1-2000 2009 Sumber Daya Air
320 Tata Cara Perencanaan Teknis Bendung Penahan Sedimen. (sedang dievisi) 93.160
Standar ini menetapkan Tata cara perencanaan teknik bendung penahan sedimen, yang membahas tentang persyaratan, ketentuan-ketentuan dan cara pengerjaan perencanaan teknik bendung penahan sedimen tipe gravitasi dengan peluap berbentuk trapesium serta beberapa pengertian yang berkaitan dengan tata cara ini. -SNI M-17-1989-F : Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka
-SK SNI T-02-1990-F : Tata cara perencanaan umum bendung, Departemen PU, Jakarta
-SK SNI M-8-1989-F : Metode perhitungan debit banjir. Departemen PU, Jakarta
SNI 03-2851-1991 2004 Sumber Daya Air
321 Tata Cara Pelaksanaan Laburan Aspal Satu Lapis (Burtu) untuk Permukaan Jalan. 93.080.10
2
Tata Cara ini digunakan untuk meyeragamkan pelaksanaan pelapisan perkerasan jalan dengan laburan aspal Satu Lapis agar diperoleh hasil yang memenuhi persyaratan dan ketentuan serta untuk menghemat waktu pelaksanaan dan pemakaian bahan. NASRAA 1981 -NAASRA 1984 : Principles and particle of bituminuos surfacing, vol. 1, sprayed work NAASRA
SNI 03-3979-1995 2007 Rekayasa Jalan dan Jembatan
322 Tata Cara Pelaksanaan Laburan Aspal Dua Lapis (Burda) untuk Permukaan Jalan. 93.080.10
2
Tata Cara ini digunakan untuk meyeragam-kan pelaksanaan pelapisan perkerasan jalan dengan laburan aspal Dua Lapis agar diperoleh hasil yang memenuhi persyaratan dan ketentuan serta untuk menghemat waktu pelaksanaan dan pemakaian bahan. NASRAA 1981 SNI 03-3980-1995 2007 Rekayasa Jalan dan Jembatan
323 Metode pengujian tebal dan panjang rata-rata agregat (Revisi SNI 03-4137-1996, National Roads Board Zealand 1987 Spesification NRB T/5) 91.100.20
2
Metode ini digunakan untuk memperoleh bentuk agregat yang seragam. NRB HZ SPEC. T. 15 -Acuan SNI 03-4137-1996 :
-NRB HZ SPEC. T. 15 :
SNI 03-4137-1996 2009 Rekayasa Jalan dan Jembatan
324 Metode pengujian gumpalan lempung dan butir-butir mudah pecah dalam agregat (revisi SNI 03-4141-996, AASHTO T 112-2004/ASTM C 142 1997 reapproved 2004). 91.100.20
2
Metode ini digunakan untuk menghitung besarnya persentasi jumlah gumpalan lempung dan butir-butir mudah pecah dalam agregat halus maupun kasar. AASHTO T 112-81 -SK SNI M-02-1994-03 : Metode Pegujian Jumlah Bahan Dalam Agregat Yang Lolos Saringan Nomor 200 (0,075 mm)
-AASHTO T 112-81 : Clay Lumps and Friable Particles in Agregate, Methods of Sampling and Testing Part II
SNI 03-4141-1996 2010 Rekayasa Jalan dan Jembatan
325 Spesifikasi Kapur Untuk Stabilisasi Tanah 91.100.20
2
Spesifikasi ini mencakup mutu dan persyaratan kapur yang harus dipenuhi untuk pekerjaan stabilisasi tanah. AASHTO M 216-84 (90) -AASHTO M 216 - 68 : Lime For Soil Stabilization 1982
-AASHTO M 216-84 (90) :
SNI 03-4147-1996 2007 Rekayasa Jalan dan Jembatan
326 Cara Uji Agregat Halus Atau Pasir Yang Mengandung Bahan Plastis Dengan Cara Setara Pasir 91.100.20
2
Metode ini digunakan untuk menyeragamkan cara pengujian pasir atau agregat halus yang plastis dengan cara setara pasir. Metode ini dilakukan terbatas pada pasir atau agregat halus dan lolos saringan No. 4 (4,76 mm). AASHTO T 176-86 -AASHTO T 176-86 : Plastic Fine in Graded Aggrgates and Soils by Use Of The Sand Equivalent Test
SNI 03-4428-1997 2007 Rekayasa Jalan dan Jembatan
327 Cara Uji Karet Spon Sebagai Bahan Pengisi Siar Muai Pada Konstruksi Beton 83.140.99
2
Spesifikasi ini digunakan untuk menilai mutu karet spon dan bertujuan untuk mendapatkan mutu karet spon yang memenuhi persyaratan fisik yang digunakan sebagai bahan pengisi siar muai pada perkerasan beton dan konstruksi bangunan. AASHTO T 42-85 SNI 03-4429-1997 2007 Rekayasa Jalan dan Jembatan
328 Cara Identifikasi Aspal Emulsi Kationik Mantap Cepat 75.140
Standar ini mencakup prosedur untuk mengidentifikasi aspal emulsi kationik mantap cepat, ditentukan berdasarkan ketidak mampuan aspal emulsi kationik mantap cepat untuk menyelimuti pasir lisika yang membedakan dari kelas kationik mantap sedang dan mantap lambat. ASTM D 244-83, 1916 race ST Baru 2004 Rekayasa Jalan dan Jembatan
329 Tata Cara Perencanaan Beton Bertulang dan Struktur Dinding Bertulang Untuk Rumah dan Gedung
Tata cara ini digunakan untuk mempersingkat waktu perencanaan berbagai bentuk struktur yang umum dan menjamin syarat-syarat perencanaan tahan gempa untuk rumah dan gedung yang berlaku SNI 03-1734-1989 2006 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
330 Cara Uji penentuan kadar air untuk tanah dan batuan di laboratorium 93.020
2
Standar ini menetapkan prosedur uji di laboratorium tentang penentuan kadar air untuk tanah, batuan dan material sejenisnya berdasarkan beratnya. Penggunaan kata material yang sering diterapkan di sini juga mengacu salah satu material tanah atau material batuan. AAFC T-4-93 -ASTM D 2216 : Test Method for Laboratory Determination of water (Moisture) Content of Soil and Rock
SNI 03-1965-1990 2005 Rekayasa Jalan dan Jembatan
331 Spesifikasi Pilar dan Kepala Jembatan Sederhana Bentang 25 meter dengan Pondasi Tiang Pancang 93.040
2
Spesifikasi ini bertujuan untuk memudahkan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan jembatan serta penghematan pada jembatan sederhana bentang 25 m AASHTO, 1976 -SNI 03-2546-1991-1 : Japan Road Assosiation Specification for Highway Bridges
-AASHTO, 1976 : American Assosiation of State Highway and Transportation Official
-SNI - 1725 - 1989 - F : Tata cara pembebanan Jembatan untuk jalan raya.
SNI 03-2546-1991 2005 Rekayasa Jalan dan Jembatan
332 Perencanaan tebal lapis tambah perkerasan lentur dengan metode lendutan
. Baru 2004
333 Metode Pengujian pH Tanah dengan Alat pH Meter (PNPS 2010) 19.020
2
Metode ini membahas pengertian, ketentuan-ketentuan, dan prosedur pengujian pH tanah sesuai penggunaannya meliputi : peralatan, bahan, cara pengujian dengan alat pH meter serta meliputi pengukuran pH tanah untuk keperluan pertanian, lingkungan dan sumber alam, kecuali korosi. Pengujian ini digunakan untuk menentukan derajat keasaman atau kebasaan tanah yang tersuspensi dalam air dan dalam larutan kalsium khlorida (CaC12) 0,01 M. ASTM D 4972-89 -ASTM D 4972-89 : Standar test method for pH soil
SNI 03-6787-2002 2010 Sumber Daya Air
334 Cara uji pH gambut dengan alat pH meter 19.020
Metode ini memuat pengertian ketentuan-ketentuan, dan prosedur pengukuran pH secara elektronik kimia dari bahan gambut. Metode ini digunakan untuk menentukan derajat keasamana atau kebasaan bahan gambut yang tersuspensi dalam air dan dalam larutan kalsium ASTM D 2976-71 -ASTM D 2976-71 : Standard Test Methods for pH of Peat Materials.
SNI 03-6788-2002 2008 Sumber Daya Air
335 Tata Cara Pengerukan Muara Sungai dan Pantai Bagian 1 : Survei Lokasi dan Investigasi (PNPS 2010) 93.010
Tata cara ini meliputi ketentuan-ketentuan survei dan investigasi untuk keperluan kegiatan pengerukan muara sungai dan pantai yang dilakukan dengan bantuan wahana apung BS 6349-1991 : Part 5 -SNI T-21-2000 : Tata cara pengerukan muara sungai dan pantai bagian 2, pertimbangan-pertimbangan yang mempengaruhi pekerjaan pengarukan
-SNI T-22-2000 : Tata cara pengerukan muara sungai dan pantai bagian 3, pemilihan peralatan
-SNI T-23-2000 : Tata cara pengerukan muara sungai dan pantai bagian 4, pelaksanaan dan pengawasan
SNI 19-6471.1-2000 2010 Sumber Daya Air
336 Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Tanah untuk Konstruksi Bangunan Gedung dan Perumahan 91.010.10
2
Standar ini menetapkan indeks bahan bangunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan tanah yang dapat dijadikan acuan dasar yang seragam bagi para pelaksana pembangunan gedung dan perumahan dalam menghitung besarnya harga satuan pekerjaan tanah untuk bangunan gedung dan perumahan. Jenis pekerjaan tanah yang ditetapkan meliputi: a) Pekerjaan galian tanah biasa dan tanah keras dalam berbagai kedalaman; b) Pekerjaan stripping atau pembuangan humus; c) Pekerjaan pembuangan tanah; d) Pekerjaan urugan kembali, urugan pasir, pemadatan tanah, perbaikan tanah sulit dan urugan sirtu. BOW 1921 -SNI 03-2835-2002 : Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Tanah Judul direvisi menjadi : Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Tanah untuk Konstruksi Bangunan Gedung dan Perumahan
SNI 03-2835-2002 2005 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
337 Metode Pengujian Kadar Bahan Organik Dalam Tanah Dengan Pembakaran 19.020
Standar ini menetapkan cara uji bahan organik dalam tanah dengan pembakaran untuk melaksanakan pengujian tanah yang mengandung bahan organik dan untuk memperoleh kadar bahan organik AASHTO T 267-1980 SNI 03-2816-1992 2005 Sumber Daya Air
338 Cara uji Kandungan Udara dalam beton segar dengan metode tekan 19.020
Metode ini bertujuan untuk memperoleh nilai kandungan udara pada beton segar dalam persentase (%) volume. JIS C 173, 1975 SNI 03-3418-1994 2005 Sumber Daya Air
339 Tata Cara Perhitungan Struktur Kayu
1
Tata Cara ini mencakup persyaratan umum serta ketentuan teknis perencanaan dan pelaksanaan struktur kayu untuk bangunan gedung Baru 2010 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
340 Tata cara Perhitungan Evapotranspirasi Potensial Dengan Panci Penguapan Kelas A 07.060
Metode ini digunakan untuk menghitung besarnya Evapotranspirasi potensial menggunakan panci penguapan kelas A. FAO of the UN, 1984. SNI 03-2821-1992 2005 Sumber Daya Air
341 Cara uji kelulusan air benda uji tanah di laboratorium dengan tekanan tetap 19.020
2
Metode ini digunakan untuk memperoleh besarnya koefisien kelulusan air dengan tekanan konstan pada contoh tanah. ASTM D 2434-68 (2000) SNI 03-2435-1991 2005 Sumber Daya Air
342 Metode Pengukuran Kelulusan Air pada Tanah Zone Tak Jenuh dengan Lubang Auger 17.040
2
Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya nilai kelulusan air pada tanah zone tak jenuh. ASTM D 1452-80 (90) SNI 03-3968-1995 2005 Sumber Daya Air
343 Cara uji cepat rambat ultrasonik dan konstanta elastis benda uji di laboratorium 19.020
Standar ini menetapkan cara uji cepat rambat ultrasonik dan konstanta elastis benda uji batu di laboratorium untuk memperoleh parameter cepat rambat gelombang ultrasonik dan menentukan konstanta elastis batu dengan menggunakan panjang benda uji ± 2 kali diameter ASTM D 2845-00 (2004) SNI 06-2485-1991 2010 Sumber Daya Air
344 Metode Pemboran Air Tanah Dengan Alat Bor Putar Sistem Sirkulasi Langsung 93.020
Metode ini digunakan untuk melaksanakan pembuatan suatu lubang bor yang baik untuk mendapatkan air tanah dengan alat bor putar, sistem sirkulasi langsung. SNI 03-3969-1995 2008 Sumber Daya Air
345 Penyelidikan air minum berbasis masyarakat (PAM BM) Pedoman umum
. Baru 2004
346 Tata Cara Perencanaan Bangunan Baja Untuk Gedung 91.080.40
1
Tata cara ini digunakan untuk mengarahkan terciptanya pekerjaan perencanaan dan pelaksanaan baja yang memenuhi ketentuan minimum serta mendapatkan hasil pekerjaan struktur yang aman, nyaman dan ekonomi SNI 03-1729-1989, NEN 3851, 1972 SNI 03-1729-2002 2010 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
347 Pelaksanaan pemasangan bantalan karet pada jembatan
. Baru 2004
348 Metode Pengujian Jumlah Bahan dalam Agregat yang Lolos Saringan No. 200 (0,075 MM); 91.100.20
2
Metode ini digunakan untuk menghitung besarnya persentase jumlah bahan dalam agregat yang lolos saringan No. 200 (0,075 mm). AASHTO T 11-82 SNI 03-4142-1996 2010 Rekayasa Jalan dan Jembatan
349 Sanitasi berbasis masyarakat 91.100
1
Penyelengaraan prasarana dan sarana sanitasi dengan melibatkan peran serta masyarakat Baru 2008 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
350 Audit keselamatan jalan
. Baru 2004
351 Spesifikasi Bahan Tambahan Untuk Beton 91.100.30
2
Spesifikasi ini memuat persyaratan mutu bahan tambahan yang digunakan sebagai bahan tambahan campuran beton, sehingga didapatkan sifat-sifat khusus dari beton yaitu kemudahan pengerjaan, pengerasan, kekedapan dan keawetan SNI 03-2495-1991 2005
352 Tata Cara Pelaksanaan Injeksi Semen Pada Batuan 93.010
2
Tata cara ini digunakan dalam pelaksanaan injeksi semen pada batu yang bertujuan untuk memperkecil kelulusan air dan meningkatkan kekuatan batu sebagai upaya dalam perbaikan batu pondasi suatu bangunan. USBR, 646-57 SNI 03-2393-1991 2005 Sumber Daya Air
353 Tata Cara Pelaksanaan Mendirikan Bangunan Gedung
2
Tata cara ini digunakan untuk memberikan landasan dalam membuat peraturan-peraturan mendirikan bangunan di masing-masing daerah, dengan tujuan menyeragamkan bentuk dan isi dari peraturan-peraturan bangunan yang akan dipergunakan di seluruh kota-kota di Indonesia SNI 03-1728-1989 2005 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
354 Spesifikasi cat berbahan dasar tanah
. Baru 2008 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
355 Tata cara pembuatan lembaran alang-alang sebagai bahan penutup atap
. Baru 2008 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
356 Studi kelayakan proyek jalan dan jembatan
. Baru 2004
357 Pedoman pemeriksaan jembatan (PNPS 2010)
. Baru 2007 Rekayasa Jalan dan Jembatan
358 Pengadaan tanah untuk pembangunan jalan
. Baru 2004
359 Cara uji sifat dispensif tanah dengan alat pinhole
. Baru 2005 Sumber Daya Air
360 Spesifikasi Pilar dan Kepala Jembatan Sederhana Bentang 14 meter dengan Pondasi Tiang Pancang 93.040
2
Spesifikasi ini bertujuan untuk memudahkan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan jembatan serta penghematan pada jembatan sederhana bentang 14 m AASHTO, 1976 -AASHTO, 1976 : American Assosiation of State Highway and Transportation Official
-SNI - 1725 - 1989 - F : Tata cara pembebanan Jembatan untuk jalan raya.
-SNI 03-2535-1991-1 : Japan Road Assosoation Specification for Highway Bridges
SNI 03-2535-1991 2005 Rekayasa Jalan dan Jembatan
361 Metode pengujian untuk pengukuran panjang beton inti hasil pengeboran
Metode ini meliputi penentuan panjang beton inti hasil pengeboran dari struktur beton Baru -
362 Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Pondasi untuk Konstruksi Bangunan Gedung dan Perumahan 91.010.20
Standar ini menetapkan indeks bahan bangunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan pondasi yang dapat dijadikan acuan dasar yang seragam bagi para pelaksana pembangunan gedung dan perumahan dalam menghitung besarnya harga satuan pekerjaan pondasi untuk bangunan gedung dan perumahan. Jenis pekerjaan pondasi yang ditetapkan meliputi : a) Pekerjaan pembuatan pondasi batu belah dalam berbagai komposisi campuran; b) Pemasangan anstamping / batu kosong; c) Pembuatan pondasi sumuran dan pondasi siklop. BOW 1921 -SNI 03-2836-1992 : Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Pondasi Batu Belah Untuk Bangunan Sederhana
-SK SNI 06-1989-F : Spesifikasi Bahan Bangunan Bagian C
SNI 03-2836-2002 2006 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
363 Spesifikasi Aspal Emulsi Kationik 75.140
2
Spesifikasi ini untuk mendapatkan mutu aspal emulsi kationik yang memenuhi persyaratan fisis untuk perencanaan dan pelaksanaan pembangunan jalan. AASHTO M 208-87 -AASHTO M 208-87 :
SNI 03-4798-1998 2007 Rekayasa Jalan dan Jembatan
364 Tata Cara Pemasangan dan Pemantauan Sel Tekanan Total Peneumatik 93.010
2
Tata cara ini mencakup pemasangan alat pengukur tekanan total dari jenis sel tekanan total peneumatik yang dipasang pada bangunan teknik sipil antara lain pada tubuh bendungan, dinding tembok penahan tanah, pondasi bangunan gedung dan lainnya Model 4800 E/c-1982 -Acuan 1982 : Institution Manual Total Pressure Cell, Model 4800 E/c, Geokon Inc. 1982
SNI 03-6374-2000 2009 Sumber Daya Air
365 Tata cara pencatatan dan identifikasi hasil pemboran inti 19.020
2
Standar ini menetapkan tata cara pencatatan dan identifikasi hasil pengeboran inti untuk melakukan pencatatan pelaksanaan dan hasil pengeboran inti yang dilaksanakan dengan menggunakan mesin bor putar serta memberi identifikasi tanah dan batuan atau butiran jenis perlapisan serta data lapangan tanah atau batuan secara langsung di lapangan bagi keperluan perencanaan bangunan teknik sipil. ASTM, 1987 D 420, 2488, 2607,4083 -ASTM D 653 : Terminology Relating to Soil, Rock and Contained Fluids
-USBR 1965 : Earth Manual, Qxford & IBH Publishing Co., New Delhi, Bombay, Calcuta
-ASTM 1989 Vol. 04, 08 : Soil and rock, building stones
SNI 03-2436-1991 2005 Sumber Daya Air
366 Cara Uji Analisis Butir Tanah 93.020
2
Metode ini digunakan untuk memperoleh gradasi tanah pada klasifikasi tanah dengan menggunakan alat Hidrometer. AASHTO T 88-90 -ASTM D-422-72, 1916 : American Society for Testing and Materials 1972, Particle Size Analysis of Soils, Race st. Philadelphia, Pa. 19103
-SNI 03-1964-1990 : Metode Pengujian Berat Jenis Tanah Judul direvisi menjadi :Cara Uji Berat Jenis Tanah
-SNI 1965-1990-F : Metode Pengujian Kadar Air Tanah, Depertemen PU, Jakarta
-SNI 03-1968-1990 : Metode Pengujian Tentang Analisis Saringan Agregat Halus dan Kasar
SNI 03-3423-1994 2005 Rekayasa Jalan dan Jembatan
367 Cara uji kepadatan tanah di lapangan dengan cara selongsong 93.020
2
Standar ini menetapkan pengujian kepadatan tanah di lapangan yang sesuai kebutuhan lapangan dibandingkan dengan metode lainnya, karena peralatan yang digunakan relatif kecil dan ringan. Penggunaannya dapat dilakukan pada tanah tidak berkohesi, granular, tanah yang sebagian besar terdiri dari tanah berbutir kasar yang mengandung butiran halus maksimum 5% dan ukuran butiran maksimum 19 mm. ASTM D 4564-02a -ASTM D 4254-91 : Test Methods for Minimum Index density and Unit Weight of Soils and Calculation of Relative Density
-SNI 03-2832-1992 : Metode Pengujian untuk Mendapatkan Kepadatan Tanah Maksimum dengan Kadar Air optimum
-SNI 03-1965-1990 : Metode Pengujian Kadar Air Tanah Judul direvisi menjadi :Cara Uji Penentuan Kadar Air untuk Tanah dan Batuan di Laboratorium
-ASTM D 4753 : Specification for Evaluating, Selecting and Specifying Balances and Scales for Use ini Soil and Rock Testing
-ASTM D 4564-93 : Standard Test Method for Density of Soil in Place by The Sleeve Method
SNI 03-6792-2002 2006 Sumber Daya Air
368 Cara uji potensi penyumbatan sistem tanah geoteksil dengan menggunakan rasio-gradien 19.020
2
Standar ini menetapkan metode pengujian untuk menentukan kelulusan air dan potensi penyumbatan sistem tanah-geotekstil dengan kondisi aliran satu arah. ASTM D 5101-90 -ASTM D 653 : Terminology Relating to Soil, Rock and Contained Fluids
-ASTM D 4439 : Terminology Relating to Geotextiles
-ASTM D 123 : Terminology Relating to Textiles
-ASTM D 737 : Test Methods for Air Permeability of Textile
-ASTM D 4354 : Practice for Sampling of Geotextiles for Testing
SNI 12-6423-2000 2005 Sumber Daya Air
369 Pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang di sekitar jalan tol
. Baru 2004
370 Tata Cara Pemasangan Instrumen Magnetis dan Pemantauan Pergerakan Vertikal Tanah 93.020
2
Standar ini menetapkan tata cara pemasangan instrumen magnetis dan pemantauan pergerakan vertikal lapisan tanah fondasi dan atau lapisan urugan tanah suatu tanggul, tubuh bendungan, tembok penahan tanah dan pangkal jembatan serta bangunan teknik sipil lainnya. Bureau of Reclamation, 1987. US. Departemen of Interior -SNI 03-3404-1994 : Metode Pemasangan Inklinometer Judul Di revisi Menjadi : Tata Cara Pemasangan Inklinometer dan Pemantauan Pergerakan Horisontal Tanah
SNI 03-3454-1994 2005 Sumber Daya Air
371 Cara Uji Slump Beton 91.100.30
2
Cara uji ini meliputi penentuan nilai slump beton, baik di laboratorium maupun di lapangan. Nilai-nilai yang tertera dinyatakan dalam satuan internasional (SI) dan digunakan sebagai standar. ASSHTO T 119-74 -ASTM 143-71 : Test for Slump of Portland Cement Concrete. Philadelphia PA-19103
-ASSHTO T 119-74 : Slump of Portland Cement Concrete. Washington, D.C.
SNI 03-1972-1990 2005 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
372 Tata cara perencanaan rumah maisonet biasa
. Baru 2004
373 Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Plesteran untuk Konstruksi Bangunan dan Perumahan 91.010.20
2
Standar ini menetapkan indeks bahan bangunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan plesteran yang dapat dijadikan acuan dasar yang seragam bagi para pelaksana pembangunan gedung dan perumahan dalam menghitung besarnya harga satuan pekerjaan plesteran untuk bangunan gedung dan perumahan. -SNI 03-2837-1992 : Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan dinding tembok dan plesteran untuk bangunan sederhana
-SNI 03-1726-2002 : Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Rumah dan Gedung.
-SK SNI 06-1989-F : Spesifikasi Bahan Bangunan Bagian C
-SK SNI S-03-1994-03 : Spesifikasi peralatan pemasangan dinding bata dan plesteran
-SNI 03-2410-1994 : Tata Cara Pengecatan Dinding Tembok Dengan Cat Emulsi
SNI 03-2837-2002 2006 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
374 Perancangan rambu-rambu di dalam bangunan gedung
. Baru 2004
375 Metode pengujian penyerapan suara pada bahan akustik dengan metode tabung
. Baru 2004
376 Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Kayu untuk Konstruksi Bangunan Gedung dan Perumahan 91.010.20
2
Standar ini menetapkan indeks bahan bangunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan kayu yang dapat dijadikan acuan dasar yang seragam bagi para pelaksana pembangunan gedung dan perumahan dalam menghitung besarnya harga satuan pekerjaan kayu untuk bangunan gedung dan perumahan. Jenis pekerjaan kayu yang ditetapkan meliputi : a) Pekerjaan pembuatan atau pemasangan kusen pintu atau jendela jenis kayu kelas I, II atau III; b) Pekerjaan pembuatan pintu panel, pintu klamp, pintu kayu lapis (plywood, teakwood), pintu atau jendela jalusi, pintu atau jendela kaca dan pintu teakwood; c) Pekerjaan pembuatan kuda-kuda atap dan rangka atap jenis kayu kelas I, II atau III; d) Pekerjaan pembuatan rangka langit-langit jenis kayu kelas II atau III; e) Pekerjaan pembuatan rangka dinding dan pemasangan dinding pemisah jenis kayu kelas I, II atau III; f) Pekerjaan pemasangan listplank jenis kayu kelas I dan kayu kelas II. BOW 1921 -SNI 4.3-53.1987 : Specifikasi kayu awet untuk perumahan dan gedung
-SNI 03-2445-1991 : Spesifikasi Ukuran Kayu Untuk Bangunan Rumah dan Gedung
-SK SNI 06-1989-F : Spesifikasi Bahan Bangunan Bagian C
-SNI 03-3435-1994 : Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Penutup Langit-langit Untuk Bangunan dan Gedung
-SK SNI S-04-1989-F : Specifikasi bahan bangunan bagian A (bahan bangunan bukan logam)
SNI 03-3434-2002 2006 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
377 Metode Pengujian untuk Mendapatkan Kepadatan Tanah Maksimum dengan Kadar Air optimum 19.020
2
Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kepadatan tanah maksimum dengan kadar air optimum, untuk memperoleh kepadatan tanah basah maksimum dan selisih kadar kadar air secara cepat serta dipakai sebagai standar kualitas kepadatan di lapangan. ASTM, 1978 D 698, 1557 SNI 03-2832-1992 2005 Sumber Daya Air
378 Cara uji Koreksi Kepadatan Tanah yang Mengandung Butir Kasar 93.020
2
Metode ini digunakan untuk mengoreksi nilai kepadatan maksimum yang didapat dari pengujian pemadatan yang dilakukan berdasarkan: SNI 03-1743-1989 dan SNI 03-1741-1989, yaitu jika bahan berbutir kasar yang tertahan saringan No. 4 berbeda dengan pengujian kepadatan di lapangan. AASHTO T 224-86 -AASHTO T 224-67 : Standard Methods of Sampling and Testing, Correction for Coarse Particles in The Soil Compaction Test, Washington D.C., 2001
SNI 03-1976-1990 2006 Rekayasa Jalan dan Jembatan
379 Tata Cara Perencanaan Umum Drainase Perkotaan ( metode pemboran air tanah dengan alat bor putar sistem sirkulasi ) 91.140.80
2
Tata cara ini digunakan untuk memperoleh hasil perencanaan drainase perkotaan yang dapat dilaksanakan sesuai dengan ketentuan-ketentuan teknik perencanaan (metode ini dugunakan untuk melaksanakan pembuatan suatu lubang bor yang baik untuk mendapatkan air tanah dengan alat bor putar sistem sirkulasi langsung) SNI 02-2406-1991 2009 Sumber Daya Air
380 Metode Pengujian Kadar aspal dalam campuran Beraspal dengan Cara Ekstraksi Menggunakan Alat Soklet 75.140
2
Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar aspal dalam campuran beraspal dengan cara ekstraksi menggunakan alat soklet. Laboratory Handbook 1994 SNI 03-3640-1994 2006 Rekayasa Jalan dan Jembatan
381 Pedoman pelaksanaan stabilisasi bahan jalan langsung ditempat dengan bahan serbuk pengikat 93.080.10
2
Tata cara ini digunakan untuk mendapatkan hasil pelaksanaan stabilisasi tanah dengan semen di lapangan yang sesuai dengan perencanaan. SNI 1942-1989-F SNI 03-3440-1994 2006 Rekayasa Jalan dan Jembatan
382 "Tata cara pemasangan geotekstil sebagai filter dan transisi dalam bendungan urugan " 93.010
2
Standar ini mencakup tata cara desain geotekstil yang digunakan sebagai filter dan transisi dalam bendungan urugan dan meliputi uraian tentang penggunaan geotekstil secara umum, geotekstil sebagai filter dan transisi dalam bendungan urugan, prinsip-prinsip filtrasi, kriteria dan penggunaan geotekstil sebagai bidang permukaan geser. ICOLD Bull 55-1986 -ASTM D 751-1989 : test Methods for Coated Fabrics
SNI 03-6720.1-2002 2009 Sumber Daya Air
383 Metode uji densitas tanah di tempat (lapangan) dengan alat Konus Pasir 93.020
2
Metode ini digunakan untuk menentukan angka kepadatan lapangan dengan alat konus pasir. AASHTO T 191-86 -SNI-1742-1989-F : Metode Pengujian Kepadatan Ringan untuk Tanah, Departemen Pekerjaan Umum, Jakarta
-SNI-1743-1989-F : Metode Pengujian Kepadatan Berat untuk Tanah. Departemen Pekerjaan Umum, Jakarta.
SNI 03-2828-1992 2006 Rekayasa Jalan dan Jembatan
384 Cara Uji Kadar Air total Agregat dengan pengeringan 91.100.20
2
Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar air agregat. ASTM C 566-89 -ASTM C 566-78 : Cocrete and Mineral Aggregates (Including Manual of Aggregate and Cocrete Testing)
SNI 03-1971-1990 2006 Rekayasa Jalan dan Jembatan
385 spesifikasi baut mutu tinggi untuk penyambung struktur baja 91.100
2
. Baru 2006
386 standar beton siap pakai 91.100
2
. Baru 2008
387 metode pengambilan contoh uji sampah 91.010
1
Metode ini mencakup pengujian sampah melalui pengambilan contoh Baru 2008
388 Cara uji seismik refraksi untuk penyelidikan bawah permukaan (ASTM D 577-00)
2
. Baru 2006
389 Operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi secara partisipastif
. Baru 2004
390 Tata cara penyelamatan penghuni rumah susun sederhana saat terjadi kebakaran
. Baru 2007 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
391 Tata Cara Pemasangan Utilitas di Jalan 93.080.10
2
Tata cara ini menjelaskan cara pelaksanaan/pemasangan yang memenuhi persyaratan-persyaratan, baik teknik maupun non teknik yang berkaitan dengan pemasangan utilitas di jalan. AASHTO T 191-82 (1982) -AASHTO T 99-74 :
-AASHTO M 231 : Weighting Devices Used in the testing of materials
-AASHTO R 11 : Tata Cara Penetapan Ketelitian Angka dalam Pemenuhan Nilai Batas yang disyaratkan
-AASHTO D T 217-87 : Standard Method of test for Determination of Moisture in Soils by Means of Calcium Carbide gas Pressure Moisture Tester
SNI 03-2850-1992 2009 Rekayasa Jalan dan Jembatan
392 Spesifikasi Bahan Sambungan pada Bendungan Beton Bagian 1 : Pemilihan Bahan Penahan Air 93.025
2
Spesifikasi ini mencakup penjelasan umum tentang sifat-sifat, jenis-jenis sambungan, pemilihan jenis dan bahan, serta spesifikasi bahan penahan air untuk sambungan pada bendungan beton ICOLD 56-1986 : -ASTM D 1190-74 (1980) : Concrete joint sealer, hot-poured elastic type sealer, specification for
-ASTM B 152 : Copper sheet, strip, plate and rolled bar specification
-ASTM D 638-82 : Test for tensile properties of plastics
-ASTM D 746-79 : Standard test method for brittleness temperatures of plastics and elastomers by impact
-ASTM D 747-70 : Test for stiffness of plastics by means of a cantilever beam
-ASTM D 1203-67 (1981) : Volatile loss from plastics using actived carbon method
-ASTM D 412-68 : Tension testing of vulcaniz rubber
-ASTM D 2240 : Indentation Hardness of rubber and plastics by means of a durometer
-ASTM D 753 : General purpose polychlorophene jacket for wire and cable
-ASTM D 395-69 : Compression set of vulcanized rubber
-ASTM D 1149-64 : Accelerated Ozone eracking of vulcanized rubber
-BS 903-1971 : Methods of testing vulcanized rubber
-BS 903-1971 Part A 2 : Determination of tensile stress-strain properties
-BS 903-1971 Part A 26 : Determination of Hardness
-BS 903-1971 Part A 18 : Water Absorption
-BS 903-1971 Part A 39 : Determination of compression set by constant deflection
-BS 903-1971 Part A 19 : Accelerated ageing test
-BS 903-1971 Part A 13 : determination of resistance to low temperatures
-BS 2571-1963 : Flexible PVC compound
-BS 4608-1970 : Copper for electrical purpose, rolled, sheet, strip and foil
-BS 2370 : Specification for rolled copper and copper alloys : sheet, strip and foil
-BS 2499-1973 : Hot applied joint sealants for concrete pavements
-CRD-C 572 : Speceifications for polyvinylchloride (PVC) water-stop
-CRD-C 513 : Specification for rubber waterstops
-CRD-C 573 : Tensile strenght test
-CRD-C 569 : Hardness test : shore durometer
-CRD-C 577 : Oxygen bomb method of ageing
-CRD-C 575 : Water absorption test
-CRD-C 576 : Test for compression set
-CRD-C 536 : TEst for ozone resistance
-SABS 404/405-1971 : Phosporous de-oxidized non-arsenical and arsenical copper
-AISI tipe 304 : Stainless Steel
-SS-S-164 : Sealer : hot-poured type, for joints in concrete. merritt 1966
SNI 03-6416.1-2000 2009 Sumber Daya Air
393 Spesifikasi Bahan Sambungan pada Bendungan Beton Bagian 2 : Pelaksanaan, Pemasangan Penahan Air untuk Sambungan 93.025
2
Spesifikasi ini mencakup penjelasan umum, jenis-jenis sambungan, persiapan dan pemasangan penahan air dari PVC dan karet logam, serta pertimbangan umum, campuran bitumen dan jenis penahan air permukaan, serta pengujian praktis penahan air untuk sambungan ICOLD 57-1986 -ASTM D 1190-74 (1980) : Concrete joint sealer, hot-poured elastic type sealer, specification for
-SIA 280 : Mechanical perforation resistance
-ASTM B 152 : Copper sheet, strip, plate and rolled bar specification
-ASTM D 638-82 : Test for tensile properties of plastics
-ASTM D 746-79 : Standard test method for brittleness temperatures of plastics and elastomers by impact
-ASTM D 747-70 : Test for stiffness of plastics by means of a cantilever beam
-ASTM D 1203-67 (1981) : Volatile loss from plastics using actived carbon method
-ASTM D 412-68 : Tension testing of vulcaniz rubber
-ASTM D 2240 : Indentation Hardness of rubber and plastics by means of a durometer
-ASTM D 753 : General purpose polychlorophene jacket for wire and cable
-ASTM D 395-69 : Compression set of vulcanized rubber
-ASTM D 1149-64 : Accelerated Ozone eracking of vulcanized rubber
-BS 903-1971 : Methods of testing vulcanized rubber
-BS 903-1971 Part A 2 : Determination of tensile stress-strain properties
-BS 903-1971 Part A 26 : Determination of Hardness
-BS 903-1971 Part A 18 : Water Absorption
-BS 903-1971 Part A 39 : Determination of compression set by constant deflection
-BS 903-1971 Part A 19 : Accelerated ageing test
-BS 903-1971 Part A 13 : determination of resistance to low temperatures
-BS 2571-1963 : Flexible PVC compound
-BS 4608-1970 : Copper for electrical purpose, rolled, sheet, strip and foil
-BS 2370 : Specification for rolled copper and copper alloys : sheet, strip and foil
-BS 2499-1973 : Hot applied joint sealants for concrete pavements
-CRD-C 572 : Speceifications for polyvinylchloride (PVC) water-stop
-CRD-C 513 : Specification for rubber waterstops
-CRD-C 573 : Tensile strenght test
-CRD-C 569 : Hardness test : shore durometer
-CRD-C 577 : Oxygen bomb method of ageing
-CRD-C 575 : Water absorption test
-CRD-C 576 : Test for compression set
-CRD-C 536 : TEst for ozone resistance
-SABS 404/405-1971 : Phosporous de-oxidized non-arsenical and arsenical copper
-AISI tipe 304 : Stainless Steel
-SS-S-164 : Sealer : hot-poured type, for joints in concrete. merritt 1966
-DIN 53455 : Tensile strenght and elongation
-DIN 53476 : Resistance against chemical attacks
-DIN 16938 : Bursting test along joints
-SNI M-112-1990-03 : Metode pengujian konsistensi normal semen Portland dengan Alat Vicat untuk pekerjaan Sipil
-SK SNI M-111-1990-03 : Metode Pengujian Kekuatan tekan Mortar Semen Portland
-SK SNI S 02-1994-03 : Spesifikasi Agregat untuk Pekerjaan Pasangan
-SK SNI M-113-1990-03 : Metode Pegujian Waktu Ikat Awal Semen Menggunakan Alat Vicat untuk Pekerjaan Sipil
-SNI 06-2456-1991 : Metode Pengujian Penetrasi Bahan - bahan Bitumen Judul direvisi menjadi :Cara Uji Penetrasi Aspal
-SNI 15-2530-1991 : Metode Pengujian Kehalusan Semen Portland
-SNI 15-2531-1991 : Metode Pengujian Berat Jenis Semen Portland
-SNI 03-4142-1996 : Metode Pengujian Jumlah Bahan dalam Agregat yang Lolos Saringan No. 200 (0,075 MM);
SNI 03-6416.2-2000 2009 Sumber Daya Air
394 Cara uji Kadar Air Agregat 91.100.20
2
Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar air agregat. ASTM C 566-89 -ASTM C 566-78 : Cocrete and Mineral Aggregates (Including Manual of Aggregate and Cocrete Testing)
SNI 03-1971-1990 2007 Rekayasa Jalan dan Jembatan
395 Cara uji Kepadatan Lapangan Dengan Alat Konus Pasir 93.020
2
Metode ini digunakan untuk menentukan angka kepadatan lapangan dengan alat konus pasir. AASHTO T 191-86 -SNI-1742-1989-F : Metode Pengujian Kepadatan Ringan untuk Tanah, Departemen Pekerjaan Umum, Jakarta
-SNI-1743-1989-F : Metode Pengujian Kepadatan Berat untuk Tanah. Departemen Pekerjaan Umum, Jakarta.
SNI 03-2828-1992 2007 Rekayasa Jalan dan Jembatan
396 Spesifikasi Trotoar 93.080.20
2
Spesifikasi ini digunakan dalam peren-canaan teknis, pelaksanaan, dan pengawasan lapangan dalam menentukan dimensi, kemiringan, elevasi, dan bentuk trotoar. AASHTO 444 North Capitol SNI 03-2443-1991 2007 Rekayasa Jalan dan Jembatan
397 Metode Pengujian Kehilangan Berat Minyak dan Aspal dengan Cara A 75.140
2
Metode ini digunakan dalam pelaksanaan pengujian kehilangan berat minyak dan aspal dengan cara pemanasan dan tebal tertentu yang dinyatakan dengan berat semula. ASTM D 1754 -ASTM D 1754 : Standard test method for effect of head and air on asphaltic materials by thin film oven test, philadelphia, Pa.19103
SNI 06-2440-1991 2007 Rekayasa Jalan dan Jembatan
398 Cara Uji Kadar Air dan Kadar Fraksi Ringan Dalam Campuran Perkerasan Beraspal 93.080.20
2
Metode ini membahas ketentuan persiapan dan tata cara pengujian kadar air dan kadar fraksi ringan dalam campuran perkerasan beraspal AASHTO T 110-88 -ASTM D.1461-85 : Srtandard Test Method for Moisture or Volatile Distillates in Bituminous Paving Mixtures
-AASHTO T 110-88 :
SNI 03-6752-2002 2008 Rekayasa Jalan dan Jembatan
399 Cara uji indeks tahanan tusuk geotekstil, geomembran dan produk sejenis lainnya 91.100
Standar ini menentukan indeks tahanan tusuk untuk menentukan karakteristik geotekstil, geomembran, dan produk sejenisnya. ASTM D 4833-00 Baru 2005 Rekayasa Jalan dan Jembatan
400 Cara uji kuat keliman jahit atau ikat panas geotekstil 91.100
Standar ini menetapkan kaidah-kaidah dan langkah kerja dalam menilai kuat keliman geotekstil. Data yang dihasilkan dari cara uji ini berupa nilai tahanan keliman terhadap gaya tarik dalam posisi memanjang atau tegak lurus arah keliman. Substansi yang diatur dalam standar ini meliputi prinsip pengujian, peralatan, pengambilan contoh, penyiapan benda uji, prosedur, penghitungan dan laporan. Cara uji dalam standar ini menggunakan benda uji yang lebih sempit dibandingkan dengan benda uji yang digunakan dalam ASTM D 4884. ASTM D 4884-00 Baru 2005 Rekayasa Jalan dan Jembatan
401 Tata Cara Perencanaan Dinding Struktur Pasangan Blok Beton Berongga Bertulang Untuk Bangunan Rumah dan Gedung
2
Tata cara ini digunakan dalam perencanaan dan pelaksanaan bangunan yang menggunakan struktur pasangan blok beton berongga bertulang SNI 03-3430-1994 2005 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
402 Tata cara pengecatan dengan cat berbahan dasar tanah
. Baru 2008 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
403 Analisis biaya konstruksi jaringan perpipaan 91.100
1
Analisa biaya konstruksi mencakup bahan atau peralatan dan pekerjaan konstruksi jaringan perpipaan Baru 2008 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
404 Tata cara penilaian konservasi bangunan bersejarah 91.100
1
Konservasi bangunan bersejarah mencakup sistem dan mode penilaian dan pembangunan yang memiliki niai budaya dan sejarah bangsa Baru 2008 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
405 Penampang Air hujan 91.100.01
1
Penampang jaringan dan saluran pembuangan air hujan Baru 2008 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
406 Pedoman penyediaaan dan pemanfattan prasarana dan sarana pejalan kaki di perkotaan
. Baru 2008 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
407 Perencanaan utilitas rumah susun sederhana
. Baru 2007 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
408 Pengendalian pemanfaatan ruang di kawasan perkotaan
. Baru 2004
409 Tata cara pemasangan lembar alang-alang pada rangka struktur atap bangunan
. Baru 2008 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
410 Cara Uji Campuran Beraspal Panas untuk Ukuran Agregat Maksimum dari 25,4 mm (1 inci) sampai dengan 38 mm (1,5 inci) dengan Alat Marshall 93.080.20
Pengujian ini meliputi pengukuran stabilitas dan pelelehan (flow) suatu campuran beraspal dengan butir agregat berukuran maksimum 25,4 mm (1 inci) sampai dengan 38 mm (1,5 inci) dengan menggunakan alat marshall. AASHTO T 245-82 Baru - Rekayasa Jalan dan Jembatan
411 Metode Pengujian Campuran Aspal dengan Alat Marshall 93.080.20
Metode ini digunakan untuk pengukuran stabilitas dan pelelehan (flow) suatu campuran beraspal dengan butir agregat berukuran maksimum 25,4 mm (1 inci) dengan menggunakan alat marshall. AASHTO T 245-82 Baru 2002 Rekayasa Jalan dan Jembatan
412 Cara uji butiran agregat kasar berbentuk pipih, lonjong,atau pipih dan lonjong 91.100
Standar ini menetapkan kaidah dan tata cara penentuan persentase dari butiran agregat kasar berbentuk pipih, lonjong, atau pipih dan lonjong. Pengujian ini dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu berdasarkan berat dan jumlah butiran. ASTM D 4791-95 -SNI 03-6869-2002 : Metode Pengambilan Contoh Uji, Bentuk, Ukuran dan Klasifikasi
-SNI 13-6717-2002 : Tata Cara Penyiapan Benda Uji dari Contoh Agregat
-SNI 03-1968-1990 : Metode Pengujian Tentang Analisis Saringan Agregat Halus dan Kasar
Baru 2005 Rekayasa Jalan dan Jembatan
413 Metode Pengujian Karakteristik Akifer Tertekan dengan Uji Pemompaan Jacob I. 19.020
2
Metode ini bertujuan untuk menetapkan karakteristik akifer tertekan dan produktivitas suatu sumur. ASTM D 4105-91 (1994) SNI 03-2527-1991 2005 Sumber Daya Air
414 Metode Pengujian Akifer Tertekan dengan Pemompaan Papadopulos Cooper. 19.020
2
Metode ini digunakan untuk menetapkan karakteristik hidrolik akifer serta produktifitas suatu sumur, dengan mempergunakan uji pemompaan Papadopulos-Cooper. SNI 03-2817-1992 2005 Sumber Daya Air
415 Cara Uji titik lembek aspal dengan alat cincin dan bola (Ring and ball) 75.140
2
Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya titik lembek aspal dan ter yang berkisar 30 C s/d 200 C dengan cara Ring and Ball. AASHTO T 53-89 SNI 06-2434-1991 2005 Rekayasa Jalan dan Jembatan
416 Tata Cara Evaluasi Batuan Yang digunakan untuk Pengendalian Erosi 93.010
Tata cara ini mencakup evaluasi batuan yang akan digunakan untuk pengendalian erosi ASTM D 4992-94 (2001) -ASTM D 4992-89 : Standard Practice for Evaluation of Rock to be Used for Erosion Control
-ASTM C 535 : Test Method for Resistance to Degradation of Large-Size Coarse Aggregate by Abrasion and Impact in the Los Angeles Machine
-ASTM D 3967-92 : Test method for splitting tensill strength of intact rock core specemens
-ASTM D 653 : Terminology Relating to Soil, Rock and Contained Fluids
-ASTM C 294 : Descriptive Nomen Clature Of Constituents of Natural Mineral Aggregates
-ASTM C 295 : Guide For Petrographic Examination Of Aggregates For Concrete
-SNI 03-3407-1994 : Metode Pengujian Keausan Agregat dengan Mesin Abrasi Los Angeles Judul Di Revisi Menjadi :Cara Uji Sifat Kekekalan Agregat dengan Cara Perendaman Menggunakan Larutan Natrium Sulfat atau Magnesium Sulfat
-SNI 03-1969-1990 : Metode Pengujian Berat Jenis dan Penyerapan Air Agregat Kasar Judul direvisi menjadi :Cara Uji Berat Jenis dan Penyerapan Agregat Kasar
SNI 03-6370-2000 2008 Sumber Daya Air
417 Tata Cara Pemantauan Gerakan Vertikal Tanah Dengan Menggunakan Instrumen Magnetis. 17.220
2
Standar ini menetapkan tata cara pemantauan gerakan vertikal tanah dengan menggunakan instrumen magnetis untuk pemantauan gerakan vertikal tanah, timbunan, fondasi atau bangunan teknik sipil lainnya dan untuk menjamin cara dan prosedur pemantauan gerakan vertikal tanah dengan benar dan menghasilkan data gerakan tanah bagi keperluan pengawasan pada pekerjaan lapangan. Bureau of Reclamation, 1987. US. Departemen of Interior SNI 03-3455-1994 2005 Sumber Daya Air
418 Cara uji Konsolidasi Tanah Satu Dimensi. 19.020
2
Standar ini menetapkan metode pengujian konsolidasi tanah satu demensi yang membahas persyaratan, ketentuan, cara uji serta laporan uji perihal konsolidasi tanah yang dibebani aksial dan ditahan pergerakan dalam arah lateral. ASTM D 2435-80 SNI 03-2812-1992 2005 Sumber Daya Air
419 Cara uji Sifat Tahan Lekang Batu. 19.020
2
Metode ini digunakan untuk memperoleh indek tahan lekang batu. ASTM D 4644-89 SNI 03-3406-1994 2005 Sumber Daya Air
420 Pedoman perencanaan umum irigasi tambak udang
. Baru 2005 Sumber Daya Air
421 Cara Uji Sifat Kekekalan Bentuk batu dengan menggunakan Larutan Natrium Sulfat atau Magnesium Sulfat. 19.020
2
Metode ini digunakan untuk memperoleh indek kekekalan agregat. ASTM D 5240-04 SNI 03-3407-1994 2005 Sumber Daya Air
422 Tata Cara Pembuatan Benda Uji di Laboratorium Mekanika Batuan 19.020
2
Tata cara ini digunakan dalam pembuatan benda uji untuk pengujian laboratorium mekanika batuan dan untuk mendapatkan benda uji dengan bentuk dan dimensi yang benar, sesuai dengan persyaratan dan ketentuan tiap jenis pengujian laboratorium mekanika batuan yang akan dilakukan. AIT, 1979 SNI 03-2848-1992 2005 Sumber Daya Air
423 Perencanaan sistem drainase jalan
. Baru 2004
424 Perhitungan besaran biaya kecelakaan lalu lintas dengan metode the gross output (human capital)
. Baru 2004
425 Tata cara membandingkan hasil simulasi model aliran air tanah terhadap informasi lapangan. 93.010
Standar ini membahas teknik kuantitatif, dan kualitatif yang menghasilkan ukuran derajat keterkaitan antara hasil simulasi model aliran air tanah, dan informasi lapangan berupa data pengukuran, yang digunakan dalam proses kalibrasi model aliran air tanah. ASTM D 5490-93 Baru 2003 Sumber Daya Air
426 Manual Perkuatan Tanah dengan geosintetik
2
. Baru 2006
427 Rekayasa penanganan keruntuhan lereng jalan
. Baru 2004
428 metode pengujian untuk mengukur potensial suction tanah menggunakan kertas filter 93.020
2
cara ui ini meliputi persyaratan dan ketentuan untuk mengukur potensial suction tanah menggunakan kertas filter ASTM D 5298 Baru 2009 Rekayasa Jalan dan Jembatan
429 Batang baja mutu tinggi tanpa pelapis untuk beton prategang
2
. AASHTO M275 M-00 Baru 2006
430 Pemanfaatan Ruang Tepi Pantai di kawasan perkotaan
. Baru 2004
431 Sistem jaringan dan geometri jalan perumahan - Persyaratan Umum
Standar ini menguraikan istilah dan definisi yang berhubungan dengan bidang perumahan dan prasarana jalan, dan menguraikan persyaratan umum maupun teknis yang harus dipenuhi dalam setiap perencanaan sistem jaringan jalan perumahan Baru -
432 Tata cara pemasangan mortar siap pakai untuk pergerakan acian 91.100
1
. Baru 2008
433 cara uji viskositas aspal pada temperatur tinggi dengan alat saybolt furol 75.140
2
. Baru 2006
434 Spesifikasi baja tulangan yang dilapisi epoxy 91.100
2
. Baru 2006
435 Analisis harga satuan pekerjaan manual pada jaringan irigasi tersier
. Baru 2004
436 Metode pemeriksaan peralatan mekanikal elektrikal 91.100
1
Metode ini mencakup pemeriksaan peralatan mekanikal dan elektrikal yang digunaka sebagai instalasi penyediaan dan pengelolaan jaringan dan perpipaan Baru 2008 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
437 Pedoman penanggulangan korosi komponen baja jembatan dengan cara pengecatan
2
. Baru 2006
438 Rancangan Permen UKL dan UPL Bidang Jalan dan Jembatan
. Baru 2007 Rekayasa Jalan dan Jembatan
439 Cara uji kelarutan aspal polimer dalam toquen alat sentrifus
. Baru 2007
440 Tata cara tinggal di rumah susun sederhana sewa
. Baru 2007 Sumber Daya Air
441 Tata cara evaluasi untuk pemeliharaan komponen bangunan rumah susun sederhana sewa
. Baru 2007 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
442 Metode Pengujian Meter Air Bersih (Ukuran 13 mm sampai dengan 40 mm). 91.140.60
2
Metode ini digunakan untuk pengujian meter air dengan ukuran 13 mm - 40 mm ISO 4064/III - 1983 SNI 05-2418-1991 2005 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
443 Tata Cara Perencanaan Konstruksi Kayu Indonesia
Tata Cara ini meliputi persyaratan umum serta ketentuan teknis perencanaan dan pelaksanaan struktur kayu untuk bangunan gedung, atau struktur bangunan lain yang mempunyai kesamaan karakter dengan struktur bangunan gedung. Baru 2003
444 Standar pasokan air untuk pemadam kebakaran di permukiman kota dan sekitarnya
Standar ini dimaksudkan untuk mengidentifikasikan dan menetapkan kebutuhan minimum pasokan air untuk pemadam kebakaran di permukiman kota dan kawasan sekitarnya yang tidak memiliki sistem jaringan hidran kebakaran yang mencukupi dan andal, sehingga air harus diangkut dari sungai, danau, kanal, teluk, sungai kecil, kolam, sumur, waduk atau sumber air serupa lainnya yang tersedia sebagai pasokan hisap Baru -
445 Elastic Recovery test of bituminous material by means of a ductilometer 93.080.20
2
. Baru 2008
446 Tata cara pemasangan mortar siap pakai untuk pemasangan dinding bata 91.100
1
. Baru 2008
447 Pelaksanaan daur ulang dengan bahan tambah semen dicampur di tempat (inplace)
2
. Baru 2010 Rekayasa Jalan dan Jembatan
448 Spesifikasi baja gelombang untuk pagar pengaman jalan 93.080
2
. Baru 2006
449 Penerapan teknologi tepat guna bidang pekerjaan umum
. Baru 2004
450 Stabilisasi dangkal tanah lunak untuk konstruksi timbunan jalan
. Baru 2004
451 Pedoman pemahaman partisipatif kondisi daerah irigasi
. Baru 2007
452 Cara uji elastisitas aspal dengan daktilitas 91.100
Cara uji elastisitas aspal dengan alat daktilitas secara khusus menguraikan alat dan bahan yang digunakan serta prosedur kerja untuk mendapatkan nilai hasil elastisitas aspal khususnya aspal yang dimodifikasi polimer jenis elastomer. Alat yang digunakan sama dengan alat pada pengujian daktilitas aspal kecuali bentuk cetakannya yang dimodifikasi. ASTM D 4595 Baru 2005 Rekayasa Jalan dan Jembatan
453 Pembuangan asap dan panas akibat kebakaran
Standar ini mencakup tata cara perancangan sistem pembuangan darurat produk pembakaran dari kebakaran dalam bangunan gedung. Pasal 4 sampai dengan 10 berlaku untuk bangunan satu lantai tanpa springkler dengan metode perhitungan secara manual maupun berbasis komputer, sedangkan pasal 11 berlaku bagi bangunan yang menggunakan springkler. Baru - Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
454 Metode pengujian penyerapan bunyi pada bahan akustik dengan metode tabung
Standar ini meliputi ketentuan metode uji untuk mengukur faktor penyerapan bunyi yang datang tegak lurus terhadap suatu bahan akustik. -JIS A 1405 : Methods of test for sound absorption of acoustical materials by the tube method
-JIS C 5501 : Cone type loudspeakers
-JIS C 5502 : Microphone
-JIS C 5504 : JIS C 5504, Horn type loudspeakers
-JIS G 3444 : Carbon steel tubes for general structural purposes.
-JIS G 3445 : Carbon steel tubes for machine structural purposes.
Baru 2005 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
455 Metode pengujian kekuatan tarik aksial kayu dan bahan struktur bangunan berbasis kayu T
Metode pengujian ini menyediakan prosedur-prosedur untuk penurunan kekuatan tarik aksial kayu yang dipilah secara masinal dan bahan struktur bangunan berbasis kayu yang digunakan secara struktural. -ASTM D 9 : Terminology Relating to Wood
-ASTM D 198 : Methods of Static Test of Timbers in Structural Size
-SNI 03-6881-2002 : Tata Cara Evaluasi Besaran Izin Untuk Klasifikasi Mutu kayu Struktural
-SNI 03-6850-2002 : Metode Pengujian Pengukuran Kadar Air Kayu dan Bahan Berkayu.
Baru - Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
456 metode pengujian slake durability pada serpih dan batuan lunak lainnya 93.020
2
. ASTM D 4644-89 Baru 2008
457 Cara uji CBR dengan Dynamic Cone Penetrometer (DCP)
. Baru 2006
458 Perencanaan jeti tipe rubble mound untuk penanggulangan penutupan muara sungai
. Baru 2004
459 Pedoman perencanaan konstruksi cakar ayam modifikasi
2
. Baru 2010 Rekayasa Jalan dan Jembatan
460 Spesifikasi khusus bidang jalan dan jembatan, seksi 5.7 Perkerasan jalan beton semen pracetak
2
. Baru 2010 Rekayasa Jalan dan Jembatan
461 Keselamatan pada Bangunan Fasiltas Pelayanan Kesehatan
Standar ini menetapkan kriteria untuk meminimalkan bahaya kebakaran, ledakan, dan kelistrikan pada bangunan fasilitas yang memberikan pelayanan kesehatan untuk manusia. Apendiks D mencakup prinsip perancangan dan penggunaan elektrikal dan peralatan elektronik yang membangkitkan arus berfrekuensi tinggi untuk pengobatan medik di rumah sakit, klinik, fasilitas ambulatori, dan klinik gigi, baik yang tetap atau bergerak (mobile). Standar ini memuat persyaratan minimum untuk kinerja, pemeliharaan, pengujian, dan tindakan yang aman untuk fasilitas, bahan, peralatan, dan peranti, termasuk bahaya lain yang terkait dengan bahaya prime. Baru - Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
462 Pedoman Kapasitas jalan persimpangan
. Baru 2008
463 Analisis daya dukung tanah fondasi dangkal bangunan air
. Baru 2004
464 Pedoman penggunaan batu bara sebagai bahan bakar di AMP
2
. Baru 2010 Rekayasa Jalan dan Jembatan
465 Analisis biaya konstruksi Plambing 91.100
1
Analisa biaya konstruksi mencakup bahan atau peralatan dan pekerjaan konstruksi plambing Baru 2008
466 Pedoman penyambungan tiang pancang pipa baja dengan metode las
. Baru 2005
467 Mitigasi dampak kebisingan akibat lalu lintas jalan
. Baru 2004
468 Cara uji indeks pengembangan tanah
. Baru 2006 Sumber Daya Air
469 Cara uji beban putus dan elongasi pada geotekstil dengan metode grab 91.100
Cara uji ini menetapkan prosedur uji indeks untuk menentukan beban putus dan elongasi pada geotekstil dengan menggunakan metode grab. Metode ini tidak cocok untuk geotekstil hasil rajutan yang dijahit. Untuk geotekstil jenis ini, harus digunakan metode uji alternatif pengganti. Meski berguna untuk pengendalian mutu dan pengujian penerimaan untuk suatu struktur serat tertentu, hasil pengujian sesuai standar ini hanya dapat digunakan untuk membandingkan kekuatan dan elongasi antara bahan dengan struktur serat yang sama sebab dalam pengujian ini bahan yang berbeda akan berunjuk kerja secara berbeda pula sesuai karakteristik bahan. ASTM D 4632 Baru 2004 Rekayasa Jalan dan Jembatan
470 Tata Cara pelapukan aspal tabung bertekanan 93.080.20
2
Tata cara ini mencakup percepatan pelapukan (oksidasi) aspal termasuk beberapa jenis aspal modifikasi dengan udara bertekanan pada temperatur tinggi AASHTO D PP 1 SNI 03-6837-2002 2009 Rekayasa Jalan dan Jembatan
471 Cara Uji Keausan agregat dengan mesin abrasi Los Angeles 91.100.20
2
Metode ini digunakan untuk mengetahui angka keausan yang dinyatakan dengan perbandingan antara berat bahan aus lolos saringan No.12 terhadap berat semula (%) dengan menggunakan mesin abrasi Los Angeles. AASHTO T 96-87 SNI 03-2417-1991 2005 Rekayasa Jalan dan Jembatan
472 Cara uji geser triaksial tekan pada batu di laboratorium 19.020
2
Metode ini digunakan dalam pengujian laboratorium geser dengan cara uji langsung terkonsolidasi dengan drainase pada benda uji tanah. Hasil yang diperoleh adalah parameter kekuatan geser tanah terganggu yang terkonsolidasi ASTM D 2664-86 SNI 03-2815-1992 2005 Sumber Daya Air
473 Cara uji Sifat Dispersif Tanah dengan Alat Pinhole. 19.020
2
Metode ini digunakan untuk mengetahui sifat dispersi tanah. ASTM D 4647-87 SNI 03-3405-1994 2005 Sumber Daya Air
474 Tata Cara Pembuatan Peta Kemiringan Lereng Menggunakan Rumus Horton. 93.010
Tata cara ini digunakan sebagai pegangan dalam penghitungan dan pembua-tan peta kemiringan lereng pada permukaan tanah atau batuan menggunakan rumus Horton. SNI 03-3977-1995 2005 Sumber Daya Air
475 Tata Cara Pemetaan Geologi Teknik Lapangan. 93.010
Tata cara ini digunakan sebagai Pegangan dalam pelaksanaan pemetaan geologi untuk kepentingan teknik sipil dan memberikan gambaran cara memperoleh data geologi teknik untuk parameter perencanaan teknis. SNI 03-2849-1992 2005 Sumber Daya Air
476 Spesifikasi Ukuran Kayu Untuk Bangunan Rumah dan Gedung 91.080.20
2
Spesifikasi ini digunakan untuk menentukan ukuran kayu gergajian di pasaran sehingga memudahkan dalam pengerjaan dan menghemat pemakaian kayu bagi pemakai SNI 03-2445-1991 2005 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
477 Spesifikasi Ukuran Kusen Pintu Kayu, Kusen Jendela Kayu, Daun Pintu Kayu Untuk Bangunan Rumah dan Gedung 91.080.20
2
Spesifikasi ini bertujuan untuk mewujudkan pembuatan, pemasangan, dan pengawasan pelaksanaan yang optimal SNI 03-0675-1989 2005 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
478 Tata cara penentuan kadar air batuan dan tanah di tempat dengan metode Penduga Neutron 19.080
Standar ini membahas mengenai tata cara penentuan kadar air batuan dan tanah dengan penduga neutron, metode pemeriksaan dan kalibrasi pencacahan untuk kurva rujukan. Tata cara penentuan kadar air batuan dan tanah dengan penduga neutron ini : a. Sebagai suatu teknik yang cepat dalam menguji kadar air batuan dan tanah di tempat secara tidak langsung pada kedalaman tertentu tanpa terganggu. b. Dapat digunakan untuk pemantauan dan analisis statistik, karena dilakukan secara berulang di tempat yang sama. ASTM D 5220 Baru 2003 Sumber Daya Air
479 Tata cara pengukuran tegangan hisap tanah zona tak jenuh menggunakan tensiometer. 17.040
Standar ini menguraikan mengenai tata cara pengukuran tegangan hisap tanah zona tak jenuh menggunakan tensiometer , pemilihan jenis tensiometer, pemasangan serta pengoperasian tensiometer Tata cara pengukuran ini meliputi: a. Batas pengukuran tensiometer buku adalah 0 m sampai dengan -8,67 m air, atau tergantung spesifikasi tensiometer yang didesain khusus dapat mengukur sampai dengan -153 m; b. Penggunaan hasil pengukuran untuk memperkirakan kadar air tanah; Penggunaan hasil pengukuran untuk kepentingan penelitian dalam mempelajari arah dan gerakan air zona tak jenuh, studi imbuhan air tanah, manajemen irigasi. ASTM D 3404-1991 Baru 2003 Sumber Daya Air
480 Tata cara penerapan model aliran air tanah 93.010
Standar ini menguraikan prinsip umum mengenai pengembangan, penerapan dan pendokumentasian model aliran air tanah, yang dalam konteks ini merujuk kepada model matematik, untuk memecahkan persoalan spesifik aliran air tanah setempat. Secara garis besar diuraikan langkah-langkah pengembangan suatu model aliran air tanah untuk menirukan perilaku sistem akuifer yang telah dipelajari di lapangan. Standar ini tidak mengidentifikasi perangkat lunak tertentu berupa program komputer spesifik atau algoritma. Standar ini merupakan salah satu dari rangkaian standar-standar yang dibuat mengenai model air tanah dan tidak dimaksudkan bahwa semua hal telah tercakup dengan lengkap. ASTM D 5447-93 Baru 2004 Sumber Daya Air
481 Sistem manajemen asap di dalam mal atrium dan ruangan bervolume besar
Standar ini menetapkan metodologi untuk memperkirakan lokasi asap di dalam ruangan bervolume besar, yang disebabkan oleh kebakaran dalam ruangan tersebut atau dalam suatu ruangan yang bersebelahan. Metodologi ini meliputi dasar teknik untuk membantu perancangan, pemasangan, pengujian, pengoperasian, dan pemeliharaan dari sistem manajemen asap yang baru atau pembaharuan (retrofit) yang dipasang dalam bangunan yang mempunyai ruangan bervolume besar untuk manajemen asap di dalam ruangan yang terjadi kebakaran atau antara ruangan yang tidak dipisahkan oleh penghalang asap. Bangunan yang termasuk di dalam lingkup standar ini adalah atrium, mal tertutup, dan ruangan bervolume besar yang sejenis (lihat SNI 03-6571-2001 Sistem Pengendalian Asap Kebakaran Pada Bangunan Gedung). Standar ini tidak ditujukan untuk gudang, fasilitas manufaktur, atau ruangan serupa lainnya. Standar ini tidak menetapkan metodologi untuk menilai pengaruh asap terhadap orang, harta milik ataupun kelangsungan usaha atau proses Baru - Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
482 Tata cara pengadaan, pemasangan dan pengujian pipa PVC untuk penyediaan air minum.
Tata cara ini mencakup : a) penanganan pipa termasuk di dalamnya cara penyimpanan dan pengangkutan; b) pemasangan pipa sebagai penyaluran air minum; c) pengaliran air di bawah tekanan sampai suhu 45 0C untuk penyediaan air minum; d) pengujian kekuatan pipa PVC terhadap tekanan hidrostatik di lapangan. Baru 2004 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
483 Sistem pasokan daya listrik darurat dan siaga
Standar ini meliputi persyaratan kinerja untuk sistem daya yang menyediakan sumber penggantif daya listrik untuk beban dalam bangunan dan fasilitasnya dalam peristiwa kegagalan sumber daya utama. Sistem daya yang tercakup dalam standar ini termasuk sumber daya, peralatan pemindah, kontrol, peralatan pengawas, dan keseluruhan peralatan tambahan dan asesori yang diperlukan memasok daya listrik menuju terminal beban dari peralatan pemindah tersebut. Standar ini mencakup ketentuan instalasi, pemeliharaan, pengoperasian, dan pengujian menyangkut kinerja sistem pasokan daya darurat (SPDD). Standar ini tidak mencakup hal-hal berikut : (1) Penerapan SPDD (2) Peralatan unit percahayaan darurat (3) Perkabelan distribusi (4) Layanan utilitas, bilamana layanan tersebut diijinkan sebagai suatu SPDD (5) Parameter untuk alat penyimpan energi *Standar ini tidak menetapkan kriteria untuk sistem penyimpan energi, dan pemilihan dari setiap hal berikut di bawah ini tidak termasuk dalam lingkup standar, yaitu : (1) Bangunan atau fasilitas khusus, atau keduanya, yang membutuhkan SPDD (2) Beban tertentu untuk dilayani oleh SPDD (3)* Penetapan jenis, kelas, atau level setiap beban yang tertentu Baru - Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
484 Sistem Pasokan Daya Darurat Menggunakan Energi Tersimpan (SPDDT)
Standar ini meliputi persyaratan kinerja untuk sistem energi listrik tersimpan yang menyediakan sumber daya listrik pengganti dalam bangunan dan fasilitas pada peristiwa kegagalan sumber daya listrik normal. Catatan: Untuk sistem pasokan daya darurat menggunakan generator darurat, lihat bagian 1 dari standar ini. Sistem yang dicakup dalam standar ini, sumber daya, peralatan pemindah, kontrol, peralatan pengendalian/pengawasan, dan peralatan tambahan, termasuk peralatan tambahan integral, yang dibutuhkan untuk memasok daya listrik kepada sirkit/beban yang terseleksi. Standar ini meliputi pemasangan/instalasi, pemeliharaan, pengoperasian, dan persyaratan pengujian yang berhubungan dengan kinerja dari Sistem Pasokan Daya Darurat Tersimpan/SPDDT. Baru - Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
485 Metode uji koefisien kelulusan air tanah pada tanah gambut jenuh dengan tinggi tekan tetap. 19.020
Metode uji ini menguraikan penentuan koefisien kelulusan air dari benda uji gambut jenuh air berbentuk silindris yang memiliki koefisien kelulusan air lebih besar dari 1x10-5 cm/detik kondisi benda uji harus dibuat sama seperti kondisi asli di lapangan. ASTM D 4511-92 Baru 2003 Sumber Daya Air
486 Peran masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga
. Baru 2007 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
487 pedoman pemeriksaan peralatan pemecah batu (stone crusher)
2
. Baru 2007
488 Pedoman upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan jalan dan jembatan
. Baru 2007
489 Metode pengujian waktu pengikatan graut untuk beton dengan agregat pracetak di laboratorium
2
Metode pengujian ini mencakup penentuan waktu pengikatan campuran graut semen hidraulik yang digunakan untuk beton dengan agregat praletak memakai alat vicat Baru 2009 Bahan, Sain, Struktur dan Konstruksi Bangunan
490 Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan penutup atap
Standar ini meliputi pekerjaan : - Pemasangan bahan atap genteng keramik, genteng beton, asbes gelombang, fiberglas, genteng aspal, gentengmetal, sirap dan alumunium - Pemasangan lapisan sasalation/alumunium foil Tata cara ini memuat indeks bahan bamngunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan Baru -
491 Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Pipa dan saniter
Standar ini meliputi pekerjaan : - Pemasangan kloset duduk, klosest jongkok, badcuip, urinoir, bak mandi fibreglas, bak cuci piring, wastafel dan floor drain - Pembuatan bak air dari pasangan batu bata dan teraso - Pemasangan pipa saniter air kotor dan air bersih Tata cara ini memuat indeks bahan bamngunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan Baru -
492 Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan besi dan alumunium
Tata cara disusun sebagai acuan dasar yang seragam bagi para pelaksana pembangunan gedung dan perumahan dalam menghitung besarnya harga satuan berbagai pekerjaan untuk bangunan gedung dan perumahan. -SNI 03-6861.1-2002 : Spesifikasi Bahan Bangunan Bagian A (Bahan Bangunan Bukan Logam)
-SNI 03-6861.2-2002 : Spesifikasi Bahan Bangunan Bagian B (Bahan Bangunan Dari Besi/Baja)
Baru -
493 Tata cara pengklasifikasian jenis penggunaan bangunan berdasarkan peringkat ancaman bahaya kebakaran
Standar ini menjelaskan suatu cara untuk mengestimasi ancaman bahaya relatif terhadap keselamatan jiwa yang diakibatkan oleh kebakaran sesuai jenis penggunaan bangunan Baru -
494 Tata cara perencanaan lingkungan perumahan sederhana tidak bersusun di daerah perkotaan
Tata cara ini meliputi ketentuan umum serta ketentuan-ketentuan teknis untuk pembangunan baru lingkungan perumahan sederhana tidak bersusun dengan kepadatan 120 - 444 jiwa/ha Baru -
495 Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan beton untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan
Standar ini meliputi pekerjaan : - Pembuatan beton tumbuk dan beton normal untuk pekerjaan beton bertulang - Pembuatan tiang pancang dan prestres beton - Pemasangan water stop danbekisting berbagai komponen struktur bangunan - Pembuatan sloop, kolom praktis dan ring balok Tata cara ini memuat indeks bahan bamngunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan -SNI 03-2834-2000 : Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal
-SNI 03-2847-1992 : Tata Cara Penghitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung
-SNI 03-3976-1995 : Tata Cara Pengadukan Pengecoran Beton
Baru 2005 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
496 Tata cara penentuan tinggi muka air tanah pada lubang bor dengan sumur pantau (D 4750-87) 17.040
Standar ini menguraikan prosedur untuk mengukur tinggi muka air di dalam suatu lubang bor atau sumur pantau yang menggunakan alat ukur mekanik dengan pemberat dan alat ukur elektrik. Ada tiga pilihan cara pengukuran yaitu : 1. Alat ukur dengan pemberat 2. Alat ukur dengan tanda bunyi 3. Alat ukur dengan tanda nyala (Elektrik) Cara pengukuran dengan bunyi hanya dapat dilakukan pada lubang bor atau sumur dengan muka air tanah dangkal. Data hasil pengukuran tinggi muka air tanah yang diperoleh selain digunakan untuk pemantauan muka air tanah yang diperoleh selain digunakan untuk pemantauan muka air tanah juga digunakan dalam penentuan muka air static pada lubang bor atau sumur pantau. ASTM D 4750 1993 Baru 2003 Sumber Daya Air
497 Cara uji kelarutan aspal 75.140
Cara uji kelarutan aspal secara khusus menguraikan alat dan bahan yang digunakan serta prosedur kerja untuk mendapatkan hasil kelarutan aspal. Cara uji dilakukan untuk menentukan derajat kelarutan dalam trichloroethylene (TCE) atau 1,1,1 trichloroethane pada bahan aspal yang tidak atau sedikit mengandung mineral. Pada cara uji ini dicantumkan pula langkah pengerjaan dan perhitungan jumlah aspal yang terlarut pada trichloroethylene (TCE) atau 1,1,1 trichloroethane Baru - Rekayasa Jalan dan Jembatan
498 Metode uji perkolasi 91.100
1
Metode ini mencakup pengujian perkolasi Baru 2008
499 Petunjuk pemeriksaan peralatan penghampar campuran aspal ( Asphalt Finisher)
2
. Baru 2006
500 Pengelolaan operasional rumah susun sederhana sewa
. Baru 2007 Bahan, Sain, Struktur dan Konstruksi Bangunan
501 Pedoman perencanaan dan pelaksanaan geotekstil sebagai filter drainase untuk jalan raya
2
. Baru 2010 Rekayasa Jalan dan Jembatan
502 Survai asal dan tujuan di kawasan perkotaan
. Baru 2004
503 Pedoman upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan jalan dan jembatan
. Baru 2007 Rekayasa Jalan dan Jembatan
504 Spesifikasi Campuran Cat Siap Pakai Berbahan Dasar Minyak 87.040
Standar ini membahas persyaratan teknis campuran cat siap pakai berbahan dasar minyak warna putih dan warna lain dari jenis alkyd resin untuk digunakan sebagai lapis penutup pada permukaan kayu dan logam di dalam dan di luar ruangan. AASHTO M 70-90 -AASHTO M 70-90 :
SNI 06-4827-1998 2005 Rekayasa Jalan dan Jembatan
505 Tata cara pengukuran laju infiltrasi tanah di lapangan dengan menggunakan infiltrometer cincin ganda (D 3385-88) 17.0402
Standar ini menguraikan mengenai tata cara pengukuran laju infiltrasi air ke dalam tanah menggunakan infiltrometer cincin ganda. Tata cara ini dapat dilakukan : a. di permukaan tanah atau pada kedalaman tertentu dalam galian, pada lahan kosong atau pada tempat bervegetasi; b. pada tanah yang memiliki koefisien permeabilitas (k) antara 10 -6m/s sampai 10-2m/s c. untuk mempelajari pembuangan limbah cair, evaluasi tangki septic, efisiensi drainase, kebutuhan irigasi, imbuhan air tanah, kebocoran saluran dan bendungan. ASTM D 3385-88 Baru 2003 Sumber Daya Air
506 Analisa dampak lalu lintas akibat pengembangan kawasan di perkotaan
. Baru 2005
507 Perencanaan latai jembatan rangka baja dengan menggunakan Corrugated Steel Plate (CPS)
. Baru 2004
508 Pedoman pelaksanaan konstruksi cakar ayam modifikasi
2
. Baru 2010 Rekayasa Jalan dan Jembatan
509 Spesifikasi untuk menghitung tahanan referensi bahan bangunan berbahan dasar kayu dan sambungan struktural unutk metode LRFD
Spesifikasi ini mencakup prosedur untuk menghitung tahanan referensi bahan bangunan berbahan dasar kayu dan sambungan structural untuk digunakan dalam desain factor beban dan tahanan (DFBT). Tahanan referensi yang diturunkan dari spesifikasi ini berlaku untuk desain struktur yang disebut dalam kombinasi beban dalam ASCE 7-88 Baru 2002
510 Tata cara pengukuran lapangan laju infiltrasi menggunakan infiltrometer cincin ganda dengan cincin bagian dalam yang tersumbat 17.040
Standar ini menguraikan prosedur untuk mengukur laju infiltrasi dari air yang melewati permukaan tanah lempung dengan laju infiltrasi berkisar antara 1x10-10 m/s sampai 1x10-7 m/s menggunakan infiltrometer cincin ganda dengan cincin dalam tertutup. ASTM D 5093-90 Baru 2003 Sumber Daya Air
511 Metode uji penentuan kadar pasir dalam slari bentonik. (D 4381-84) 19.020
Metode ini meliputi penentuan kadar pasir dari slari bentonik yang digunakan dalam teknik-teknik pemboran tanah dan konstruksi pembuatan dinding haling yang menggunakan slari bentonik. Kadar pasir diberikan dalam persen (%) perbandingan volume. ASTM D 4381 Baru 2004 Sumber Daya Air
512 Tata cara pengadaan, pemasang-an dan pengujian pipa pvc untuk penyediaan air minum
Tata cara ini mencakup : a) penanganan pipa termasuk di dalamnya cara penyimpanan dan pengangkutan; b) pemasangan pipa sebagai penyaluran air minum; c) pengaliran air di bawah tekanan sampai suhu 45 0C untuk penyediaan air minum; d) pengujian kekuatan pipa PVC terhadap tekanan hidrostatik di lapangan. Baru 2004 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
513 Metode uji kelulusan air pada tanah tak jenuh menggunakan sel tiaksial 19.020
Metode uji ini digunakan untuk melakukan pengukuran kelulusan air pada tanah yang jenuh dengan menggunakan sel triaksial di laboratorium. Metode uji ini dapat pula digunakan untuk tanah tak terganggu atau contoh tanah yang dipadatkan dengan menggunakan prinsip dasar satu dimensi dan aliran laminar yang melalui material seperti tanah dan batuan. Dalam pengujian ini nilai gradient hidraulik, perubahan dan perilaku benda uji dapat diketahui melalui peralatan pengukur tekanan dan pengukur perubahan volume, sehingga diharapkan akan diperoleh nilai kelulusan air yang memuaskan. ASTM D 4753 Baru 2003 Sumber Daya Air
514 Pedoman perencanaan geometrik jalan perkotaan 93.080
Tata cara ini meliputi deskripsi, ketentuan-ketentuan, dan cara pengerjaan perencanaan geometrik bagi pembangunan atau peningkatan suatu ruas jalan perkotaan. Baru - Rekayasa Jalan dan Jembatan
515 Tata cara pemeliharaan system plambing 75.140
Tata cara ini mencakup persyaratan umum, persyaratan teknik, cara pemeliharaan berupa tindakan pemeriksaan dan pembersihan pada system plambing air minum, air limbah, air hujan, dan perlengkapannya. Baru 2004 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
516 Metode analisis stabilitas lereng statik bendungan tipe urugan 93.010
Standar ini membahas tentang stabilitas lereng statik bendungan tipe urugan, dengan mempertimbangkan kondisi pem,bebanan, sifat-sifat teknik material, tekanan air pori dan factor keamanan minimum untuk desain. Analisis stabilitas untuk bendungan tipe urugan dianjurkan dilaksanakan berdasarkan standar ini akan diberikan dalam suatu dokumentasi teknis untuk analisis stabilitas Baru 2002 Sumber Daya Air
517 Penyediaan dan pemanfaatan ruang terbuka hijau (RTH) di kawasan perkotaan
. Baru 2007
518 Pedomen concrete barrier
2
. Baru 2010 Rekayasa Jalan dan Jembatan
519 Tata Cara Perencanaan Sistem Plambing
Tata Cara Perencanaan ini mencakup : 1) sistem plambing yang baru untuk air minum, air buangan, ven dan air hujan pada gedung sampai dengan pipa persil; 2) sistem plambing yang baru direncanakan untuk perubahan atu penambahan terhadap sistem plambing pada gedung yang sudah dibangun sebelum SNI ini diberlakukan. Baru -
520 Spesifikasi komposter rumah tangga individual dan komunal 13.030.10
Spesifikasi ini mencakup istilah dan definisi, persyaratan teknis mengenai bentuk, ukuran dan bahan komposter rumah tangga individual untuk melayani 1 keluarga antara 5 samapi dengan 7 jiwa dan komunal untuk melayani 10 KK atau antara 50 - 70 jiwa -SNI 0162-87-A : Pipa PVC untuk saluran air buangan di dalam dan di luar bangunan
-SNI 1300-89-A : Ember plastik, mutu
Baru - Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
521 Perhitungan hujan maksimum boleh jadi dengan metode Hersfield 07.060
Pedoman Perhitungan hujan maksimum boleh jadi mencakup data yang digunakan, penyaringan data, perhitungan hujan maksimum boleh jadi dengan Metode Hersfield yang hanya berlaku untuk hujan titik dan bukan untuk hujan wilayah, serta evaluasi hasil perhitungan hujan maksimum boleh jadi (HMBJ). Baru 2004 Sumber Daya Air
522 Pemeriksaan dan pengujian lift traksi listrik pada bangunan gedung
Persyaratan ini meliputi pemeriksaan dan pengujian serah terima instalasi lif traksi yang baru maupun yang diubah. Catatan : Persesuaian dengan persyaratan tertentu dapat diverifikasi melalui peninjauan ulang atas dokumen perancangan, dan pengujian jenis atau pengujian keteknikan. Baru -
523 Tata cara perencanaan ruang dan aksesibilitas bangunan bagi pengguna kursi roda
Standar ini memuat persyaratan perencanaan dan perancangan bangunan dan fasilitasnya untuk memberikan pelayanan bagi pengguna kursi roda. Persyaratan bangunan sesuai fungsi ruang dan perletakan benda-benda di dalamnya. Ruang bangunan dapat memberikan kemudahan jangkauan vertical, horizontal dan memutar, serta memberikan keleluasaan gerak atau sirkulasi antara pengguna kursi roda dengan pengunjung lainnya. Baru - Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
524 Perlindungan ruang komputer/ peralatan pengolah data
Pedoman ini meliputi persyaratan untuk memproteksi computer elektronik sebagai peralatan pengolah data termasuk persyaratan konstruksi bangunan, ruangan, area, atau lingkungan operasional yang khusus dan proteksi peralatan dari bahaya kebakaran. Baru - Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
525 Sistem proteksi petir pada bangunan gedung
Standar ini menetapkan persyaratan untuk sistem proteksi petir yang berlaku secara umum pada bangunan gedung dan peralatan yang ada di dalamnya. Tujuan standar ini adalah memberikan petunjuk untuk perancangan, instalasi, pemeliharaan sistem efektif untuk proteksi bangunan gedung dan peralatan listrik terhadap petir dan inspeksi sistem proteksi petir. Standar ini tidak mencakup penerapan pada : a) sistem rel kereta api; b) sistem transmisi, distribusi, dan pembangkitan listrik di luar bangunan; c) sistem telekomunikasi di luar bangunan ; dan d) instalasi kendaraan, kapal laut, pesawat udara, dan lepas pantai. Perlu diperhatikan bahwa sistem proteksi petir tidak dapat mencegah terjadinya petir. Suatu sistem proteksi petir yang dirancang dan dipasang sesuai dengan standar ini, tidak dapat menjamin proteksi terhadap bangunan gedung, manusia atau obyek secara mutlak; namun demikian penggunaan Standar ini akan mengurangi secara nyata risiko kerusakan yang disebabkan petir terhadap bangunan gedung yang diproteksinya. Baru - Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
526 Spesifikasi aspal keras berdasarkan kekentalan 75.140
Spesifikasi ini mencakup, ketentuan, persyaratan aspal keras Pen 40, Pen 60 dan Pen 80, yang digunakan sebagai acuan dalam menilai mutu aspal keras untuk pekerjaan perkerasan. AASHTO M 226-80 Baru 2004 Rekayasa Jalan dan Jembatan
527 Tata cara pembuatan model fisik sungai dengan dasar tetap 93.160
2
Metode ini digunakan untuk pembuatan model fisik sungai berdasarkan data dan skala yang ditentukan. SNI 03-3965-1995 2005 Sumber Daya Air
528 Metode Pengujian Untuk Penentuan Transmisivitas Akuifer Tertekan Dengan Cara Pemulihan Theis. 19.020
2
Metode ini membahas prosedur analitis untuk penentuan transmisivitas akuifer tertekan dengan cara pemulihan theis (dari data pemulihan muka air sebagai akibat pemompaan atau injeksi yang berlaju tetap). ASTM, D 5269-92 -ASTM, D 5269-92 : Determining transmissivity of nonleaky confined aquifers by the theis recovery method
SNI 19-6740-2002 2008 Sumber Daya Air
529 Tata cara pengukuran debit pada saluran terbuka secara tidak langsung dengan metode kemiringan luas
. Baru 2007 Sumber Daya Air
530 Peran Masyarakat dalam pengamanan pantai
. Baru 2007 Sumber Daya Air
531 Tata Cara pengujian kualitas Bendungan Urugan 93.010
2
Tata cara ini memuat pedoman untuk melaksanakan program mutu selama konstruksi di lokasi konstruksi bendungan urugan (tanah atau batu) terutama untuk material urugan. ICOLD 56-1986 : -UU No. 18-1999 : Jasa Konstruksi
-SNI 03-1731-1989 : Tata Cara Keamanan Bendungan.
SNI 03-6465-2000 2009 Sumber Daya Air
532 Cara uji kekuatan geser baling pada tanah kohesif 19.020
2
Metode ini digunakan untuk memperoleh parameter kekuatan geser tanah lembek berkohesi yang jenuh air pada kondisi tanpa drainase. ASTM D 2573-72 (78) SNI 06-2487-1991 2006 Sumber Daya Air
533 Tata cara pemasangan dan pemantauan pisometer kawat bervibrasi 91.100
Tata cara ini mencakup pemasangan dan pemantauan pisometer kawat bervibrasi yang meliputi pemasangan alat pisometer tipe kawat bervibrasi ICOLD 54-1986 SNI 03-6417-2000 2009 Sumber Daya Air
534 Cara uji kuat geser langsung tanah terkonsolidasi dan terdrainase 19.020
2
Standar ini membahas tentang persyaratan, ketentuan, cara uji, perhitungan dan laporan hasil uji geser langsung dan berlaku untuk uji geser tunggal serta dilengkapi dengan beberapa pengertian. ASTM D 3080-90 SNI 03-2813-1992 2004 Sumber Daya Air
535 Perencanaan struktur beton untuk jembatan 93.040
Digunakan ntuk merencanakan jembatan jalan raya dan jembatan pejalan kaki di Indonesia, yang menggunakan komponen struktur beton bertulang dan beton prategang dengan memamakai beton normal, dan dengan panjang bentang tidak lebih dari 100 meter. Hasil Litbang Baru 2004 Rekayasa Jalan dan Jembatan
536 Cara Uji Ekstraksi Kadar Aspal dari Campuran Beraspal Menggunakan Tabung Refluks Gelas. 93.080.20
Cara uji ini membahas ketentuan pemisahan aspal dari campuran beraspal dengan cara refluks menggunakan tabung gelas. Aspal yang diperoleh dengan cara ini dapat digunakan untuk pemeriksaan sifat fisik aspal antara lain: penetrasi, daktilitas, titik lembek. AASHTO T 164-90 Baru 2004 Rekayasa Jalan dan Jembatan
537 Spesifikasi penerangan jalan di kawasan perkotaan 93.080.30
Standar ini memuat ketentuan-ketentuan untuk penerangan ruas jalan persimpangan sebidang maupun tidak sebidang, jembatan dan terowongan di kawasan perkotaan yang mempunyai klasifikasi fungsi jalan arteri, kolektor dan lokal. spesifikasi yang dimaksud dalam standar ini meliputi fungsi, jenis, dimensi, pemasangan, penempatan/penataan penerangan jalan yang diperlukan AASHTO, 1984 An Baru 2005 Rekayasa Jalan dan Jembatan
538 Pedoman Prakelayakan dan kelayakan terowongan jalan
- Baru 2005
539 cara uji kelarutan aspal emulsi dalam toluen dengan alat sentrifus 75.140
2
. Baru 2006
540 Tata cara pemasangan mortar siap pakai untuk plesteran dinding 91.100
1
. Baru 2008
541 Spesifikasi kompos dari sampah organik domestik 13.030.10
Spesifikasi ini memuat persyaratan kandungan kimia, fisik dan bakteri yang harus dicapai dari hasil olahan sampah organic domestic menjadi kompos -CAN/BNQ 0413-200 : A national canadian standard for the composting industry
-AAFC T-4-93 : Agriculture and Agri-Food Canada, Criteria trade memorandum T-4-93: the maximum trace element concentrations within product
-BCR 334/93, November 19, 1993 : British Columbia Regulation class 1 compost regulation
-EPA Regulation 503 : (United states, environmental protection agency 1992) : trace element concentrations in soil, compost or from studge
Baru - Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
542 Tata cara penentuan akuifer dengan metode logging geolistrik tahanan jenis short normal dan long normal dalam rangka eksplorasi air tanah. 19.080
Standar ini menjelaskan pelaksanaan logging tahanan jenis dalam pekerjaan pengeboran air tanah dengan mengetahui data tahanan jenis batu atau tanah di dalam sumur untuk menentukan jenis batuan, batas lapisan, dan akuifer. Data hasil pengukuran dikorelasikan dengan log bor hasil pengeboran untuk menentukan litologi, ketebalan, dan ke dalaman akuifer. Pengukuran dilaksanakan sebelum konstruksi sumur yang merupakan sebagian tahanan kegiatan pengeboran air tanah, membantu dalam menentukan ketebalan, ke dalaman akuifer, pemasangan pipa dan saringan. ASTM D 5434-93 Baru 2003 Sumber Daya Air
543 Tata cara analisis pengujian surutan bertahap pada sumur uji dan sumur produksi dengan Metode Hantush Beirsch 19.020
Standar ini menetapkan karakteristik kinerja sumur uji atau sumur produksi dalam rangka penentuan serahan optimum yang dihasilkan semur terseburt melalui analisis dara uji pemompaan surutan bertahap (step drawdown test) menggunakan metode Hantush-Bierschenk) Baru - Sumber Daya Air
544 Cara uji kekentalan aspal pada temperatur tinggi dengan alat saybolt furol
2
. ASTM E 1012 Baru 2006
545 Tata cara penakaran, pengadukan, pengangkutan dan pengecoran beton
. Baru 2004
546 Tata cara perencanaan fasilitas lingkungan rumah susun sederhana rsni
Tata cara ini memuat ketentuan-ketentuan tentang jenis dan besaran fasilitas lingkungan rumah susun sederhana campuran 5 lantai yang dibangun di lingkungan baru mempunyai KDB 50%, KLB 1,25 atau kepadatan maksimal 1736 jiwa/ha, pada lahan matang dengan keimiringan sampai 5%. Baru -
547 Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan persiapan 93.040
Standar ini meliputi pekerjaan : - Pembuatan pondasi batu kali dalam berbagai komposisi spesi - Pemasangan anstamping/batu kosong - Pembuatan pondasi sumuran - Pembuatan tiang pancang Tata cara inimemuat indeks bahan bangunan dan indeks tenaga kerja yng dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan Hasil Litbang Baru 2002 Rekayasa Jalan dan Jembatan
548 Pedoman perencanaan umum pembangunan infrastruktur di kawasan rawan tsunami
. Baru 2007
549 Cara uji pengukuran potensi keruntuhan tanah di laboratorium 19.020
Standar ini menentukan besaran keruntuhan satu dimensi yangterjadi bila tanah tak jenuh digenangi atau dibasahi dengan cairan. Standar ini menentukan besarn potensi keruntuhan yang terjadi pada suatu tegangan vertical dan indeks poteni keruntuhan. Cara uji meliputi pengaturan dan penyiapan benda uji peralatan, serta prosedur untuk mengukur perubahan tinggi benda uji sehubungan dengan terjadinya keruntuhan Baru - Sumber Daya Air
550 Spesifikasi beton berserat dan beton semprot
Spesifikasi ini mencakup seluruh jenis beton berserat yang diperuntukan bagipembeli yang bahan-bahannya dicampur merata dan dapat diambil contohnya dan diuji di tempat penyerahan. Spesifikasi ini tidakmencakup penempatan, pemadatan, perawatan atau perlindungan beton berserat sesudah diterima oleh pembeli Baru -
551 Tata cara pengambilan contoh dalam rangka pemantauan kualitas air pada suatu daerah pengaliran sungai
Tata cara ini membahas masalah yang berhubungan dengan cara pengambilan yang meliputi pemilihan lokasi, penentuan frekuensi, cara pengambilan dan pemberlakuan contoh di lapangan dalam rangka pemantauan kualitas air Baru -
552 Tata cara desain tubuh bendungan tipe urugan 93.010
Standar ini memberikan prinsip umum cara desain bendungan tipe urugan tanah homogen, zonal dan membran serta tanggul penutup/tanggul banjir Baru 2002 Sumber Daya Air
553 Tata cara desain hidraulik tubuh bendung tetap dengan peredam energi tipe MDO dan MDS 93.010
Standar ini digunakan untuk menentukan bentuk dan dimensi hidraulik tubuh bendung tetap dengan peredam energi tipe MDO dan MDS dan kelengkapannya yangmerupakan bagian dari bangunan air. Tubuh bendung tetap dengan peredam energi tipe MDO dapat digunakan untuk jenis banuan air seperti bottom controller, bangunan utama, bendung, pelimpah, waduk, bengunan pembagi debit, bangunan plimpah samping, bangunan terjun, bangunan pelimpah kantong lahar, cause way dan submersile bridge Baru - Sumber Daya Air
554 Metode Pengujian Perubahan Volume Susut Tanah. 93.020
2
Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya perubahan volume susut tanah. AASHTO T 92-68 SNI 03-4144-1996 2010 Rekayasa Jalan dan Jembatan
555 Perencanaan dan perancangan arsitektur rumah susun sederhana
. Baru 2007 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
556 Metode Pengujian Indeks Pengembangan Tanah (PNPS 2005 lanjut 2010) 19.020
2
Standar ini menetapkan cara uji indeks pengembangan tanah, yang meliputi : a) menetapkan suatu indeks potensi pengembangan tanah yang dipadatkan apabila digenangi dengan air suling. b) mengontrol variabel-variabel yang mempengaruhi sifat-sifat pengembangan tanah dan masih merupakan pengujian yang relatif sederhana untuk penerapan teknis yang praktis. c) mencakup material berbahaya, pengoperasian dan peralatan. Tetapi tidak mengatur semua masalah keamanan yang berkaitan dengan pengunaannya. ASTM D 4829-03 SNI 13-6425-2000 2010 Sumber Daya Air
557 Perencanaan struktur beton untuk rumah susun sederhana
. Baru 2007 Bahan, Sain, Struktur dan Konstruksi Bangunan
558 Tata cara pengukuran kecepatan aliran pada uji model hidraulik fisik (UMH-fisik) dengan tabung pitot 17.120
2
Metode ini digunakan untuk menentukan kecepatan aliran pada model fisik dengan dasar tetap menggunakan tabung Pitot SNI 03-3409-1994 2005 Sumber Daya Air
559 Tata cara Pengukuran Tinggi Muka Air Pada Model Fisik 17.120
2
Metode ini digunakan untuk mengetahui tinggi muka air pada model fisik SNI 03-3411-1994 2005 Sumber Daya Air
560 Metode Perhitungan Debit Sungai Harian 17.120
Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya debit sungai harian pada lokasi yang tidak terpengaruh oleh peninggian muka air atau aliran lahar. SNI 03-3412-1994 2005 Sumber Daya Air
561 Metode Pemilihan Lokasi Pos Duga Air di Sungai. Judul direvisi menjadi: Tata cara pemilihan lokasi pos duga arus air di sungai 07.060
Metode ini digunakan dalam pemilihan lokasi pos duga air di sungai yang tidak terpengaruh oleh aliran yang dapat mempengaruhi kecermatan hubungan antara tinggi muka air dan debit dengan memperhatikan jenis tipe dan ukuran bangunan pos duga air yang akan dipakai. BS, 1964 part -SNI M-17-1989-F : Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka
-ISBN 92-63-10519-7 : Meteorological Organization
SNI 03-2526-1991 2004 Sumber Daya Air
562 Spesifikasi Pipa PVC untuk Air Minum
Spesifikasi ini digunakan untuk menentukan klasifikasi dan persyaratan teknis pipa PVC. Baru -
563 Cara uji cepat rambat ultrasonik dan konstanta elastis benda uji di laboratorium
2
Standar ini menetapkan cara uji cepat rambat ultrasonik dan konstanta elastis benda uji batu di laboratorium untuk memperoleh parameter cepat rambat gelombang ultrasonik dan menentukan konstanta elastis batu dengan menggunakan panjang benda uji ± 2 kali diameter Baru 2011 Sumber Daya Air
564 Cara uji pH tanah dengan alat pH meter
Metode ini membahas pengertian, ketentuan-ketentuan dan prosedur pengujian pH tanah sesuai penggunaannya meliputi : peralatan, bahan, cara pengujian dengan alat pH meter serta meliputi pengukuran pH tanah untuk keperluan pertanian, lingkungan dan sumber air Baru all Sumber Daya Air
565 Tata cara pengerukan mura sungai dan pantai Bagian 2 : pertimbangan yang mempengaruhi pengerukan
2
Tata cara ini digunakan untuk memberikan acuan tentang pemilihan jenis kapal keruk yang umum digunakan sesuai persyaratan kemampuan alat dan modelnya, mobilisasi alat keruk dan kondisi setempat, serta pemeliharaan program kerja pengerukan dan pembiayaannya Baru 2011 Sumber Daya Air
566 Tata cara perhitungan evapotranspirasi potensial dengan panci penguapan tipe A
2
Standar ini menetapkan tata cara perhitungan evapotranspirasi potensial dengan alat panci penguapan tipe A melalui penggunaan data pengamatan dan koefisien panci tipe A dimana koefisien panci tipe A dimana koefisien panci ditentukan berdasarkan kondisi penempatan panci Baru 2009 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
567 Pembebanan untuk jembatan
2
Standar ini menetapkan ketentuan pembebanan dan aksi-aksi lainnya yang akan digunakan dalam perencanaan jembatan jalan raya termasuk jembatan pejalan kaki dan bangunan-bangunan sekunder yang terkait dengan jembatan Baru 2012 Rekayasa Jalan dan Jembatan
568 Perencanan struktur beton untuk jembatan
2
Standar perencanaan Struktur Beton untuk jembatan ini digunakan untuk merencanakan jembatan jalan raya dan jembatan pejalan kaki diIndonesia, yang menggunakan komponen stuktur beton bertulang dan beton prategang dengan memakai beton normal, dan dengan panjang bentang tidak lebih dari 100 meter Baru 2012 Rekayasa Jalan dan Jembatan
569 Tata cara pengklasifikasian tanah dengan cara unifikasi tanah ( Revisi SNI 03-6371-2000)
2
tata cara ini menguraikan sistem klasifikasi tanah mineral dan mineral organik untuk keperluan teknik. Baru 2012 Rekayasa Jalan dan Jembatan
570 Spesifikasi aspal keras berdasarkan penetrasi (AASHTO M.D 20-70 1996) revisi RSNI S-01-2003
2
Spesifikasi ini mencakup, ketentuan, persyaratan aspal keras Pen 40, Pen 60 dan Pen 80, yang digunakan sebagai acuan dalam menilai mutu aspal keras untuk pekerjaan jalan beraspal Baru 2012 Rekayasa Jalan dan Jembatan
571 Tata cara pemasangan dan pemantauan tekanan air pori dengan pisometer pipa terbuka Casagrande (Revisi SNI 03-3442-1993 dan SNI 03-3443-1994)
2
tata cara ini dimaksudkan sebagai acuan dan pegangan dalam melakukan pemantauan tekanan air pori dengan psikometer pipa terbuka tipe Casagrande. Baru 2012 Rekayasa Jalan dan Jembatan
572 metode pengujian campuran aspal dengan alat marshall
2
metode ini digunakan sebagai acuan dan pegangan dalam pelaksanaan pengujian campuran aspal dengan alat marshall Baru 2012 Rekayasa Jalan dan Jembatan
573 Metode uji CBR laboratorium 0
0
Metode ini digunakan untuk menentukan CBR (California Bearing Ratio) tanah dan campuran tanah agregat yang dipadatkan di laboratorium pada kadar air tertentu. Baru 0
574 Metode penyiapan secara kering contoh tanah terganggu dan tanah agregat untuk pengujian 0
0
Metode ini digunakan dalam mempersiapkan contoh tanah dan tanah mengandung agregat secara kering untuk memperoleh benda uji sebagai penyiapan pengujian selanjutnya. Baru 0
575 Metode uji kuat tekan bebas tanah kohesif 0
0
Metode ini digunakan untuk menentukan kuat tekan bebas tanah kohesif. Baru 0
576 Metode uji penentuan hubungan kadar air dan densitas campuran tanah semen 0
0
1. Metode ini meliputi pengujian untuk mendapatkan hubungan antara kadar air dan kepadatan pada campuran tanah-semen yang dipadatkan sebelum hidrasi semen; 2. Metode pengujian terdiri dari metode A dan metode B, menggunakan cetakan dengan volume 944 cm3 dan penumbuk sebesar 2,49 kg dengan tinggi jatuh 304,8; 3. Metode A, digunakan untuk material tanah 100 % lewat saringan no. 4 (4,75 mm), metode B, digunakan untuk material tanah lewat saringan 19,00 mm tetapi ada sebagian yang tertahan pada saringan no. 4 (4,75 mm). cara uji ini meliputi pengujian untuk mendapatkan hubungan antara kadar air dan kepadatan pada campuran tanah semen yang dipadatkan sebelum hidrasi semen Baru 0
577 Cara uji sifat dispersif tanah lempung dengan hidrometer ganda 0
0
Cara uji ini berkaitan dengan cara uji SNI 03-3423-1994,dengan contoh tanah yang sama untukmemperoleh indikasi karakteristik alami tanah dispersif. Cara uji ini hanya berlaku untuk tanah dengan indeks plastisitas lebih besar dari 4 dan lebih dari 12 % fraksi tanah lebih kecil dari 5mu. Baru 0
578 Tata cara pemasangan dan pembacaan sel tekanan total pneumatik 0
0
Tata cara ini mencakup pemasangan alat pengukur tekanan total dari jenis sel tekanan total peneumatik yang dipasang pada bangunan teknik sipil antara lain pada tubuh bendungan, dinding tembok penahan tanah, pondasi bangunan gedung dan lainnya Baru 0
579 Tata cara pemasangan dan pembacaan pisometer kawat vibrasi 0
0
Tata cara ini mencakup pemasangan dan pemantauan pisometer kawat bervibrasi yang meliputi pemasangan alat pisometer tipe kawat bervibrasi. Baru 0
580 Metode uji angka pantul beton keras Standard Test Method For Rebound Number of Hardened Concrete (ASTM C805-02, IDT) 0
0
Metode ini digunakan untuk menentukan angka pantul beton yang sudah mengeras menggunakan palu baja yang gerakannya dikendalikan oleh pegas. Baru 0
581 Metode uji angka pantul beton keras Standard Test Method For Rebound Number of Hardened Concrete (ASTM C805-02, IDT) 0
0
Metode ini digunakan untuk menentukan angka pantul beton yang sudah mengeras menggunakan palu baja yang gerakannya dikendalikan oleh pegas. Baru 0
582 Metode uji waktu pengikatan campuran beton dengan ketahanan penetrasi Standard Test Method for Time of Setting of ConcreteMixtures by Penetration Resistance 0
0
4.1 Metode uji ini meliputi cara pengujian ketahanan beton keras terhadap penetrasi dengan menggunakan probe atau pin baja. 4.2 Satuan yang digunakan dalam standar ini adalah SI atau satuan lain di pandang sebagai standar yang terpisah. Satuan yang dinyatakan dalam tiap sistem mungkin tidak tepat secara ekivalen, sehingga setiap sistem harus digunakan secara terpisah. Kombinasi satuan dari dua sistem ini dapat menghasilkan ketidaksesuaian dengan standar. 4.3 Standar ini tidak mencantumkan semua yang berkaitan dengan keselamatan kerja, bila ada, menjadi tanggung jawab pengguna standar ini untuk menentukan keselamatan dan kesehatan serta menentukan aplikasi batasan-batasan regulasi/ketentuan sebelum digunakan. Untuk pernyataan yang lebih spesifik mengenai resiko bahaya, lihat butir 7. Baru 0
583 Metode uji kecepatan rambat gelombang melalui beton Standard Test Method for Pulse Velocity Throuh Concrete (ASTM C597-02, IDT) 0
0
Metode ini digunakan untuk menentukan kecepatan pulsa perambatan gelombang tekan dalam beton. Baru 0
584 Metode uji kecepatan rambat gelombang melalui beton Standard Test Method for Pulse Velocity Throuh Concrete (ASTM C597-02, IDT) 0
0
Metode ini digunakan untuk menentukan kecepatan pulsa perambatan gelombang tekan dalam beton. Baru 0
585 Metode uji ketahanan beton keras terhadap penetrasi Standard Test Method for Penetration Resistance of Hardened Concrete 0
0
1.1 Metode uji ini meliputi cara pengujian ketahanan beton keras terhadap penetrasi dengan menggunakan probe atau pin baja. 1.2 Satuan yang digunakan dalam standar ini adalah SI atau satuan lain di pandang sebagai standar yang terpisah. Satuan yang dinyatakan dalam tiap sistem mungkin tidak tepat secara ekivalen, sehingga setiap sistem harus digunakan secara terpisah. Kombinasi satuan dari dua sistem ini dapat menghasilkan ketidaksesuaian dengan standar. 1.3 Standar ini tidak mencantumkan semua yang berkaitan dengan keselamatan kerja, bila ada, menjadi tanggung jawab pengguna standar ini untuk menentukan keselamatan dan kesehatan serta menentukan aplikasi batasan-batasan regulasi/ketentuan sebelum digunakan. Untuk pernyataan yang lebih spesifik mengenai resiko bahaya, lihat butir 7. Baru 0
586 Tata cara pemilihan campuran untuk beton normal, beton berat dan beton massa 0
0
Baru 0
587 Spesifikasi baut baja hasil perlakuan panas dengan kuat tarik minimum 830 MPa Structural Bolts, Steel, Heat Treated 830 MPa Minimum Tensile Strength (metric) 0
0
1.1 Spesifikasi ini meliputi dua tipe baut segi enam mutu tinggi yaitu hasil quen dan temper untuk kekuatan tarik minimum 830 MPa (CATATAN 1). 1.2 Baut tersebut digunakan sebagai penyambung struktural yang memenuhi spesifikasi untuk sambungan struktur yang menggunakan baut, sesuai dengan ASTM A 325M atau ASTM A 490M. 1.3 Baut ini termasuk juga baut dengan ukuran M12 sampai dengan M36. Baut tersebut dirancang dalam beberapa tipe tergantung komposisi kimianya yang antara lain sebagai berikut: 1.3.1 Tipe 1 - Karbon medium, karbon boron, atau baja paduan karbon minimum atau baja paduan boron; 1.3.2 Tipe 2 - Ditarik dari peredaran pada tahun 2003 (tidak digunakan lagi); 1.3.3 Tipe 3 - Baja tahan cuaca. 1.4 Spesifikasi ini hanya dapat digunakan untuk baut segi enam mutu tinggi. 1.5 Istilah dan definisi yang digunakan dalam standar ini dimuat dalam ASTM F 1789 dan disajikan dalam lampiran B standar ini. 1.6 Resiko yang berkaitan terhadap keselamatan hanya berlaku untuk bagian metode pengujian, pasal 10, dalam spesifikasi ini. Dalam standar ini tidak termasuk aspek keselamatan yang diperlukan. Jika ada aspek keselamatan yang harus diperhatikan, hal tersebut merupakan tanggung jawab dari pengguna standar ini untuk membuat suatu praktek keselamatan dan kesehatan dan mengukur batasan penerapan yang dapat disyaratkan dalam penggunaannya. CATATAN 1 - Spesifikasi ini dalam satuan metrik untuk melengkapi spesifikasi A 325. Baru 0 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
588 Lembaran bitumen bergelombang - bagian 1 : spesifikasi dan metode uji produk 0
0
Standar ini memuat uraian mengenai sifat-sifat teknis dan menetapkan metoda uji lembaran bitumen bergelombang serta dapat digunakan sebagai acuan untuk evaluasi mutu produk. Baru 0
589 Lembaran Bitumen Bergelombang Bagian 2 : Tata cara pemasangan untuk atap 0
0
Baru 0
590 cara uji Kekakuan Tekan dan Kekakuan Geser Bantalan Karet Jembatan 0
0
Metode ini digunakan untuk menentukan kekakuan tekan dan kekakuan geser bantalan karet jembatan. Baru 0 Sumber Daya Air
591 Metode Eksplorasi Air Tanah dengan Geolistrik Susunan Schlumberger. 0
0
Metode ini digunakan dalam pengukuran tahanan jenis pelapisan batu atau tanah di bawah permukaan tanah dengan susunan elektroda Schlumberger, khususnya untuk eksplorasi awal air tanah dengan geologi bawah permukaan dan menduga air tanahnya berdasarkan anomali tahapan jenis. Baru 0
592 Tata cara percepatan pelapukan aspal menggunakan tabung bertekanan (Pressurized Aging Vessel, PAV) 0
0
Tata cara ini meliputi percepatan pelapukan (oksidasi) aspal oleh tekanan udara dan suhu yang ditingkatkan dalam tabung pelapuk bertekanan, dan dimaksudkan untuk mensimulasi proses pelapukan akibat oksidasi bahan pengikat aspal selama masa pelayanan. Baru 0
593 Tata cara percepatan pelapukan aspal menggunakan tabung bertekanan (Pressurized Aging Vessel, PAV) 0
0
Tata cara ini meliputi percepatan pelapukan (oksidasi) aspal oleh tekanan udara dan suhu yang ditingkatkan dalam tabung pelapuk bertekanan, dan dimaksudkan untuk mensimulasi proses pelapukan akibat oksidasi bahan pengikat aspal selama masa pelayanan. Baru 0
594 Metode uji residu aspal emulsi dengan penguapan Standard Test Method For Residue by Evaporation of Emulsified Asphalt. 0
0
Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya kadar residu aspal emulsi (aspal yang diuji jenis kationik dan anionik) Baru 0
595 cara uji Pengendapan Aspal Emulsi 0
0
Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya persentase aspal emulsi yang mengendap (jenis anionik dan kationik dan tidak mengandung minyak) selama 1 hari atau 5 hari. Baru 0
596 Cara uji Aspal Emulsi Tertahan Saringan No.20. 0
0
Metode ini digunakan untuk menentukan bagian aspal emulsi yang tertahan saringan No. 20. Baru 0
597 Metode uji penentuan campuran semen pada aspal emulsi Standard Method for Determining Cement Mixing of Emulsified Asphalt 0
0
Metodeini digunakan untuk menentukan besarnya persentase kerusakan campuran aspal emulsi dengan semen (aspal emulsi kationik dan anionik tipe lambat mengendap. Baru 0
598 Metode uji untuk analisis saringan agregat halus dan agregat kasar Standard Test Method for sieve analysis of fine and coarse aggregates. 0
0
Metode ini digunakan untuk menentukan pembagian butir (gradasi) agregat halus dan agregat kasar menggunakan saringan. Baru 0
599 Metode uji penentuan persentase butir pecah pada agregat kasar 0
0
1.1 Metode uji ini mencakup penentuan persentase butir pecah yang terkandung pada contoh agregat kasar berdasarkan massa yang memenuhi persyaratan yang ditentukan. 1.2 Satuan angka yang dinyatakan pada unit Satuan Internasional (SI) sebagai standar. Satuan angka dalam kurung dibuat hanya untuk informasi. 1.3 Standar ini tidak mencakup semua permasalahan keselamatan yang berkaitan dengan penggunaannya. Penerapan langkah-langkah dan batasan-batasan yang menyangkut kesehatan dan keselamatan kerja menjadi tanggung jawab pengguna dari standar ini. Baru 0
600 Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) Bidang Pekerjaan Umum 0
0
Pedoman ini menetapka langkah-langkah menghitung harga satuan dasar (HSD) upah tenaga kerja, HSD alat dan bahan, yang selanjutnya menghitung harga satuan pekerjaan (HSP) sebagai dasar dari harga pe5rkiraan sendir (HPS), dan dapat digunakan pula untuk menganalisis harga perkiraan perencana (HPP) untuk penanganan pekerjaan bidang pekerjaan umum. Penanganan pekerjaan meliputi preservasi atau pemeliharaan dan pembangunan atau peningkatan dan pembangunan atau peningkatan kapasitas kinerja bidang pekerjaan umum yaitu pada pekerjaan ke Air-an ke Binamarga-an dan ke Ciptakarya-an. pekerjaan dapat dilakukan secara mekanis dan/atau manual. pekerjaan yang dilaksanakan secara manual tersedia tabel indeks bahan dan indeks upah, sementara pekerjaan yang dilaksanakan secara mekanis, penetapan indeks atau koefisien dilakukan melalui proses analisi produktivitas Baru 0
601 Tata cara penghitungan evapotranspirasi tanaman acuan dengan metode Penmanmonteith 0
0
Standar ini membahas langkah penghitungan evapotranspirasi tanaman acuan metode Penman-Monteith, menjelaskan persyaratan data iklim, dan topografi yang diperlukan. Metode ini dimaksudkan sebagai acuan dan pegangan dalam menghitung evapotranspirasi tanaman acuan untuk menentukan besarnya evapotranspirasi potensial tanaman dengan menggunakan metode Penman-Monteith. Baru 0
602 Tata cara penghitungan hujan maksimum boleh jadi dengan metode Hersfield 0
0
Tata cara penghitungan hujan maksimum boleh jadi mencakup: data yang digunakan, penyaringan data, penghitungan hujan maksimum boleh jadi dengan Metode Hersfield yang hanya berlaku untuk hujan titik dan bukan untuk hujan wilayah, serta evaluasi hasil penghitungan hujan maksimum boleh jadi (HMBJ). Baru 0 Sumber Daya Air
603 Tata cara perbandingan hasil simulasi model aliran air tanah terhadap informasi lapangan 0
0
. Baru 0
604 Tata cara penentuan tinggi muka air tanah pada lubang bor atau sumur pantau 0
0
Standar ini menguraikan prosedur pengukuran tinggi muka air tanah di dalam suatu lubang bor atau sumur pantau dengan menggunakan alat ukur mekanik dengan pemberat dan alat ukur elektrik. Di dalam standar ini digambarkan tiga pilihan cara pengukuran, antara lain menggunakan alat ukur dengan pemberat, alat ukur dengan tanda bunyi, dan alat ukur dengan tanda nyala (elektrik). Cara pengukuran menggunakan alat ukur dengan bunyi hanya dapat dilakukan pada lubang bor atau sumur yang mempunyai muka air tanah dangkal. Data hasil pengukuran tinggi muka air tanah yang diperoleh selain digunakan untuk pemantauan muka air tanah juga digunakan dalam penentuan muka air statik pada lubang bor atau sumur pantau Baru 0
605 Tata cara penentuan kadar air batuan dan tanah di tempat dengan metode penduga neutron 0
0
Standar ini membahas tata cara pengujian kadar air batuan dan tanah dengan penduga neutron, metode pemeriksaan, dan kalibrasi pencacahan untuk kurva rujukan.Tata cara pengujian kadar air batuan dan tanah dengan penduga neutron ini. a)merupakan suatu teknik yang cepat untuk menguji kadar air batuan dan tanah di tempat pada kedalaman tertentu tanpa terganggu. b)dapat digunakan untuk pemantauan dan analisis statistik karena dilakukan secara berulang di tempat yang sama. Baru 0
606 Tata cara pencatatan akuifer dengan metode logging geolistrik tahanan jenis short normal (SN) dan long normal (LN) dalam rangka eksplorasi air tanah 0
0
Standar ini menjelaskan pelaksanaan logging tahanan jenis dalam pekerjaan pengeboran air tanah dengan mengetahui data tahanan jenis batu atau tanah di dalam sumur untuk menentukan jenis batuan, batas lapisan, dan akuifer. Data hasil pengukuran dikorelasikan dengan log bor hasil pengeboran untuk menentukan litologi, ketebalan, dan kedalaman akuifer. Pengukuran dilaksanakan sebelum konstruksi sumur yang merupakan sebagian tahapan kegiatan pengeboran air tanah, membantu dalam menentukan ketebalan, kedalaman akuifer, pemasangan pipa dan saringan Baru 0
607 Tata cara pengukuran laju infiltrasi tanah di lapangan menggunakan infiltrometer cincin ganda 0
0
. Baru 0
608 Tata cara pengukuran tegangan hisap tanah zona tak jenuh menggunakan tensiometer 0
0
. Baru 0
609 Tata cara penentuan gradasi bahan filter pelindung pada bendungan tipe urugan 0
0
. Baru 0
610 Papan nama sungai 0
0
. Baru 0
611 Tata cara perancangan beton pracetak dan prategang untuk bangunan gedung 0
0
. Baru 0
612 Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan beton pracetak untuk konstruksi bangunan gedung 0
0
Standar ini memuat indeks bahan bangunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan sesuai dengan spesifikasi teknis pekerjaan dengan jenis pekerjaan beton pracetak meliputi: a)Pekerjaan pembuatan beton pracetak sebagian; b)Pekerjaan pembuatan beton pracetak penuh; c)Pekerjaan ereksi konstruksi beton pracetak untuk sampai dengan 5 lantai; d)Pekerjaan sambungan konstruksi beton pracetak; e)Pekerjaan bekisting menggunakan kayu dan phenol film. Baru 0
613 Perencanaan sistem penyediaan air minum 0
0
Standar ini mencakup kriteriadalam merencanakan sistem penyediaan air minum mulai dari perencanaan unit air baku, unit transmisi,unit produksi, unit distribusi,dan unit pelayanan Baru 0
614 Tata cara pengendalian mutu pembangunan instalasi pengolahan air minum 0
0
Baru 0
615 standar bangunan pengambilan air baku untuk instalasi pengolahan air minum 0
0
Standar ini menguraikan persyaratan penempatan dan konstruksi bangunan pengambilan air baku dari sumber mata air, air tanah, dan air permukaan untuk instalasi pengolahan air minum, termasukmengatur langkah-langkahpersiapan dan pelaksanaan survei lapangan untuk pengumpulan data Baru 0 Perumahan, Sarana dan Prasarana Permukiman
616 Spesifikasi kompon cair pembentuk membran untuk perawatan beton (ASTM C309-07,MOD) 0
0
Standar ini menetapkan prinsip pengambilan contoh air yang dimaksudkan untuk konsumsi manusia. Dalam lingkup ini air untuk konsumsi manusia terdiri dari: a) semua jenis air yang secara alami atau setelah melalui pengolahan, akan dimanfaatkan untuk minum, masak, menyiapkan bahan makanan, atau keperluan domestik lainnya, dan b) air yang digunakan untuk proses produksi di pabrik, pengolahan, pengawetan atau pemasaran produk atau bahan yang dimaksudkan untuk konsumsi manusia, kecuali bila instansi yang berwenang menyetujui bahwa kualitas air yang digunakan tidak mempengaruhi produk akhir bahan/makanan. Standar ini hanya terbatas pada kondisi air minum yang diambil dari instalasi pengolahan air dan sistem jaringan distribusi perpipaankota atau sejenis (termasuk sistem individual) yang sebelumnya telah dilakukan pengolahan air dan/atau sudah dilakukan penilaian kualitas yang memenuhi baku mutu air minum yang berlaku.Secara khusus, standarini berlaku untuk air minum yang mengalir secara kontinu dalam suatu sistem jaringan distribusi perpipaan, termasuk sistem plambing. Standar ini juga berlaku untuk pengambilan contoh air dalam rangka investigasi apabila ada kerusakan sistem atau dalam kondisi darurat. Standar ini tidak diperuntukkan bagi sumber air atau produk yang dihasilkan dengan menggunakan air minum sebagai bahan baku. Berikut ini adalah beberapa contoh kasus yang tidak dibahas dalam standar ini: - Pengambilan contoh air untuk sumber air baku, misalnya untuk air tanah dan air permukaan; - Pengambilan contoh air dari pasokan air minum berasal dari sumber non-kontinu (misalnya dari mobil tangki); - Pengambilan contoh air dari penyimpanan air curah pada pesawat terbang, kereta api dan kapal; - Pengambilan contoh air dari produk minuman (termasuk air kemasan dalam botol) dan bahan produk makanan; - Pengambilan contoh air dari mesin penjual minuman (vending machines) yang menggunakan gelas minuman tanpa penutup. Baru 0
617 Papan nama sungai 0
0
. Baru 0
618 Metode uji dan kriteria penerimaan sistem struktur rangka memikul momen beton bertulang pracetak untuk bangunan gedung 0
0
Standar ini menetapkan metoda uji dan kriteria penerimaan minimum untuk suatu sistem struktur rangka pemikul momen beton bertulang pracetak untuk bangunan gedung. Standar ini digunakan untuk pengujian sambungan balok dan kolom yang didesain untuk daerah rawan gempa, berdasarkan standar perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung seperti tercantum dakam SNI 1726, dimana penerimaannya didasarkan atas bukti eksperimental dan analisis kriteria penerimaan Baru 0
619 Pedoman Pelaksanaan Lapis Penetrasi Macadam Asbuton (LPMA-ASBUTON) 0
0
Lapis Penetrasi Macadam Asbuton (LPMA-Asbuton) merupakan lapis perkerasan yang terdiri dari agregat pokok, agregat pengunci dan agregat penutup (khusus untuk lapis permukaan) yang bergradasi seragam yang dihampar secara terpisah dan diberi ikatan awal dengan aspal cair/aspal emulsi dan diikat oleh asbuton B 50/30 Baru 0 Rekayasa Jalan dan Jembatan
620 Pedoman Rancangan dan Pelaksanaan Penghamparan Campuran Dingin Bahan Daur Ulang Beraspal dengan Bahan Pengikat Aspal Busa 0
0
Pedoman ini menetapkan persyaratan, ketentuan bahan, peralatan laboratorium, rancangan campuran dan cara penentuan kadar aspal busa (foamed bitumen) pada pekerjaan campuran dingin bahan daur ulang beraspal dengan aspal busa sebagai lapis pondasi, baik metode pelaksanaan pencampuran sentral (in plant) maupun di tempat (in place) Baru 0